//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional, Politik & Korupsi

DIKNAS DUKUNG KEPSEK SMPN 3 SILAT HILIR MELARIKAN DANA BOS ?

dana-bos

Kepala Sekolah adalah sebagai ujung tombak, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan dan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Hal tersebut sesuai yang diamanatkan oleh UUD 1945, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan, dan 8 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang berisi tentang 8 Standar Nasional Pendidikan.

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 dijelaskan bahwa, Kepala Sekolah harus memiliki lima standar kompetensi yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervise, dan sosial. Kepala Sekolah yang memilik lima standar kompetensi tersebut akan mampu secara optimal merencanakan, merancang, memprogramkan, melaksanakan, dan mengevaluasi, serta mengadakan tindak lanjut untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pengelolaan pendidikan yang telah dilaksanakannya.

Pengelolaan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah harus didukung oleh kelengkapan berbagai jenis dan macam administrasi pendidikan yang tertib dan teratur untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan Sekolah.

Tetapi di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di SMPN 3 Kecamatan Silat Hilir kenyataan di lapangan sangat jauh dari harapan di atas. Seorang Kepala Sekolah bernama Adoi Swardi yang baru menjabat sebagai Kepala Sekolah sejak Bulan Februari 2013 (menggantikan Lukman S.Pd.) telah melarikan Dana BOS yang seharusnya dipergunakan semaksimal mungkin untuk dunia pendidikan. Menurut informasi yang diperoleh Tim Investigasi pencairan dana BOS semenjak Adoi menjabat sebagai Kepala Sekolah sudah dilakukannya sebanyak dua kali, yaitu Triwulan Kedua dan Triwulan Ketiga. Di mana Triwulan Kedua Adoi hanya mempergunakan untuk kepentingan pendidikan atau hanya mempertanggung jawabkan sebesar 10 Juta rupiah dan selebihnya 12 Juta rupiah tanpa keterangan. Keserakahan dan keegoan Adoi menjadi-jadi, pada Triwulan Ketiga Adoi melarikan semua uang BOS tersebut yaitu sebesar Rp. 22.040.000,-.

Yang menjadi pertanyaan bagaimana mungkin seorang Kepala Sekolah bisa mencairkan Dana BOS seorang diri tanpa persetujuan Bendahara sekolah? Diketahui pencairan melalui khusus Bendahara BOS pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu? Kenapa dana tersebut bisa dicairkan? Alasan sakti apa yang dikeluarkan Adoi? Atau apa mungkin peraturan tidak berlaku di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu? Ya…. Sekilas seperti itu adanya.

Tetapi menurut informasi yang diperoleh Tim Investigasi bahwa Adoi Swardi merasa besar kepala, tinggi hati serta seolah-olah kebal terhadap hukum di karena dia telah melakukan suatu tindakan besar yang berhasil menyelamatkan kecurangan atasannya di Kabupaten. Selalu diutarakannya bahwa dia adalah penyelamat petinggi-petinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu pada permasalahan pembangunan Sekolah SMPN 3 Silat Hilir ini dulu.

Sejak dibangun sebesar Rp. 1,2 Milyar yang merupakan hasil sumbangan/bantuan luar negeri, sekolahan tersebut telah bermasalah karena kekurangan/kealpaan di bangunan LAB, Mess Guru dan Rumah Kepala Sekolah. Dan dapat disimpulkan melihat dari kenyataan di lapangan, Adoi Swardi sengaja dipasang sebagai Kepala Sekolah untuk balas jasa. Adoi memperoleh dukungan karena diarahkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu. Untuk lebih menguatkan prasangka negative di atas perlu di pelajari sikap petinggi-petinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu dalam menanggapi keluhan langsung dari Kepala Desa, Ketua dan Sekretaris Komite Sekolah serta dua orang perwakilan wali/orang tua murid.

Di hadapan Kepala dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu serta dihadiri Itoni dan Kusnadi, mereka mengeluhkan bahwa semenjak menjabat Kepala Sekolah, Adoi tidak pernah/sangat jarang datang ke sekolah. Dia hadir hanya disaat mencairkan Dana BOS (mungkin hanya mengambil Cap dan persyaratan lain) dan menghilang setelah menyerahkan uang sebesar 10 Juta Rupiah untuk membayar honor guru-guru sejumlah 4 orang di sekolahan tersebut. Honor tersebut hanya membayar Bulan April, Mei dan Juni 2013. Sedangkan Juli, Agustus dan September 2013 masih nunggak. Semua Kekejaman Adoi disampaikan bergantian dan tidak sampai disitu. Dia bahkan tidak menyediakan/membelikan kertas, kapur dan ATK Sekolahan lainnya. Sehingga lumpuh total lah SMPN 3 Silat Hilir tersebut.

Kekejaman Adoi dan perilaku yang sangat mustahil dilakukan seorang guru yang baik atau kepala sekolah putra daerah dari kampung halamannya sendiri mengorbankan anak-anaknya hanya untuk melunaskan utang jasa yang mereka tak pernah terima. Permasalahan tersebut dimusyawarahkan Komite Sekolah bersama orang tua murid dan masyarakat setempat. Sehingga disepakati agar anak-anaknya tetap bisa ujian mereka mengumpulkan uang semampu mereka untuk membeli keperluan Ujian.

Libur sekolah setelah ujian kenaikan kelas berakhir sudah, tetapi di karenakan keterbatasan sekolahan tersebut proses belajar dan mengajar belum bisa dilakukan. Batang hidung manusia “Komunis” yang melarikan Dana BOS tetap tidak terlihat. Sehingga kembali diadakan rapat Koordinasi Komite SMPN 3 Silat Hilir dangan Orang Tua Siswa/I SMPN 3 Silat Hilir pada Tanggal 16 September 2013. Inilah maksud kedatangan perwakilan masyarakat Silat Hilir ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu saat ini. Mereka meminta agar Drs. Adoi Swardi digantikan dan proses belajar mengajar untuk anak-anak mereka bisa normal kembali.

Walau pun di Berita Acara Kesepakatan disebutkan tanggal terakhir kesabaran masyarakat setempat yaitu sampai tanggal 1 Oktober 2013 dan telah ditandatangani 108 orang, tetapi permasalahan Dunia Pendidikan di Silat Hilir tidak terselesaikan bahkan semakin memprihatinkan. Yaitu saat awal Bulan Oktober 2013, Adoi Swardi tiba-tiba muncul di sekolah. Bukannya memperbaiki kesalahan yang telah dilakukannya, Adoi malah mengelar Rapat dengan tujuan menggantikan Komite Sekolah (dia mengganggap Anggota-anggota Komite Sekolah yang telah mengusiknya).

Bahkan dengan garangnya Adoi yang berjiwa Preman Kampung memaksakan kehendak untuk tetap menggantikan Dewan Komite Sekolah. Seorang diri menentang warga sekampung sepertinya tidak melemahkan Adoi sehingga hampir terjadi perkelahian antara dia dan warga. Sudah terbaca bahwa semua terjadi karena Petinggi-petinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu mendukung atau malah memberikan solusi permasalahan Adoi dan apa yang harus dilakukannya.

Adoi hadir di saat yang tepat (batas waktu yang diberikan warga kepada Dinas Pendidikan) dan melakukan sesuatu yang tepat (menggantikan Komite sekolah) untuk mengamankan kediktatorannya. Bagaimana dia sudah salah tetapi berani berbuat seperti itu kalau tidak didukung oleh atasannya? Bagaimana nasib Dunia Pendidikan di Kecamatan Silat Hilir kalau Kepala Sekolah dan Pengayom mereka (Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu) tidak meperdulikan serta memikirkan kemajuannya? Apakah tidak ada lagi orang yang berniat dan berani menolong mereka dalam memperjuangkan hak mereka hanya seperti seharusnya, tidak meminta lebih?

(dan di mana dewan yang pernah meminta dan telah membawa suara-suara mereka duduk di gedung megah yang sesungguhnya adalah milik mereka? tetapi apa yang bisa diharapkan dari manusia-manusia pelupa?)

“Diperoleh dari sebagian kecil guru-guru senior bahwa selama ini selalu terlihat jelas pihak Dinas Pendidikan Kabupaten bahkan Provinsi dengan sengaja tidak menyalurkan dana tunjangan guru.

Walaupun beberapa kali (pada awal-awal berita adanya tunjangan) mereka bersangka baik dengan mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten bahkan pernah mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi dengan membawa segudang berkas yang dipersyaratkan dalam Undang-undang yang mereka pelajari sendiri karena tidak pernah dijelaskan secara langsung dan detil tetapi hanya menghasilkan kekecewaan saja.

Bahkan semakin mereka mempertanyakan hak-hak mereka semakin menggila Dinas Pendidikan memperlakukan mereka”.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: