//
you're reading...
Politik & Korupsi

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SUAP WARTAWAN

DSC01004BELITUNG BABEL – BIN Dalam program pemerintah provinsi Bangka Belitung dalam melakukan  Proyek pemeliharaan jalan yang dilakukan oleh  Satker PU Pusat pelaksanaan jalan nasional  wilayah II Provinsi Bangka Belitung pemeliharaan jalan di lakukan di lokasi Tanjungpandan Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung. Pelaksanaan tersebut di lakukan oleh Pt Karya Mulya Nugraha, PT Anugrah Bakti Persada JO dengan Direktris Vivi yuliana dan kosultan PT Triduta Mitra Parama dengan site Enggineer saudara Ricard Hendrik yang di sebut bukan pemilik perusahaan menurut Dadi M ST,MT selaku Pejabat komitmen dalam hasil Tim Investigasi di lapangan Tim menilai bahwa hal tersebut mutlak.

Dalam penyelenggara anggaran di duga kuat menggunakan  dari  DAK dan APBD sebesar Rp 4,2 Milyar. Jalan sepanjang 4 km meliputi ruas jalan Zainudin Aba, jalan Merdeka dan jalan Sabar,  dikerjakan oleh PT. Baliton Cakra Perdana pemilik perusahaan Yusnandar, nama yang tidak asing lagi merupakan kontraktor abadi proyek jalan di Kabupaten Belitung dan memiliki beberapa perusahaan.

Kakak dari Yusnandar, Thomas Japri bendahara DPD Golkar tingkat I, memiliki perusahaan PT. Bangka Cakra Karya yang saat ini sedang mengerjakan proyek jalan di Renggiang Belitung Timur.

PT. Baliton Cakra Perdana  jika tidak menggunakan cara kolusi dan nepotisme, sebenarnya tidak  memenuhi syarat untuk memenangkan tender proyek jalan karena peralatan yang dimiliki sudah tua dan terbatas. Terbukti dari hasilpekerjaannya saat ini jalan bergelombang dan cacat karena disaat finishing pengaspalan, alat pneumatic roller yang dipakai tidak layak sehingga aspalnya melekat pada ban menjadikan aspal terkelupas.
Hasil pantauan  Tim, banyak masyarakat mengeluh dengan kualitas jalan baru, pengaspalan terkesan asal jadi, lapisan aspal tipis, bergelombang, licin, seperti disemen. Kemungkinan di tempat pencampuran material atau Aspalt Mixing Plant (AMP), campuran abu batu yang seharusnya diimpor dari luar negeri diganti dengan pasir halus, sehingga apabila dibor akan mengeluarkan warna putih, jika campuran abu batu sesuai, kalau dibor akan mengeluarkan warna ke abu-abuan. Tim BIN menemukan dan memotret  hasil pengeboran berwarna putih.
Indikasi korupsi  juga terlihat dari cara penempatan papan proyek yang  disembunyikan dibawah pohon pisang dan rerumputan. Kalau tidak ada kecurangan, kenapa  tidak diletakan di perempatan jalan yang hanya berjarak sekitar 35 meter dari lokasi papan proyek saat ini, supaya dilihat dan dibaca oleh masyarakat.
Cara penulisan biayapun tidak masuk akal, Rp 4.271.863,- (dalan hitungan jutaan) sehingga kalau sepintas kita lihat biaya hanya sedikit, padahal jumlahnya Rp 4.271.863.000,- (dalam hitungan miliar). Dilihat dari fisik proyek, lapisan aspal yang tipis dengan biaya Rp 4.271.863.000,- dibagi 4 Km memakan biaya sebesar Rp 1.067.965.750,- dalam setiap 1 km, tentu sangat tidak masuk akal.

Kejadian ini sudah berlangsung lama dan berulang kali, Berita Investigasi Nasional menghimbau kepada seluruh masyarakat Belitung untuk  bersatu  menghentikan praktek korupsi seperti ini, karena uang yang dipakai untuk membangun adalah hasil dari pembayaran pajak rakyat.

“Tidak perlu takut dengan siapapun dalam memberantas korupsi,  bahwa peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Negara diatur oleh Undang-Undang nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme jo Peraturan Pemerintah nomor 68 tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam penyelenggara Negara”.

Maksud peran serta masyarakat ini untuk mewujudkan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaraan Negara yang bersih diwajibkan dalam bentuk antara lain : mencari, memperoleh dan memberikan data atau informasi penyelenggara Negara, dan hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggungjawab terhadap kebijakan penyelenggara Negara.

Dengan berjalannya waktu, pejabat pembuat komitmen juga memberi surat  keterangan sebagai balasan atas surat klarifikasi yang dilayangkan oleh media BIN yang isinya bahwa semuanya sudah di lakukan sesuai prosedur, namun menambahkan “lampiran” dalam surat tersebut yaitu sejumlah uang sebesar Rp. 5.000.000,- terhadap wartawan Media BIN dengan dalih sebagai tanda bukti kerjasama.

Hal tersebut sudah jelas gampang ditebak bahwa pihak PU merasakan akan kesalahannya sehingga memberi sejumlah uang demi menutup semua kecurangan juga tindak pidana korupsinya kepada media BIN.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat 1 bahwa setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit dua ratus juta rupiah dan paling banyak satu miliar rupiah. Jika yang digunakan adalah dakwaan primer dan subsider, ancaman hukuman yang digunakan adalah ancaman maksimal, yakni hukuman seumur hidup dan atau denda 1 (satu) miliar rupiah. Jadi, hakim mempunyai diskresi untuk menentukan hukuman bagi pelaku suap antara hukuman minimal 4 (empat) tahun dan maksimal seumur hidup. Begitu juga dengan dendanya mengikuti denda maksimal sesuai dengan ketentuan di atas.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: