//
you're reading...
Nasional

Antisipasi Teroris, Kapolres Undang Kalangan Ulama

SOREANG – Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin mengumpulkan puluhan alim ulama se-Kab. Bandung untuk membahas berbagai persoalan yang mencuat akhir-akhir ini di Kab. Bandung. Pertemuan yang bertajuk “Silaturahmi Kamtibmas Kapolres Bandung dengan Ulama se-Kab. Bandung dalam Rangka Penanggulangan Terorisme, Permasalahan Jemaah Ahmadiyah, dan Berandalan Bermotor” ini digelar di Mapolres Bandung, Selasa (21/5).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kab. Bandung K.H. Anwar Safiuddin Kamil dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Bandung Cecep Kosasih yang bertindak sebagai pembicara, juga seluruh kapolsek dan sejumlah pihak terkait.

Kapolres mengakui, silaturahmi itu di luar agenda rutin dan tak lepas dari mencuatnya kasus teroris dan aksi kejahatan akhir-akhir ini.

“Silaturahmi ini bisa dijadikan ajang antisipasi teroris di Kab. Bandung. Keberadaan terduga teroris tidak bisa dikaitkan dengan jumlah aparat keamanan, tapi karena kelihaian mereka dalam merekrut orang-orang yang gampang dipengaruhi,” ujar Kemas Ahmad Yamin.

Ia menyayangkan masih ada orang yang mau dijadikan korban atau “pengantin” (pelaku bom bunuh diri, red). Sementara di lain pihak, sang pemimpin tetap hidup di atas pengorban orang lain.

“Untuk meluruskan penafsiran yang salah itu dibutuhkan peran aktif alim ulama. Kami meminta mereka ikut membantu meluruskan penyimpangan akidah ini. Diharapkan, pesan keagamaan dan moral dari para tokoh ulama bisa membuat masyrakat imun terhadap pemahaman teroris,” katanya.

Sifatnya haram

Ketua MUI Kab. Bandung, K.H. Anwar Safiuddin Kamil menegaskan, MUI sudah lama mengeluarkan fatwa mengharamkan aksi teroris. Menurutnya, jihad dan terorisme tidak sama.

Dalam fatwa MUI dijelaskan, terorisme sifatnya merusak (ifsad) dan anarkis (faudha), menciptakan rasa takut, dan menghancurkan pihak lain, serta dilakukan tanpa aturan dengan sasaran tanpa batas.

Sementara jihad sifatnya melakukan perbaikan (ishlah), sekalipun dengan cara peperangan yang tujuannya menegakkan agama Allah atau membela hak-hak pihak yang terzalimi, serta dilakukan berdasarkan aturan yang ditentukan syariat dengan sasaran musuh yang sudah jelas.

“Porsi kami selaku MUI menyampaikan dakwah secara lisan, santun, dan memegang prinsip bahwa yang benar katakan benar serta yang salah katakan salah,” tegasnya.

Kepala Kemenag Kab. Bandung, Cecep Kosasih mengungkapkan, jumlah pondok pesantren di Kab. Bandung yang sudah menghantongi izin dari Kemenag sebanyak 380 pontren. Masih ada sekitar 100 pontren yang belum lapor.

“Tidak ada pontren yang mencetak generasi teroris. Semua pesantren melahirkan generasi yang berahlakul karimah, termasuk semua pondok pesantren di Kab. Bandung,” tegas Cecep.
(B.104)**(BIN)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,289 hits
%d bloggers like this: