//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

Empat Tower di Juwana Dipersoalkan oleh Warga

tower jateng(PATI/BIN) – Puluhan warga dari Desa Kauman Kecamatan Juwana Kabupaten Pati protes keberadaan sejumlah tower milik provider telpon seluler di wilayah RT.01 / RW.01 desa setempat. Warga mengaku resah akibat akibat keberadaan tower yang terlalu dekat pemukiman mereka.
Alasan kami melakukan protes terkait dengan adanya tower tersebut adalah keberadaannya itu sudah sangat meresahkan. Mengakibatkan kerusakan pada alat-alat elektronika, mengganggu kesehatan dan yang sangat paling dikhawatirkan adalah jika tower tersebut mendadak tumbang atau roboh akan mengancam keselamatan warga.” Ungkap Dwi Purnomo (43), salah satu warga yang bertempat tinggal di dekat berdirinya tower.
Bukan hanya purnomo yang menyatakan keresahan. Sejumlah warga yang ditemuai koran ini juga menyatakan hal yang sama. Mereka mengaku khawatir. Semenjak keberadaan tower tersebut, sejumlah mengaku mengalami gangguan kesehatan seperti kepala pusing dan menjadi pelupa.
Bukan hanya saya saja mas, banyak warga di desa ini terutama yang tinggal berdekatan dengan tower sering mengalami sakit kepala. Diduga akibat keberadaan tower ini. Anak-anak kecil disini juga sering sakit-sakitan. Memang meskipun belum ada pernyataan resmi secara medis tapi kami yakin sakitnya dikarenakan dampak radiasi tegangan tinggi dari tower ini. Tuturnya.
Purnomo menambahkan, dari sejak awal berdirinya tower tersebut tidak disosialisasikan yang jelas. Apalagi mendapatkan ganti rugi untung dari pihak pemilik tower. Karena itu warga menolak perpanjangan ijin tower dan meminta agar tower yang ijinnya sudah habis masa berlakunya agar segera dibongkar.
Berdasarkan pantauan kami di wilayah itu ada empat tower yang berdiri di tengah-tengah pemukiman warga dengan jarak yang berdekatan.
Koordinator penolakan Antik Dwi Haryanti mengatakan, keinginan warga hanya ingin hidup dengan nyaman tanpa harus dihantui rasa cemas. Karena itu sebagian besar warga sudah sepakat tidak akan memberikan ijin perpanjangan dan menolak jika ada pembangunan tower baru di wilayah mereka.
“Sikap kami sudah jelas kami ingin tower yang masa ijinnya telah habis agar dibongkar dan kami seluruh warga tidak akan sekalipun memberikan persetujuan perpanjangan ijin apalagi jika nanti ada pembangunan tower yang baru tentunya kami akan menolak.” Demikian sikap tegas Antik Dwi Haryanti kepada koran ini kemarin.
Disebutkan Antik, keberadaan tower yang sekarang ini kami nilai sangat tidak lazim karena dalam satu lokasi yang berdekatan terdapat empat tower sekaligus.
Sebagai bentuk protes atas kekesalan warga, warga juga memasang spanduk di sekitar tempat bangunan tower yang bertuliskan nada penolakan perpanjangan ijin warga juga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan protesnya ke aparat desa namun belum ada realisasinya. Warga juga mengancam jika protes mereka tidak ditanggapi akan melayangkan surat aduan ke kantor DPRD dan Bupati Pati. (indro/BIN)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: