//
you're reading...
Nasional

Layak Tidaknya Bus Damri Beroperasi Setelah Dilakukan Survey

damriTANJUNGSARI-BIN,Komisi D DPRD Kabuten Sumedang, Dinas Perhubungan Proponsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, pihak bus Damri, awak angkutan umum 04 jurusan Cileunyi-Kebon Kalapa, Kepolisian Polres Sumedang, Kesbang Kabupaten Sumedang, Organda dan Pihak Kecamatan Tanjungsari, mengadakan sosialisasi tentang pelaksanaan kajian teknis atau survei masalah angkutan umum yang melintas di wilayah Sumedang termasuk bus Damri dan yang sedang bermasalah dengan angkutan umum 04 terkait soal trayek.
Dalam pembahasan itu salah satunya membahas soal bus Damri yang bersitegang dengan angkot 04 karena soal jalur trayek yang di tuding angkot bahwa bus Damri penyebab menrosotnya pendapatan mereka. Dengan adanya tudingan itu maka pihak Dishub Propinsi Jawa Barat pada hari ini Selasa (28/5) selama dua hari ke depan akan melakukan survey.
“Nanti kita akan melakukan survey terlebih dahulu apakah bus damri itu masih di butuhkan oleh para penumpanya atau sudah tidak lagi. Hasilnya nanti setelah pihak kami bersama yang lainya ikut mensurvey di lapangan dengan menanyakan langsung kepada para penumpang,”kata M Anduh Hamzah Kasi Jaringan dan Simpul Dishub Propinsi Jabar saat melakukan pertemuan di Tanjungsari, Senin (27/5).
Tentunya di lihat di lapangan bagaimana para penumpang itu merespon angkutan umum yang biasa di naikinya. Sedangkan para penumpang sendiri banyak pilihanya saat akan menuju tempat yang di tujunya jika menggunakan kendaraan umum.
“Mereka para penumpang itu banyak pilihan saat akan menggunakan kendaraan umum sesuai kebutuhanya. Apakah nantinya akan naik angkot, bus damri atau kendaraan umum lainya. Jika hasil survey dan diataranya bus damri tetap menjadi salah satu pihan tentunya bus tersebut bisa saja kembali beroperasi,”jelasnya.
Di tempat yang sama Ketua Komisi D DPRD Kabupetan Sumedang, Dadang Rohmawan mengaku bahwa kehadiran dirinya di dalam pertemuan tersebut atas undangan Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Barat. Tentunya dalam melakukan survey pihak Dishub sendiri tidak sampai asal-asalan, dan di harapkan dalam pelaksanaanya bisa menilai atau mensurvey secara obyektif dari para pengguna kendaraan umum di sekitar Tanjungsari.
Hasil wawancara dengan responden atau pengguna kendaraan umum tentunya hasilnya bisa secara obyektif. Tidak di arahkan oleh yang mensurvey itu baik untuk kepentingan bus damri atau kepentingan angkot 04.
“Jika melihat dari surat keputusan bahwa kedua trayek tersebut yang mengeluarkanya adalah pihak propinsi, jadi tidak mungkin membuat hasil survey yang di arahkan kepada salah salah satu kendaraan umum tersebut dan tidak etis jika mereka membuat keberpihakan kepada salah satu angkutan umum itu,”pungkasnya.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,290 hits
%d bloggers like this: