//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Kasek & Bu Bidan Ditangkap di Hotel

fto kepsek
[Foto: Freddy]
Pasagan mesum saat ditemui petugas dalam kamar hotel usai membenahi pakaian masing-masing.
PANDAN – Diduga pasangan selingkuh, sepasang PNS diamankan polisi saat memadu kasih di salah satu kamar hotel di Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapteng, Selasa (29/1) sekira pukul 11.00 WIB. Kedua oknum PNS itu yakni PN (52), Kepala SD Negeri Lumban Jabi-jabi, Kecamatan Angkola Tano Tombangan, Tapsel dan seorang bidan di RSUD Gunung Sitoli berinisial MS (43).

Ironisnya, keduanya sengaja datang jauh-jauh ke Pandan, Tapteng hanya untuk melepaskan hasratnya dengan pasangan selingkuhannya.

Saat dilakukan penggerebekan, polisi menemukan pasangan selingkuh ini tanpa mengenakan busana lengkap. Bahkan, MS langsung berlari menuju kamar mandi hotel hanya dengan sehelai handuk menutupi tubuhnya begitu melihat petugas datang melakukan penggerebekan. Sementara seluruh pakaian lengkapnya berserakan di lantai hotel.

“Saat pintu kamar hotel dibuka oleh PN yang hanya mengenakan celana panjang. Sedangkan begitu tahu petugas yang datang, si wanita (MS, red) langsung berlari ke kamar mandi dengan sehelai handuk. Ditanya statusnya, pria beruban itu gugup dan mengaku bahwa mereka bukan pasangan suami istri,” ujar Kapolres Tapteng AKBP Misnan melalui Kasat Sabhara AKP Hartono saat diwawancarai di ruang kerjanya usai penggerebekan, Selasa (29/1).

Dia mengatakan, diduga keduanya telah berbuat mesum. Lalu pasangan ini diboyong ke Mapolres Tapteng guna dilakukan pendataan serta pembinaan.

“Sangatlah tidak etis seorang PNS dengan mengenakan pakaian PNS masuk ke dalam kamar hotel waktu jam kerja. Mereka juga bukan pasangan suami istri, dan kita duga mereka telah berbuat mesum dalam kamar hotel,” terang Misnan.

Lebih lanjut dia menuturkan, menindaklanjuti penggerebekan ini pihaknya akan menyurati keluarga kedua belah pihak. Selain itu, hal ini juga akan disampaikan kepada kepala dinas atau pimpinan tempat pasangan ini bekerja.

“Kita akan beritahukan hal ini kepada keluarga masing-masing agar mereka tahu bagaimana keluarga mereka. Kita akan mempertanyakan bagaimana tanggapan keluarga mereka dengan kejadian ini. Kita tidak mau menutup-nutupi orang yang berbuat zinah,” pungkas Misnan yang memimpin langsung penggerebekan ini.

PN sendiri saat dicoba diwawancarai wartawan, hanya terdiam. Pria yang sudah beruban ini tidak mau memberikan keterangan sedikitpun. Sementara MS sendiri saat diwawancarai, mengaku dirinya sengaja janji ketemuan dengan PN siang itu.

MS yang merupakan PNS di Dinkes Gunungsitoli ini mengaku sengaja berlibur ke Tapteng. Sedangkan PN menyusul datang dari Tapsel setelah mereka sepakat untuk bertemu. Setelah bertemu di Sibolga, pasangan ini kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke salah satu hotel di Kalangan.

“Memang kami bukan pasangan suami istri. Sebenarnya kami hanya ingin curhat saja di dalam hotel. Kebetulan dulunya satu kampung di Tapsel dengan PN. Selain itu, bapak (PN, red) juga bekas guru saya waktu SMP,” kilah MS saat diwawancarai di Mapolres Tapteng, Selasa (29/1).

MS mengutarakan, dirinya sejak 12 tahun lalu ditinggal pergi oleh suaminya marga Ha. Sebelum ditinggal, mereka sempat dikaruniai dua orang anak. Saat itu mereka tinggal di Jakarta. Namun setelah suaminya menikah, MS pun pindah ke Gunungsitoli dengan membawa 2 orang anaknya, dan diterima sebagai tenaga honorer di RSU Gunung Sitoli. Tak lama kemudian, MS diangkat menjadi PNS dan akhirnya tinggal menetap di sana hingga sekarang.

Ditanya apa yang mereka lakukan di dalam kamar, dan mengapa sampai berduaan dalam kamar? Ibu dua anak ini tidak mau memberikan jawaban. Bahkan, saat ditanya mengapa ketika digerebek dirinya hanya mengenakan sehelai handuk? Bu bidan ini pun tetap memilih diam.

MS lalu menerangkan, kalau PN yang merupakan teman curhatnya tersebut diketahuinya sudah mempunyai tiga anak dan masih hidup dengan istrinya di Tapsel. “Kami hanya sekedar teman curhat. Dan pertemuan ini pun kebetulan,” kilahnya lagi.

Harus Diberi Sanksi
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tapsel M Ikhsan Lubis melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar H Ramlan Hasri Siahaan kepada METRO, Selasa (29/1) membenarkan PN tercatat sebagai Kepala SD Negeri Lumban Jabi-jabi, Kecamatan Angkola Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ramlan mengaku terkejut dengan ulah bawahannya, PN, yang menghabiskan waktu untuk hal tak terpuji dan meninggalkan sekolah.

“Hal ini sangat memalukan dan akan dijadikan bahan evaluasi. Kita juga sangat menyayangkan kelakuannya,” katanya. Di sisi lain, ulah oknum kepala sekolah ini menuai tanggapan dari berbagai pihak. Di antaranya, anggota DPRD dan pemerhati dunia pendidikan di Tapsel.

Budi Hutasuhut, salah satu pemerhati dunia pendidikan menyebutkan, pendidik atau guru adalah seorang profesional di bidang pendidikan. Tanggung jawabnya cukup besar karena berkaitan dengan masa depan bangsa dan negara.

“Untuk itu guru harus senantiasa menjadi panutan bagi masyarakat. Makanya, seorang guru harus menjaga perilaku sosial di lingkungan masyarakat, dan tetap menjaga akhlaknya sebagai orang yang menjadi panutan. Maka yang bersangkutan layak mendapat sanksi sosial dari masyarakat,” kata Budi.

Selain itu, sambung Budi, kadis harus memberi sanksi sesuai kode etik profesi guru. Jika yang bersangkutan mendapat sertifikat guru maka sanksi yang diberikan bisa berupa penarikan sertifikat dan penghapusan namanya dari daftar guru yang mendapat sertifikat.

“Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah profesi guru, juga harus turun tangan untuk membersihkan citra guru,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Tapsel Darwis Sitompul meminta Bupati tegas terhadap perilaku buruk dari oknum kepala sekolah yang mencoreng wajah dunia pendidikan Tapsel itu.

“Ini hal yang sangat tidak terpuji apalagi dilakukan seorang guru dengan meninggalkan tugasnya. Untuk itu, bupati harus bertindak tegas dalam hal ini. Kejadian seperti ini juga merupakan salah satu indikasi buruknya disiplin para guru dan pengawasan yang lemah,” lanjutnya.

Hal yang sama juga dikatakan anggota Komisi IV DPRD Tapsel Gunawan Siregar. Ia sangat menyesalkan perilaku oknum kepala sekolah yang telah mencoreng wajah dunia pendidikan.

“Sangat kita sesalkan. Seorang kepala sekolah lebih mengutamakan bertemu pasangan gelapnya daripada bertemu murid-murid di sekolah. Padahal dia itu abdi negara. Bupati harus tegas dalam hal ini, apalagi banyak laporan pada kita pengawasan dunia pendidikan selama ini sangat lemah,” tandasnya. (BIN)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: