//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional, Politik & Korupsi

Dugaan Jual-Beli Gelar Akademik Di STIE Sampit Tidak Tersentuh Hukum

KASUS ijazah palsu masih menjadi batu sandungan dalam proses kemajuan pendidikan. Mantan Ketua STIE Sampit, Drs H. Masbulah MSM, terjerat kasus dugaan jual beli gelar Akademik / ijazah palsu semasa menjabat Ketua STIE Sampit periode 2002 – 2010 lalu. Kasus lain menjeratnya sebagai tersangka kasus korupsi yang sudah ditetapkan oleh kejaksaan negeri sampit.

Kasus yang santer diberitakan sejak awal Maret 2012 bukan lagi sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan sudah mencederai hakikat pendidikan di Kotawaringin Timur yang sedang membangun karakternya. Ternyata kasus ijazah palsu sudah banyak beredar dengan gamblang, ijazah abal-abal sudah diperjual-belikan untuk memenuhi selera nafsu dan mencederai hakikat pendidikan Bangsa. Praktik jual-beli ijazah palsu telah merusak tatanan pendidikan kita. Bukan itu saja, jual-beli ijazah palsu juga merusak mental masyarakat . Praktik demikian inilah yang merusak karakter bangsa, sehingga bangsa ini selalu dihinggapi berbagai keraguan dan kepalsuan dalam tingkah laku berbangsa dan bernegara.
STIE SampitPendidikan menjadi ajang ’’jual-beli’’, persis seperti di pasar yang menawarkan harga sesuai selera setiap orang, bukan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kita. Karena terjebak dalam proses ’’jual-beli’’, pendidikan menjadi pasar yang menghalalkan segala cara untuk mensukseskan yang diinginkan. Asas menghalalkan segala cara ini jelas menjadikan pendidikan hanya permainan saja, karena bukan lagi berusaha mengangkat harkat dan martabat manusia, melainkan mengangkat derajat keuangan yang berkuasa dalam menentukan status manusia.Pendidikan kita bukanlah pasar. Tragedi jual-beli ijazah saja sudah terlarang, apalagi itu ijazah palsu alias abal-abal.
Menurut M.Sofian Aktivis DPW LIRA Kalteng, prinsip pendidikan kita adalah prinsip nirlaba. Prinsip nirlaba mestinya menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, sehingga diharapkan bisa mencegah terjadinya praktik komersialisasi dan kapitalisasi dunia pendidikan. Karena prinsip nirlaba dalam penyelenggaraan pendidikan, menekankan bahwa kegiatan pendidikan bertujuan utama tidak mencari laba, melainkan sepenuhnya untuk kegiatan meningkatkan kapasitas dan/atau mutu layanan pendidikan.
Jelas sekali bahwa praktik jual-beli ijazah mencederai UUD 1945. Simak saja ketegasan UUD 1945 (versi amendemen), pasal 31, ayat 3 yang menyebutkan: Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Pasal 31, ayat 5 juga menyebutkan: ’’Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Penjabaran UUD 1945 tentang pendidikan dituangkan dalam Undang-Undang No 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Saatnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), melakukan koordinasi yang tepat dengan kepolisian RI untuk mengusut tuntas berbagai tragedi jual-beli ijazah palsu. Butuh terobosan-terobosan spektakuler, sehingga kasus-kasus yang mencederai spirit UUD 1945 ini segera berakhir dan pendidikan nasional kita segera mencetak kader-kader unggul yang akan membawa perubahan mendasar untuk Indonesia masa depan.
Menegakkan tujuan pendidikan dalam UUD 1945 menjadi agenda serius Kemendiknas, bukan kasus jual-beli ijazah palsu saja yang sedang merusak pendidikan kita, masih banyak kasus lain yang juga sangat serius, tak lain banyaknya korupsi yang dilakukan kaum berdasi. Kenapa ijazah palsu itu bisa lolos begitu saja, sampai sekarang kasus seperti itu masih ada, walaupun tahu pejabat-pejabat diatas 90% selalu membicarakan merebutkan kantong, tapi apakah mereka membicarakan hal-hal lain lagi?
Pendidikan makin tercoreng lagi dari masalah orang jujur yang tidak mengandalkan kunci malah mendapat seclusion sampai saat ijazah palsu ini beredar, semakin menyadari bahwa ini benar -benar tidak bisa ditoleransikan lagi. Kenapa sepertinya dipenuhi dengan kemunafikkan dan tidak mengerti bagaimana mungkin seseorang bisa bangga dengan memiliki sebuah ijazah yang tidak asli? Padahal dia sama sekali tidak menguasai materi dengan baik. Apa dasarnya seseorang membeli ijazah palsu dengan mengeluarkan uang hingga belasan – puluhan juta rupiah, bukankah itu semakin mencoreng muka pendidikan?
Mungkin memang begitu sifat kebanyakan mereka mengejar kedudukan yang benar – benar tinggi untuk menebalkan kantong mereka saja,dengan mengeluarkan uang belasan juta hanya demi selembar ijazah dan itu palsu. ini mungkin hanya untuk orang kaya yang tidak lulus UN tapi berambisi mendapat jabatan tinggi untuk mempertebal kantong hanya saja dia malas mencoba untuk kejar paket, selain ijazah ada hal yang bisa membantu orang untuk mendapatkan jabatan tinggi yaitu skill yang terpendam pada individu dan tentu saja kemauan. ( deddy dwijaya BIN Kalteng )

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: