//
you're reading...
Opini

Rakyat Disuguhi Janji Kampanye, Lantas Menjamu Wakil Rakyat Harus dengan Apa?

Jika pemilu diibaratkan jamuan makan, tentu banyak pilihan menu calon Wakil Rakyat yang bisa kita pilih, ada calon wakil rakyat dari parpol dengan citra yang baik, ada dari parpol dengan citra yang buruk, ada yang independent, dan ada yang paling segar dari kalangan selebritis.
opini kartunRasa yang ditawarkan lewat janji-janji calon wakil rakyat akan berbeda pada lidah setiap penerimanya, jika dirasa menyenangkan hati maka suara akan dikeluarkan dengan sukarela, namun tidak lantas memberi tanpa harapan pasti. Itulah janji kampanye pemilu, ada janji ada suara, ada suara ada jabatan.
Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai sistem politik perlu diperhatikan oleh setiap calon wakil rakyat, hal ini akan ikut mendukung kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi politik agar meminimalisir angka golput. Di sisi lain, para pelaku politik pun harus sadar akan peran politik yang tidak hanya berbicara kekuasaan namun juga membawa suara rakyat dalam pengharapan masa depan Negara yang lebih baik.
Wajah baru pemimpin masa kini yang diharapkan rakyat tidak mendasar pada “siapa” dia, tetapi “apa” rencana dia dalam membenahi sistem pemerintahan yang efektif dan efisien, tidak membebani tugas wakil rakyat dan meringankan kehidupan rakyat. Sederhana memang saat menyusun janji kampanye, lantas pada saat realisasinya sederhanakah?
Tarik tambang kepentingan
Jabatan telah diraih, tugas wakil rakyat dimulai. Masa inilah tentunya yang paling dinanti-nanti oleh wakil rakyat, dan masa ini juga akan menjadi babak baru permainan politik. Peran rakyat berakhir setelah menyumbangkan suaranya, giliran tangan penguasa memainkan aturan. Dalam hal ini biasanya akan terjadi tarik tambang kepentingan, antara “balik modal” kampanye dengan janji kampanye.
Kini rakyat telah cerdas melihat sosok wakil rakyat antara memang layak dan belum layak dari sebagian contoh kegagalan yang dialami para wakil rakyat saat menjabat. Pada saat itulah komunikator politik perlu melakukan setting dengan pendekatan persuasif, utamanya bisa membaca situasi dan kebutuhan komunikan akan sosok pemimpin yang kredibel.
Jika kita kembali menilik sejarah pesta demokrasi pada zaman orde baru, sempit sekali pilihan pemimpin yang diinginkan rakyat sehingga cenderung lebih mencari sosok. Berbalik cerita dengan keadaan pemilu di masa reformasi sekarang, justru rakyat bingung memilih sosok pemimpin bukan karena kurangnya pilihan, melainkan terlalu banyaknya pilihan pemimpin dari berbagai latar pengalaman politik dan profesi.
Kasus krisis kepercayaan rakyat semakin diperburuk dengan pemberitaan media mengenai masalah hukum yang menjerat wakil rakyat. Lebih condongnya masalah dari pada prestasi yang dicapai hingga menimbulkan carut marutnya pemerintahan, Demokrasi seolah merubah karakter bangsa menjadi “liar” dalam kesadaran bernegara.
Mungkinkah selanjutnya akan terjadi kembali kerusuhan seperti pada masa G30S PKI? Munculnya Tritura bisa saja kembali terjadi, jika permasalahan janji kampanye belum lunas diterima rakyat. Jabatan menjadi taruhan untung membayar hutang janji pada rakyat.

Bibit (tidak) unggul
Berdasarkan ketentuan Pasal 13 Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota jo. Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, serta berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 08 tahun 2013 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Daerah, disebutkan : tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. Ini menjadi cambuk bagi setiap anggota parpol yang memiliki catatan buruk seperti kasus korupsi, pada kenyataannya tidak segan kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.
Fakta sekarang hampir setiap jenjang wakil rakyat tidak lepas dari sandungan kasus korupsi, tentunya hal ini menyeret beberapa parpol yang mendominasi kursi parlemen, timbul pertanyaan apakah parpol tepat saat menyeleksi calon yang akan mewakilinya di parlemen nanti? Atau seperti mengundi lotre? Siapa yang keluar, dia pemenangnya.
Peraturan KPU mengenai standarisasi calon harus dipahami secara seksama dan objektif, walapun terkesan “mudah” menjadi wakil rakyat, tetapi pada akhirnya tidak “murah” untuk mendapatkan suara rakyat. Jika pada masa orde baru banyak aktivis politik yang dipenjara karena membela kepentingan rakyat, ironis dengan masa sekarang dimana setiap pelaku politik dipenjara karena menyengsarakan rakyat.
Pencarian bibit unggul untuk kursi parlemen semakin langka, banyak kaum muda bahkan dari kalangan selebritas yang berani mengadu skill di kursi parlemen, entah dengan tujuan dan kepentingan apa yang mereka bawa, tapi hal itu mengesankan bahwa dunia politik nampak seperti panggung hiburan dengan berbagai tingkah polah pejabat yang konyol bukan memberikan pengetahuan yang tak layak dicontoh.
Jika melihat kembali sejarah, perubahan karakter aktivis politik semakin menurun dengan kurangnya sikap kritis yang mengarah pada tindakan progresif membuat revolusi pemikiran yang tajam. Tapi bukan pemikirannya yang tajam, melainkan senjata tajam yang digunakan saat berorasi, isi pesan tak begitu berarti namun malah menyakiti diri sendiri.(Red)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,560 hits
%d bloggers like this: