//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Tikus-tikus Pengadaan Alkes Dr.Murjani ditangkap

alkes 6SAMPIT-KALTENG-BIN,
Kerja keras/super Ektra dua Tim bekerja sama baik dari Satuan Tugas (SATGAS) Kejaksaan Agung (KEJAGUNG) Jakarta dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampit berhasil membekuk dan menjemput paksa Asep Aan Apriadi (36) Direktur PT. Sanjiko Abadi didaerah Pondok Kopi Jakarta Timur pada Selasa (3/12) setelah lama dicari dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian orang (DPO).

Tersangka Asep pakai Rompi Orange, Kepala Kejaksaan Nanang Ibrahim Saleh pakai Payung setelah turun dari Pesawat

Tersangka Asep pakai Rompi Orange, Kepala Kejaksaan Nanang Ibrahim Saleh pakai Payung setelah turun dari Pesawat


Pria asal Bandung yang memiliki 2 KTP ini ditangkap atas Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Dr. Murjani Sampit Kalimantan Tengah merugikan Negara diperkirakan mencapai 3,9 miliar Rupiah dari tender yang dimenangkannya sebesar Rp. 20.168.000.000,-
Dihadapan awak media Kepala Kejaksaan Negeri Sampit Nanang Ibrahim Saleh mengatakan “Tersangka Asep ditangkap pada hari Selasa (3/12) saat dia melakukan pengiriman barang diwilayah Pondok Kopi Jakarta Timur”, yang sebelumnya Tim dari Kejagung telah membuntuti tersangka dari belakang sedang dalam perjalanan, setelah tiba ditempat itu tersangka sangat terkejut dan tidak berkutik saat dibekuk dan akhirnya diboyong oleh petugas, ucap Nanang.
Kepala Kejaksaan Negeri Sampit Nanang Ibrahim Saleh ditengah HM. Karyadie Kasi Intel (memakai Topi) ketika mengadakan Jumpa Pers

Kepala Kejaksaan Negeri Sampit Nanang Ibrahim Saleh ditengah HM. Karyadie Kasi Intel (memakai Topi) ketika mengadakan Jumpa Pers


Menurut Nanang tersangka Asep termasuk dalam lingkaran terpidana Nazarudin , saat ini Buku Kontrak, Surat Permohonan, termasuk faktur pembelian Barang Alkes sudah diamankan sebagai barang bukti.
Diungkapkan Nanang, dari hasil penyidikan yang dilakukan pihaknya, banyak sekali ditemukan penyimpangan-penyimpangan pengadaan Alkes Rumah Sakit Umum Dr. Murjani Sampit ini, dicontohkannya dari spesifikasi hingga Mark up serta harga barangnya, ditemukan ada 32 item barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi pengadaan Alkes ini, sehingga total kerugian Negara diperkirakan sebesar 3,9 miliar rupiah, ungkap nya
“Asep yang memiliki dua buah KTP yang berbeda Alamat ini sudah lima kali dipanggil Kejaksaan Negeri Sampit namun tidak pernah mau datang”, Tersangka ini sangat sulit dipanggil dan tergolong sangat licin, selama ini dia selalu berusaha untuk melarikan diri, tempat tinggalnyapun selalu berpindah-pindah, hingga akhirnya kami harus segera mengambil sikap,” kata Nanang.
Informasi yang berhasil dihimpun, Setelah berhasil ditangkap tersangka Asep langsung diterbangkan ke Sampit melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan Pesawat Kalstar tiba di Bandara H.Asan Sampit pada Rabu (4/12) sekitar jam 08.15 Wib.
Kedatangan Rombongan Tim Kejaksaan Negeri Sampit dengan membawa tersangka Asep yang dipimpin langsung Oleh Kepala Kejaksaan Nanang Ibrahim Saleh, didampingi oleh Kasi Intel HM.Karyadie,Kasi Pidsus Yan Syafrudin serta penyidik lainnya dibawah guyuran hujan turun dari pesawat Kalstar disambut oleh banyak wartawan yang mengabadikan gambar dari kejauhan menghindari camera dari curahan hujan, tersangka Asep nampaknya banyak tertunduk malu menghindari sorotan Camera wartawan yang mengabadikan poto dirinya.
Sebagaimana telah diketahui bahwa Sebelum kasus ini mencuat kepermukaan Tim yang berbaju Coklat tua dari Kejaksaan Negeri Sampit telah mendatangi RSUD Dr.Murjani Sampit, pada 17 Juni 2013 yang lalu , kedatangan Korps Adiyaksa ini telah melakukan pemeriksaan terhadap pe­ngadaan/ pembelian Alat Kesehatan ( Alkes ) Rumah Sakit Umum Dr. Murjani Sampit yang bersumber dari dana yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kabupaten Kotawaringin Timur tahun Anggaran 2012 senilai 19,1 miliar rupiah yang telah dimasukan kedalam penyusunan rencana kerja angaran (RKA) tahun 2012.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan beberapa bukti-bukti dan melihat langsung peralatan yang sudah dibeli yang dananya berasal dari APBD, Tim penyidik langsung menuju ruangan Direktur RSUD Dr.Murjani Sampit di Lantai II , setelah beberapa saat berada dalam ruangan Tim penyidik langsung keluar menuju ruangan dimana Alat Kesehatan yang baru dibeli itu ditempatkan, dengan menggunakan baju khusus Tim penyidik tapaknya meneliti satu persatu dari Alkes tersebut salah satunya seperti CT Scan, mereka melakukan pencatatan, sekitar jam 14.00 Wib Tim Korps Adiyaksa meninggalkan Rumah Sakit.
Setelah ditinjau dari pengajuan Penawaran tiga Kontraktor yang mengikuti lelang ini, PT. Sanjiko Abadi (sebagai Pemenang lelangnya) sedangkan dua PT lainnya yakni PT.Bina Inti Sejahtera, PT. Rajawali Kencana Abadi tersingkir, diduga kuat besar kemungkinan terjadi Mark up dalam pembelian Alat tersebut, disamping itu pula kuat dugaan bahwa ada orang dalam yang mengatur skor (nilai) dan pemenang lelang ini sudah diatur sebelumnya.(to)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: