//
you're reading...
Agama, Hukum & Kriminal, Internasional, Nasional, Politik & Korupsi

” dia mengatakan, lembaga itu bukan yayasan teroris “

Issu Teror

Issu Teroris menjalar ke segenap Yayasan, ada apa di balik semua itu?Sebagai media Profesional  sudah semestinya memahami konsep tabayyun dan prinsip pemberitaan berimbang serta netralitas. Apabila hendak mengungkit sebuah keyakinan (Aqidah)  yang sesat, kesemuanya sudah  tertulis di dalam kitab para agamawan,  dan tidak perlu kita nukilkan omongan-omongan mereka karena hanya akan menyesakkan dada dan mengeruhkan pikiran.  Orang-orang yang masih memiliki akal sehat dan pikiran yang lurus akan enggan mendengarkannya, apalagi sampai mau mengikuti mereka.

Sebagaimana yang dihembuskan oleh  pemimpin PBNU Sa’id Aqil Siroj yang mensinyalir adanya  12 yayasan beraliran garis keras yang patut diwaspadai. Bahkan, diprediksi dapat memunculkan potensi  lahirnya gerakan terorisme baru. beliau mengatakan, yayasan tersebut berlokasi  di Makasar, Lampung, Mataram, Jakarta, Sukabumi, Surabaya, Bondowoso, Cirebon, dan Jember. Namun, dia mengatakan, lembaga itu bukan yayasan teroris, hanya radikal yang mendekati  ancaman terorisme.  “Tapi diduga dapat melahirkan benih-benih teroris,” kata Said Aqil  usai melantik pengurus baru PWNU Jawa Timur, (13/8/2013).

Menurutnya, hal itu terbukti dimana santri dari yayasan As-Sunnah di  Cirebon menjadi “tersangka”  kasus pengeboman. Dia mengatakan, “bila pemerintah ingin membubarkan aliran ini, maka NU akan sangat mendukungnya. Said mengatakan, salah satu yayasan itu adalah Yayasan Al-Fitroh, beralamat di Perumahan Galaxi Ruko 26-30, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya. Yayasan ini diketuai Ainul Haris. Di Jakarta, tambah Said, ada Yayasan Al-Sofwa di Lenteng Agung, Jakarta Selatan”.

Ajaran salafi Wahabi juga ada di Jalan Kali Tanjung, Kecamatan Grahsan, Cirebon, Jawa Barat. Faham mereka, menurut Said, dibawa Yayasan As-Sunnah. Said menjelaskan, “salafi Wahabi memang tak mengajarkan cara mengebom. Tapi mereka Islam radikal”. Mereka menganggap ziarah kubur itu bid`ah dan menuduh warga NU kafir sehingga halal untuk dibunuh. “Ajaran mereka sedikit lagi jadi teroris. NU tegaskan tak terlibat terorisme. NU akan melawan dan siap di belakang Presiden bubarkan ormas radikal,” tegas Said.

Lalu bagaimana seharusnya seorang yang cerdas, terlebih bagi orang yang di pandang berilmu itu berbicara secara ilmiyah, bukan pembicaraan asal bunyi yang di barengi dengan sikap memprovokasi umat?. Tentu orang pintar akan bisa mencerna dengan baik semua tuduhannya.

Yayasan As-Sunnah Cirebon, Jawa Barat, membantah mengajarkan paham radikal, dan para santrinya menjadi tersangka pengeboman. Yayasan As-Sunnah juga membantah melarang ziarang kubur dan mengafirkan ormas tertentu. Ini semua dinilai Yayasan As-Sunnah sebagai dusta dan zalim.

Bantahan itu disampaikan Ketua Yayasan As-Sunnah Cirebon Ust. Muhammad Toharo Lc melalui pernyataan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (27/8). Tudingan Yayasan As-Sunnah mengajarkan paham radikal dan ajaran yang menyimpang disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saiq Aqil Siraj.

Menurut Ust.Toharo Lc, Yayasan As-Sunnah memiliki legalitas hukum dari Kementerian Hukum dan HAM. Dalam beramal dan berdakwah Yayasan berpedoman pada Alquran dan Hadis, mengedepankan faktor ilmiah, hikmah dan kelembutan. Yayasan sama sekali tidak menyerukan melawan dan memberontak kepada pemerintah.

Dalam pendidikan, Yayasan As-Sunnah resmi  berafiliasi dengan Dinas Pendidikkan dan Kementerian Agama RI. Tak ada satu pun santri atau alumni yang jadi tersangka pengeboman. Bahkan, Yayasan aktif membantu pemerintah meluruskan pemahaman terorisme dan radikalisme lewat radio, majelis ta’klim dan buku-buku.

Ikhwal  faham Wahabi, Ust.Toharo Lc menjelaskan, itu merupakan isu yang diusung pihak ketiga untuk memecah belah umat. Ust.Toharo Lc  meminta media mengedepankan persatuan dan ketentraman, bukan memprovokasi dan curiga.

Yayasan Assunnah membantah pernyataan ketua umum PBNU itu. Dalam siaran persnya, Ketua Yayasan Assunnah Cirebon, Muhammad Toharo Lc, menegaskan Yayasan Assunnah Cirebon resmi mempunyai legalitas hukum dari Kemenkumham.

“Yayasan Assunnah Cirebon dalam ilmu, amal, dan dakwahnya bermanhaj (mempunyai metode) Alquran dan Alhadis dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah/ Assalafushalih (para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in) Rodhialloohu ‘anhum,” ujar Muhammad Toharo.

Dalam berdakwah, beliau,mengatakan Yayasan Assunnah Cirebon mengedepankan keilmiahan, hikmah, dan kelembutan.

Yayasan Assunnah Cirebon mendakwahkan untuk menaati Pemerintah RI dalam hal yang makruf dan menyerukan untuk tidak melawan/berdemonstrasi/memberontak kepada pemerintah. Jika diperlukan nasihat kepada pemerintah, harus dilakukan dengan cara yang baik dan santun secara langsung dengan mendatanginya, dan mendakwahkan kepada umat untuk mendoakan pemerintah dengan doa-doa kebaikan untuk mereka’‘, tuturnya.

Muhammad Toharo menegaskan, Yayasan Assunnah Cirebon menyelengarakan pendidikan resmi berafiliasi dengan Dinas Pendidikkan dan Kemenag RI dan tidak pernah ada satu pun santri atau alumni yang menjadi tersangka pengeboman, hal ini bisa dicek dari catatan data santri dan instrumen manajemen lainnya.

Tak hanya itu, Yayasan Assunnah Cirebon aktif membantu pemerintah untuk meluruskan pemahaman terorisme dan radikalisme, melalui media radio dakwah, majelis taklim, membagikan buku-buku tentang bahaya radikalisme dan terorisme, serta tablig akbar tentang itu yang bekerja sama dengan Polres Cirebon Kota dan pihak keamanan terkait.

“Adapun tentang wahabi, hal ini telah menjadi isu pemecah belah antara paham tradisional dan pemahaman pemurnian Islam sejak dahulu. Sejatinya, beberapa ormas yang mempunyai pemahaman pemurnian Islam dan ormas yang mempunyai pemahaman tradisional tersebut sudah ada sejak dulu dan kedua belah pihak selalu berusaha untuk berdiri di atas tatanan ilmiah dan mempertahankan ukhuwah Islamiyah,” katanya.

Namun, lanjut Ust. Muhammad Toharo Lc, munculnya aktivis dakwah di daerah melalui yayasan-yayasan salafiyah Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengusung pemurnian Islam di berbagai wilayah di Indonesia, seolah menjadi ‘wahabi baru yang radikal’ isu ini diusung dan diprovokasi oleh pihak ketiga untuk memecah belah masyarakat, bahkan memprovokasi mereka untuk bermusuhan.

Ia mengajak umat Islam untuk mengedepankan keilmiahan, mempertahankan ukhuwah Islamiyah, persatuan dan ketenteraman bangsa. Menebar berita bohong dan data yang tidak valid adalah mufakat sebuah kezaliman dan melanggar peraturan dan perundangan Pers Indonesia, contohnya seperti kesalahan alamat Yayasan Assunnah Cirebon adalah suatu hal yang dianggap sepele, akan tetapi fatal (akibatnya-red).

Menurut dia, tuduhan bahwa Yayasan Assunnah Cirebon sebagai yayasan radikal, santrinya menjadi tersangka pengeboman, melarang ziarah kubur, dan mengkafirkan warga ormas adalah tuduhan dusta dan zalim yang dialamatkan kepada Yayasan Assunah Cirebon ini.

“Mari mengedepankan keilmiahan, mempertahankan ukhuwah Islamiyah, persatuan dan ketenteraman bangsa, menjauhi provokasi serta su’udzon. Mari mengedepankan komunikasi yang sehat dan adil. Untuk Lembaga pemberitaan dan narasumber sebaiknya lebih arif dan cerdas lagi dalam mengangkat isu dengan mengecek data, tabayyun (mencari kejelasan-red) , dan memperhatikan etika Islami dalam menyampaikan informasi juga peraturan dan perundangan pers yang berlaku,” tutur dia.

Ust.Muhammad Taharo  Lc menegaskan, Yayasan Assunnah Cirebon insya Allah selalu siap bekerja sama dengan Pemerintah NKRI untuk meluruskan pemahaman dan memerangi pemikiran radikal dan terorisme (dari faham khawarij-Red).

“Kami mempersilahkan siapa pun untuk berkunjung, bersilaturahim untuk tabayyun atau konfirmasi untuk lebih mengenal Yayasan Assunnah Cirebon,” katanya mengungkapkan.

Tentang tuduhan terorisme yang diarahkan kepada Salafiyin, Syaikh Dr. Muhammad bin Musa Alu an-Nashr pernah memberikan tanggapan disaat kedatangan Syaikh Dr. Muhammad bin Musa Alu an Nashr di kota Solo, dalam rangka muhibbahnya ke beberapa kota, di antaranya Solo dan Yogyakarta, alhamdulillah telah menambahkan pemahaman di dalam beragama, khususnya kepada Salafiyin, dan kaum Muslimin pada umumnya. Dari sesi tanya jawab, nampak beragamnya persoalan atau perkara-perkara yang ingin diketahui kaum Muslimin. Di antaranya persoalan yang kembali muncul ke khalayak, yakni issu global tentang terorisme. Sebuah ironi, Salafiyin tak kurang mendapatkan tuduhan semacam. Padahal Salafiyin berlepas diri dari sikap ekstrim seperti itu. Bagaimanakah pandangan Syaikh Dr. Muhammad bin Musa Alu an Nashr menanggapi issu terorisme yang diarahkan kepada Salafiyin? Berikut adalah beberapa nukilan penjelasan beliau -hafizhahullah- menanggapi pertanyaan tersebut saat muhadharah di Masjid al Karim, Pabelan, Sukoharjo, Surakarta pada hari Ahad, 19 Februari 2006. Penjelasan beliau ini ditranskrip dan diterjemahkan oleh Abu Abdillah Arief Budiman bin Usman Rozali .

Saya (Syaikh Dr. Muhammad bin Musa Alu an Nashr, Red) katakan :
Orang yang menuduh kita sebagai teroris, ia termasuk ahlul ghuluw (berlebih-lebihan dalam tuduhannya). Ia tidak mengerti dakwah salafiyah. Dakwah salafiyah adalah dakwah Islam. Dakwah salafiyah adalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.  Dakwah salafiyah berdiri di atas aqidah yang benar, aqidah yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berkeyakinan dengannya. Dakwah salafiyah tegak di atas manhaj (jalan, metode, tata cara-red) Islam yang benar dan lurus, berdiri di atas dalil. Dakwah ini benar-benar mengagungkan as-salaf ash-shalih (generasi terdahulu yang shalih-red), dari kalangan para shahabat dan tabi’in. Dakwah ini mengagungkan dan menghormati dalil, (berupa) firman Allah dan (sabda) Rasul-Nya, tidak mengutamakan dan mengedepankan perkataan siapapun (di atas perkataan Allah dan RasulNya) betapapun tinggi derajat dan kedudukan orang itu. Dakwah salafiyah menyeru kepada Allah, kepada ajaran Islam yang benar, seimbang dan adil. Menyeru kepada kelemah-lembutan dan menolak kekerasan. Maka, menuduh dakwah salafiyah sebagai terorisme adalah DUSTA!. Merekalah yang jelas-jelas nyata paling menentang dan membantah pemikiran terorisme ini, baik dengan tulisan-tulisan di dalam kitab-kitab mereka, kaset-kaset kajian ilmiah mereka, dan dari seputar kajian-kajian ilmiah mereka secara langsung. Hal ini diketahui oleh setiap munshif (orang yang adil dalam menghukumi-red).

Oleh karena itu, demikianlah keadaan para da’i yang berdakwah kepada Allah, keadaan para penuntut ilmu agama. Mereka akan selalu mendapatkan halangan dan rintangan serta hambatan dari  orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah. Mereka akan disakiti oleh para penentang itu.

Orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah, (mereka) tidak akan pernah berhenti melancarkan usaha-usaha keji (yang mereka buat), berupa provokasi, menaburkan bibit-bibit pertikaian dan permusuhan di kalangan masyarakat, sehingga para da’i yang ikhlas berdakwah kepada Allah dan para penuntut ilmu agama, (mereka) akan selalu mendapatkan rintangan ini. Pernah terjadi (red) Ada dua pondok pesantren yang bermanhaj salaf di sebuah pulau. Setelah orang-orang sesat, dan orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah ini mengetahui keberadaan dua pondok pesantren ini, mereka segera menghasut masyarakat setempat, dan akhirnya merekapun berhasil menghancurkan dan memporak porandakan ke dua pondok pesantren ini.

Tidak ada yang memacu mereka untuk melakukan tindakan keji ini, melainkan hasad, dengki dan kebencian yang membakar dada-dada mereka terhadap para da’i dan para penuntut ilmu agama yang benar dan lurus.

Demikianlah, karena orang sesat memang tidak akan pernah mencintai kebenaran dan ahlinya!

Lihatlah! Sekarang banyak jamaah dengan bermacam-macam pola mereka, ada yang ke barat, ada yang ke timur. Semuanya mengikuti jalannya masing-masing yang berbeda-beda. Kecuali, hanya dakwah salafiyah yang diberkahi Allah ini. Golongan inilah yang tetap konsisten berpegang teguh kuat-kuat dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berada di atasnya.

Lalu ada makar apa dengan tuduhan Said Aqil Siradj terhadap 12 Yayasan Dakwah  itu? sedangkan beliau adalah termasuk salah satu Agen yang diduga dari Aliran Sesat Syiah Iran?

Dua berita menyangkut  Said Aqil Siradj berkaitan dengan Iran dan syiah (aliran sangat sesat dan sangat kejam terhadap Islam yang berpusat di Iran), merupakan bukti yang tidak dapat dibantah lagi. Karena di antaranya justru yang memberitakan adalah situs resmi di PBNU, http://www.nu.or.id. Selain itu, yang jadi pertanyaan, apakah PBNU telah berkomplot dengan syiah dan Iran?

Menurut Cholil  Nafis, diam-diam, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj membuat nota kesepamahaman (MoU) dengan Universitas al-Mustafa al-’Alamiyah, Qom, Iran. Dokumen kerjasama di bidang pendidikan, riset dan kebudayaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Dewan Syuriah PBNU. Dokumen tertanggal 27 Oktober 2011 itu dibuat dalam dua bahasa, Persia dan Indonesia.

Dari pemaparan diatas, sudah cukup bagi warga Negara untuk  segera  menyadari  akan bahaya provokasi yang bisa menyebabkan konflik horizontal, jika tidak sesegera mungkin diantisipasi akan bahaya  kerusakan yang diakibatkan oleh ulah segelintir orang yang tidak memahami  akan makna  kebenaran .

Bangunlah dari tidur-mu,  sadarlah dari kelalaian-mu! Janganlah kamu menjadi  kendaraan  tipu daya orang-orang  yang bersikap melewati   batas .  untuk berbuat kerusakan di muka bumi !

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: