//
you're reading...
Nasional, Politik & Korupsi

SMA Negeri Cimanggung Terindikasi Pungli

Diduga sekolah tersebut mengadakan pungutan liar terhadap anak murid didikannya dari mulai kelas 10 sampai kelas 12 dari mulai pembayaran SPP sampai menabung dengan dalih untuk dana yang di pungut tersebut dipergunakan untuk mengadakan tour/karyawisata . Bahkan para guru dalam meminta iuran kepada anak didiknya sangat tidak wajar yaitu dengan mengatakan “jika tidak membayaran dana tambahan sebesar RP. 50.000,- /bulan mereka akan dikeluarkan dari sekolah” secara tidak langsung ini diwajibkan atau dipaksakan . Saat orang tua murid bertanya kepada pihak sekolah tentang pungutan tersebut jawaban yang diterima dari guru memang diharuskan untuk mengikuti karyawisata/tour.

Saat wartawan dari BIN mengkonfirmasi beberapa orang tua murid yang telah dipungut oleh guru, orang tua murid mengatakan kepada pihak media’‘kami sangat dibebankan sekali dengan pungutan yang harus dibayar perbulan oleh sekolah tersebut’’ dan saat wartawan BIN mengkonfirmasi balik kepihak sekolah para guru tersebut mengelak akan adanya paksaan iuran yang harus dibayar perbulan untuk dana tambahan kegiatan tour/karyawisata. Menurut penuturan orangtua murid kepada wartawan BIN “mereka merasa terpaksa dan terbebani karena nya kalau mereka tidak membayar dana iuran sebesar Rp.50.000,- /bulan anak mereka takut dikucilkan atau di keluarkan dari sekolahnya, padahal Peraturan Menteri no. 60 tahun 2011 dilarang ada pungutan liar kalau pun ada, pungutan tersebut harus ada persetujuan dari orang tua untuk menyanggupi dan ijin dari Kepala Dinas setempat secara tertulis. Tetapi anehnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah SMA Negeri 1 Cimanggung untuk melakukan pungli terhadap anak murid siswa – siswi yang ada SMA Negeri 1 Cimanggung.

jika pungutan itu terus berlanjut ini akan merugikan pihak orang tua dan siswa di karenakan faktor ekonomi mereka akan mempunyai beban mental dan merasa terasing, ini berdampak pada saat siswa sedang melaksanakan kegiatan belajar mereka tidak akan konsentrasi belajar karena mereka mempunyai beban takut dikeluarkan dari sekolah. Hal ini sangat ironis sekali yang terjadi didalam dunia pendidikan. Namun peristiwa ini berbeda sekali yang dirasakan oleh oknum guru yang akan merasa diuntungkan dengan dana tersebut. Orang tua siswa yang tidak mempunyai uang pun menjadi terbebani akibat permasalahan ini.kejadian ini bisa memacu kriminalitas pada orang tua siswa yang kesulitan dalam perekonomian.

Dikhawatirkan orang tua siswa yang tidak mempunyai uang untuk membayar mereka akan melakukan apa saja untuk membayar dana tambahan sekolah tersebut. Kejadian ini harus ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang supaya kejadian ini tidak berlanjut. Karena kejadian ini sangat ironis sekali terhadap pendidikan nasional.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: