//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Ratusan Pedagang PPM dan Mangkikit Sampit Padati Ruangan DPRD Kotim

MANGKILIT

SAMPIT-KALTENG-BIN,Ratusan Pedagang yang berasal dari Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pedagang dari Pasar Mangkikit (Pasar Subuh) di Sampit menyambangi DPRD Kotim untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dengan Polemik yang hingga saat ini masih berkepanjangan antara kedua kubu Pedagang Ikan, Daging, Ayam dan Sayur dikedua pasar itu.Rapat dengar pendapat di DPRD Kotim sudah pernah digelar namun belum juga menemukan titik terang, kesimpulan bahkan  rekomendasi, hingga sempat ditunda  dan akan dilanjutkan pada selasa 8/10 kemaren yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kotim H.Supriadi Didampingi Ketua Komisi II Otjim Supriyatna dan sejumlah anggota Komisi I dan II DPRD serta dihadiri oleh pihak pemerintah daerah  Kabag Ekonomi WIM RK Benung serta  Jajaran Dinas pasar dan pengurus pasar.

Informasi yang berhasil dihimpun Media BIN bahwa Pihak Pedagang Ikan Mentaya (PIM) yang berada di Sebelah Selatan  Pusat Perbelanjaan Mentaya PPM Sampit itu Merasa Dirugikan dengan Keberadaan dan Berubah Fungsinya Pasar Mangkikit ( Pasar Subuh ) yang terletak disebelah Barat,  tidak jauh dari PPM  yang saat ini juga ikut menjual Ikan, Daging dan Ayam.

Menurut Ibu Sri Mulyani mewakili para rekannya di Pasar Mangkikit, pihaknya sudah sejak lama menempati pasar mangkikit, mereka keberatan jika direlokasikan untuk pindah dari lokasi  sekarang  dan mereka sangat sepakat jika pemerintah daerah mendirikan bangunan yang lebih layak namum mereka meminta harus tetap di areal yang sekarang “kami sudah lama berjualan disini dan kami tidak mau kami dipindahkan nanum jika dibangun pasar paremanen kami sangat mendukung hal itu“ tegasnya.

Menurut M.Rofik Sekretaris Asosiasi Pedagang Ikan PPM Sampit,  dengan keberadaan Pasar Mangkikit sebenarnya mereka tidak merasa keberatan, karena kedua pasar ini dari dulu saling mendukung satu sama lainnya dan fungsi Pasar subuh dari awalnya sudah baik, namun saat ini nampaknya Pasar ini berubah fungsi yang awalnya tidak  menjual Ikan, Daging dan Ayam namun saat ini mereka juga menjual hal itu, dengan perubahan ini menurut Rofik, Polemik ini berasal yang akhirnya timbul  persaingan yang tidak sehat dan sangat merugikan pihaknya, Rofik berharap selaku perwakilan Rekan-rekan nya, meminta kepada Pemerintah Daerah terkait agar bisa menata, mengatur dan mengembalikan Fungsi Pasar ini seperti semula, sebagaimana surat yang dikeluarkan oleh kepala dinas pasar supaya tidak berjualan daging dipasar subuh (makikit) karena tidak diperuntukan untuk berjualan ikan dan daging “oleh sebab itu kami menutut supaya surat yang dikeluarkan oleh Bupati dan Dinas pasar itu harus benar-benar di tindak lanjuti, sebab selama ini dengan adanya para pedang ikan, daging yang berjulan di pasar subuh kami pedagang ppm sangat dirugikan hingga terjadi persaingan yang kurang sehat akibat harga antara PPM dan subuh harga tidak merata dan perbedaan harga terlalu jauh ,kami tidak masalah harga berbeda tapi alangkah santunya jika sesuai dengan aturan ,biar pun berbeda tapi tidak terlalu jauh lah bedanya“ ungkap Rofik.

Lebih lanjut ia mengatakan kami juga meminta kepada pemerintah daerah agar segera memindah para pedagang ikan dan daging yang lokasinya jauh dari pasar ikan di PPM ini sesuai dengan surat intruksi Bupati pada tanggal  9 perbuari 2009 yang saat ini belum dilakukan oleh Dinas dan intasi yang bersangkutan “katanya

Sementara dari berbagai pendapat yang muncul pada RDP digedung DPRD Kotim semua sepakat memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah yang dibacakan oleh Pimpinan Rapatr H.Supriadi mengeluarkan rekom yaitu :diminta agar pemerintah daerah menata dan membangun kembali pasar mangkikit supaya lebih layak ,dan pemkab supaya cepat melakukan penertiban dan pembinaan terhdap para pedagang yang tidak mengantongi izin ,selain itu juga pemkab dituntut untuk melakukan pembinaan secara berkala terhadap semua pedagang pasar yang ada di PPM dan pasar Subuh sehingga kedepannya bisa lebih baik dan lebih maju lagi.

Selain itu diminta kepada pemerintah daerah supaya secepatnya mengambil langkah-langkah terkait penertiban dan kelancaran lalulintas di pasar hingga tercipta keamanan dan kenyaman para pedagang dan juga para pengunjung pasar dan pemerintah daerah supaya secepatnya melakukan pengaturan kepada para pedagang pasar di PPM dan pasar Subuh(Mangkikit)sesuai dengan ketentuan dan atauran yang berlaku “kami berharap rekomendasi yang dikeluarkan hari ini bisa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada sehingga kedepannya kita bisa lebih baik lagi yang tidak punya izin harus dibina “Ungkap Supriadi (to)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,290 hits
%d bloggers like this: