//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Bos Tambang Liar Kabur

bos tambangSAMPIT-KALTENG-BIN,
Polres Kotawaringin Timur (Kotim) telah merazia penambangan tanpa izin (peti) di Sungai Renggong, Desa Pantai Harapan, Kecamatan Cempaga Hulu, Sabtu (19/10) siang lalu. Polisi menangkap dan menahan 12 pelaku penambangan liar yang berlokasi di kawasan perusahaan PT Windu Nabatindo Lestari (NBL) itu. Sementara pemilik modal penambangan liar berhasil kabur.
“Kita cuma anak buah yang kerja ikut orang. Ketika penangkapan kemarin (Sabtu), bos kita melarikan diri,” kata Aspiani, warga Kasongan yang ditetapkan sebagai tersangka.
Aspiani menambang bersama lima warga asal Kabupaten Kapuas, yakni Fikal, Deni, Prangko, Jaelani serta Berdi. Rombongannya baru dua hari bekerja di lokasi tambang setelah dibawa oleh seorang pemilik mesin yang merupakan warga desa setempat, yakni DN.
”Kami baru dua hari bekerja. Rencananya hari Minggu (20/10) tadi kami mau pulang, namun terlebih dahulu tertangkap,” ungkap Aspiani.
Dari pengakuan Aspiani dan kelima rekannya, dalam sehari pendapatan mereka antara Rp100-125 ribu. “Kalau upah dihitung per gramnya hanya dapat Rp 20 ribu, sangat kecil sekali. Tambah lagi tertangkap seperti ini, dan sebelumnya tidak pernah masuk penjara. Saya stres sekali rasanya, bagaimana nasib anak istri saya,” keluh Aspiani.
Kapolres Kotim AKBP Himawan Bayu Aji saat gelar ekpose kemarin (21/10) mengatakan, kasus ini akan terus didalami untuk mencari tahu siapa aktor intelektual di belakang tambang ilegal itu.
“Atas dasar apa mereka bekerja, apakah ada yang membiayainya,” ungkap Himawan. Pihaknya juga telah mengantongi beberapa nama yang saat penangkapan sebelumnya sempat melarikan diri, kini dalam tahap pengejaran mereka.
Dari rombongan Aspiani, Fikal, Deni, Prangko, Jaelani, dan Berdi, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin, katu sedot, cangkul, sekop, selang sambung cabang enam, alat penyaring plastik, pipa paralon yang disambung dengan selang spiral, selang gabang, alat dulang, botol bekas kemasan berisi pasir tambang yang mengandung pasir zircon dan emas yang belum dimurnikan, dan empat buah karpet karet sepanjang 130 cm.
Tiga tersangka lain yang ditangkap di TKP berbeda yakni Loteng, Amir Mirahadi Kusumajaya, dan Rino Purnama merupakan warga asal Sangai, Kecamatan Telaga Antang. Mereka mengaku sudah dua bulan bekerja di lokasi tersebut. Di lokasi ini, polisi mengamankan masing-masing satu buah alat penyedot pasir, dulang emas, selang gabang, selang spiral beserta tempat penyaring, selang tembak cabang lima, pipa paralon, botol kemasan air mineral yang berisikan pasir zirkon dan emas yang belum dimurnikan.
Sedangkan Nurdiansyah alias Syamsudin alias Udin merupakan warga asal Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Dari Nurdiansyah, aparat berhasil mengamankan satu buah mesin alkon, ayakan dari kawat, cangkul, sekup, serok, selang tembak cabang tiga, selang tembak, selang gabang, garung, selang spiral, pipa paralon, karung berisikan pasir zircon 20 kg dan empat karpet berisi pasir zircon yang mengandung emas.
Dari semua tersangka penambangan emas dan zirkon di Sungai Renggong, hanya satu pelaku yang merupakan warga desa setempat, yakni Sukran. Sukran ketika itu dibekuk bersama Irwan Setiawan Saputra alias Dunia alias Idun yang merupakan warga Desa Cempaka Mulia Barat. Aparat mengaman- kan peralatan Sukran dan Irwan berupa satu buah biji slenger, alat dulang, cangkul, sekup, selang sambung cabang lima, selang tembak cabang tiga, satu potong selang spiral, pipa paralon, selang gabang, selang spiral bersambung pipa paralon, satu botol bekas kemasan air mineral berisikan hasil tambang yang mengandung pasir zirkon dan butiran emas yang belum dimurnikan.
Himawan mengatakan, operasi Peti Telabang 2013 digelar di seluruh lingkungan wilayah hukum Polda Kalteng. “12 orang ini sudah kita lakukan penyidikan dan sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Himawan. Selain itu dari empat TKP tersebut berhasil diamankan barang bukti.
Atas perbutanya itu para pelaku dibidik dengan Pasal 158 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara (minerba) dengan ancaman 10 tahun penjara. ((To))

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: