//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

WALIKOTA BATAM GAGAL MENCERDASKAN ANAK BANGSA, DIDUGA OKNUM POLISI MENJADI CALO MURID BARU

001 Orang Tua Antri Memasukkan Anak SekolahBatam setiap tahun mengalami masalah dalam penerima siswa anak didik baru di masing-masing tingkat sekolah SD, SMP dan SMA. Orang tua murid harap-harap cemas untuk mendaftarkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan di sekolah. Padahal Negara program utama masalah Pendidikan dalam mencerdaskan anak Bangsa. Dalam Era Globalisasi Negara dan Pemerintahan Pusat mencanangkan wajib belajar di sekolah 9 tahun. Tetapi pelaksanaan yang diterima masyarakat tidak sesuai program tersebut yang telah ditetapkan oleh Negara. Dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28C dan Pasal 31 dan Negara memperoritaskan Anggaran Pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran pendapatan dan Belanja Negara serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk memenuhi Pendidikan Nasional. Sekolah di Batam masih saja mengalami masalah setiap tahunnya dengan alasan kuota bangunan dan local siwa didik sangatlah minim dan selalu dibenturkan opini ketidak kepemihakan dari sisi manapun. Hal ini orang tua yang ingin mennyekolahkan anaknya dibenturkan suatu perangkat komite maupun Nilai yang sangat rendah , akibatnya orang tua selalu risau dan cemas yang berlarut-larut. Penerimaan anak didik yang baru terungkap dari orang tua yang hendak memasukan anaknya untuk mendapatkan pendidikan SD 009 Batam. Rizal mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan yang melihat anaknya tidak Lulus Seleksi yang umurnya sekarang telah memasuki usia 6 Tahun 5 Bulan. Hal ini membuat kecewa Rizal karena anaknya tidak terdaftar dalam urutan penggumuman, kalau memang benar-benar disaring berdasarkan usia selalu tidak berimbang dan selalu dibenturkan kepada komite padahal wajib belajar yang diterima umur 6 tahun keatas. Saya berkomentar seperti ini supaya generasi anak bangsa yang akan datang tidak mengalami seperti ini sampai berlarut-larut yang berkepanjangan dan kebanyakan orang tua tidak berani menggungkapkan kekecewaan tapi hanya teriak dalam hati. Kalau seperti ini setiap tahunnya di Batam orang tua pasti kalut dan juga kalau tidak disekolahkan pasti besoknya menggalami lonjakan, karena setiap tahunnya pertambahan penduduk tidak bisa di tentukan dan dampak yang paling buruk sekolahan menyarankan ke komite. Rizal mengginkan kalau memang berdasarkan usia hendaknya dibuka penggumuman secara transparan , supaya kamipun orang tua tidak risau dan gelisah. Ini tidak, peneriamaan yang di umumkan selalu tertutup dan kamipun tidak punya kemampuan yang lebih untuk cek dan kroscek apakah memang yang diterima adalah berusia yang sesuai dengan veripikasi yang di terima pihak sekolah. Paling saya cuma bisa menanyakan kepada orang tua murid yang diterima. Dan kemarin pihak sekolah dan komite mengumulkan orang tua yang tidak diterima, dalam pertemuan itu mengumumkan membayar uang 1 Juta, inikan sama saja pepatah “dimakan mati Bapak, tidak dimakan mati ibu”. Kalau dipilih ya pasti orang tua sepakat kalau bahasanya seperti itu, bukan mencari solusi yang baik namanya. Sedangkan anak yang gelombang pertama tidak dipungut biaya sepeserpun inikan diskriminasi namanya. Saya berharap kasus seperti ini diproses pihak berwajib atau penegak Hukum, supaya tidak menjadi lebih buruk dunia pendidikan di Batam yang akan datang terangnya kepada Media BIN.
Anggota komite Burhan dikomfirmasi mengatakan, bahwa kami telah mengadakan rapat bersama kepala sekolah dan ketua komite ibu Emi masalah biaya 1 Juta. Yang intinya uang itu kami punya program untuk membangun sekolah untuk keperluan anak didik dan orang tua nantinya. Karna ketua komite juga selalu mengadu kepada saya terkait itu dan kalaupun orang tua murid tidak mampu pasti kami beri kemudahan. Banyak juga yang nitip-nitip yang bukan orang tua murid dan ada juga dari anggota polisi yang nitip dan yang lainnya, padahal bukan anaknya setelah kami ketahui. Diduga orang tua anak meminta tolong untuk masuk sekolah. Ketika ditanya anak gelombang pertama apakah dipungut biaya dan apa ada petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan ada Diskriminasi. Burhan mengatakan kalau anak gelombang pertama tidak dipungut Biaya karena dianggap sudah layak untuk masuk sekolah yang sesuai dengan program 7 Tahun dan mengenai petunjuk teknis hasil rapat dan masalah Diskriminasi Burhan engan berkomentar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di jumpai ke kantor ( 26-07-2013) salah seorang petugas penjaga mengatakan tidak dikantor, dan dihubungi Hp pun Mati. Apa biaya yang di pungut oleh pihak sekolah yang tidak ada ketentuan Pemerintah disebut PUNGLI??? .
Kepala Daerah Walikota Batam Drs Ahmad Dahlan .MH dan Wakil Kepala Daerah Rudi yang di komfirmasi masalah penerimaan Anak Siswa Baru yang diidenkan dengan komite dan selalu ajang pungli, fungsi dari komite dan apakah komite Aparatur Negara dan berapa lama jabatannya oleh Media BIN, tidak membalas.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,290 hits
%d bloggers like this: