//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

OKO SPARE PART HP MELECEHKAN PELANGGAN

Sebut saja Gono, Pengusaha yang berkecimpung di dunia jual beli spare part hand phone yang berlokasi di daerah Jatinangor, bos pemilik toko Star Jaya pelaku penghinaan juga pelecehan kepada salah seorang pelanggan (11/09/2013).
Kronologis kejadian bermula ketika salah seorang pelanggan membeli spare part (touch screen dan LCD Maxtron type MG 223) pada tanggal 10/09/2013 dengan total harga Rp.80.000 Rupiah, transkasi di hari itu lancar dan kedua belah pihak sepakat bahwa barang yang dibeli itu tidak ada garansi. Berhubung pada hari itu adalah hari kerja, sang pelanggan bergegas berangkat ke kantornya dengan terburu-buru, maka pengerjaan servicenya ditangguhkan sampai pulang ke rumahnya pukul sebelas malam lebih. Ketika hendak mulai memasang LCD (setelah pemasangan touch screen) selesai, tinggallah pemasangan LCD nya, namun diurungkan, berhubung dengan adanya keganjilan yang ada pada LCD tersebut. Berbekal dari pengalamannya dalam hal servis, dia mengurungkan niatnya untuk mematri bagian LCD dengan pertimbangan karena tidak ada garansi, “lebih baik konfirmasi aja dulu sama Gono, siapa tahu bermurah hati dan bisa diganti LCD nya, minimal ditukar bagian yang cacat dari LCD dengan yang agak mulus”, harapnya, namun kenyataan berkata lain, niat baiknya itu malah dibalas dengan penghinaan, ”elo aja yang engga bisa nyelvis (dengan logat bahasa totoknya)”, juga pelecehan rekan kantornya, “bawa aja olang kantolnya kesini (sambil senyum sinis)”, dan mengusirnya “pindahin aja ke sebelah sana !!! (padahal etalase sebelah sedang ada transaksi), “sebentar dulu dong (sambil memelas) ini kan lagi masang,” sambil mundur kebelakang karena etalase di dorong dari depan, padahal sang pelanggan ketika itu tengah memasang hp yang masih tercecer bagian-bagiannya. Itung itung untuk dokumentasi kejadian, jepret, jepret sang pelanggan yang ternyata seorang wartawan mengabadikan tindakan pelecehan di hari itu (11/09/2013). “silahkan aja ke dalam pak motonya, sekalian biar hasilnya lebih bagus”, ejek Gono, menghalangi bagian yang di photo dengan menutup rolling door. Terakhir Gono enggan memberikan LCD yang diminta untuk barang bukti. Malah memberikan uang Rp.80.000 Rupiah dengan cara yang kurang wajar, sebagai bentuk pembatalan transaksi LCD dan uang tersebut tidak diambil tapi hanya meminta barang bukti LCD yang tidak diberikan oleh bos gono, maka pergilah pelanggan tersebut dengan bermacam-macam pikiran yang berputar diatas kepalanya.
Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini adalah anak bangsa yang terdampar di rumah sendiri dengan arogansi yang melanda disetiap lini kehidupan masyarakatnya. Yah Cuma berharap kesenjangan ini akan berakhir, Tapi sampai kapan? Mungkin bersabar itu lebih baik. Ya atau tidak ?…. (Abl)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: