//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Dugaan Jual-Beli Gelar Akademik Di STIE Sampit Segera Terungkap

STIE SampitWajah dunia pendidikan tinggi di Sampit Kab.Kotim Kalimantan Tengah, tercoreng dengan adanya dugaan telah terjadi jual – beli gelar akademik di perguruan tinggi swasta (PTS), STIE Sampit . Kab. Kotim Kalimantan Tengah, adalah aib yang amat memalukan.
Ingin memperoleh gelar tinggi rupanya masih menjadi incaran bagi orang – orang berduit yang tidak ingin susah-susah belajar. Akibatnya berbagai upaya pun dilakukan termasuk mengincar gelar instant dan palsu serta illegal demi tujuan tertentu termasuk jabatan.
Fenomena gelar palsu alias instant serta illegal ini bak pukulan telak ke jantung pendidikan tinggi, yang diduga dilakukan mantan ketua STIE Sampit Drs.H. Masbullah, MSM dan oknum dosen yang terlibat dalam pengkondisian jual beli gelar akademik di perguruan tinggi swasta (PTS), STIE Sampit . Kab. Kotim Kalimantan Tengah. Praktek Jual – Beli Gelar Akademik tersebut diduga berlangsung mulai tahun 2002 – 2010, semasa Drs.H. Masbullah, MSM sebagai ketua STIE Sampit dan juga sebagai Dosen Kopertis Wilayah XI Kalimantan Kab. Kotim – Kalteng.
Koordinator Kopertis Wilayah XI Kalimantan Prof.Dr.Ir. H. Sipon Muladi . Kepada BIN Prof.Dr.Ir. H. Sipon Muladi mengatakan” tidak tahu adanya Praktek Jual – Beli Gelar Akademik di STIE Sampit tersebut, dengan alasan luasnya wilayah yang mereka awasi” Dari pantauan BIN dilapangan, di STIE Sampit ada dua Dosen Kopertis Wilayah XI Kalimantan, Drs.H. Masbullah, MSM Mantan Ketua STIE Sampit dan Dra. Seanewati Oetama.MSM yang dulu pernah menjabat Pembantu Ketua I di STIE Sampit. Jawaban Ketua Kopertis Wilayah XI Kalimantan Prof.Dr.Ir. H. Sipon Muladi tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. Bisa dikatakan melakukan pembiaran dengan apa yang terjadi , dugaan telah terjadinya jual – beli gelar akademik di perguruan tinggi swasta (PTS), STIE Sampit . Kab. Kotim Kalimantan Tengah.
Mantan ketua STIE Sampit Drs.H. Masbullah, MSM saat BIN mau konfirmasi pekan lalu tidak bersedia ditemui ditelpon tidak diangkat. Sementara Dosen Kopertis Wilayah XI Kalimantan Dra. Seanewati Oetama.MSM belum bersedia ditemui. Dosen sebagai penjaga gawang moral dan etika sudah terkontaminasi virus komersialisasi dan pembohongan terhadap publik. Yang paling disesalkan praktik jual beli gelar Akademik, dilakukan sebagian PNS untuk mengejar gelar S1 guna kepentingan Administrasi dan Birokrasi ”. Pertanyaannya apakah perguruan tinggi swasta yang mengeluarkan ijazah instan itu terakreditasi dari Kemendikbud? Penangkalan gelar palsu hanya bisa dilakukan dengan membangun rasa malu. Sebab maraknya jual beli gelar disebabkan orang ingin menaikkan prestige dengan menghalalkan pepesan kosong bernama gelar.
Drs.HM.Thamrin Noor . MM Ketua STIE Sampit yang menjabat mulai tahun 2010 sampai sekarang ini, juga tokoh masyarakat dan Ketua Pimpinan Daerah Nahdatul Ulama Kotim pada BIN mengatakan “ Tidak ada kaitannya dengan masa kepemimpinannya sekarang, kalo itu memang benar, yang berbuat harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saya akan benahi STIE Sampit jauh lebih baik dan bersih, kami tidak tawarkan janji dengan adanya bangunan baru sekarang di STIE Sampit itulah bukti nyata kinerja kami.” Ucapnya.
Dra. Matha Ujai menyangkal bahwa selama ini STIE Sampit Ijazahnya tidak pernah berubah-rubah dari dulu sampai sekarang? Arkedeus.BT.SE.MSM. juga menambahkan kami sesuai Prosedur melakukan proses IJAZAH STIE Sampit tersebut. Tapi bukti data yang ada pada BIN berbeda dengan pernyataan Dra. Matha Ujai dan Arkedeus.BT.SE.MSM. Ijazah tersebut sudah tiga kali perubahan,dan prosesnya pun instan / Ijazahnya Asli Prosesnya Palsu (ASPAL)
Drs.HM.Thamrin Noor MM juga terkejut setelah Kolap BIN Kalteng menunjukan bukti telah dicetaknya IJAZAH STIE Sampit dengan warna logo yang berbeda sebanyak 75 lembar pada bulan januari 2012 tampa sepengetahuannya. Kabar dari mahasiswa dan mahasiswi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan IJAZAH STIE yang dikeluarkan pada bulan januari tersebut sempat beredar dengan pungli bervariasi dari 1 juta, 3 juta s/d 8 juta.
Ketua Sekretariat Lembaga DPW LIRA Kalteng M. Sofian berpendapat” Ada asap tidak mungkin tidak ada api? Meski bukan berita baru lagi, kelaparan terhadap gelar akademik kini kian dirasakan seiring untuk mencapai gelar sarjana guna mendapatkan kepangkatan yang diinginkan. Tuntutan seperti ini adalah baik, sebab dapat meningkatkan profesionalisme. Sayangnya, niat baik para PNS untuk meningkatkan jenjang pendidikan hingga ke S1 disalahgunakan oleh sejumlah oknum yang tidak pernah bertanggung jawab dalam pengelolaan yang diindikasikan pendidikan hitam diperguruan tinggi STIE Sampit Kab. Kotim Kalimantan Tengah. Hanya dengan kuliah satu – dua kali seminggu dan dengan membayar uang kuliah yang sudah disepakati, dalam tempo 2 tahun bahkan 1 tahun gelar akademik pun sudah ditangan”. Pungkasnya pada BIN .

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,290 hits
%d bloggers like this: