//
you're reading...
Opini

Demi Kekuasaan, rakyat dijadikan Tumbal Politik

ahmad

Oleh : Achmad. S
Penulis adalah Kepala Biro KBB Berita Investigasi Nasioanal (BIN)

Seiring dengan pertumbuhan  perekonomian  kita saat ini, masyarakat menengah kebawah hanya bisa mengeluh   dan pasrah atas meningkatnya inflasi  yang saat ini kian tinggi hingga membuat harga-harga kebutuhan pokok melambung .  Hal tersebut  sungguh sangat ironis jika  dibandingkan dengan  fenomena korupsi yang semakin variatif dan menggurita disegala bidang dan bentuk. 

Bisa kita  bayangkan apabila korupsi dapat  ditekan lebih rendah bahkan kalau bisa diberantas  maka dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi yang positif  akan semakin baik . Tumbuhnya  tingkat ekonomi   yang tinggi ternyata belum bisa menjadi titik ukur meningkatnya  kesejahteraan rakyat secara mayoritas.  Hal demikian  akibat  kebijakan  perekonomi Negara yang hanya berorientasi pada pertumbuhan belaka   bukan pemerataan. Sehingga yang kaya semakin kaya yang miskin tetap miskin.

Bukankah selama ini kepentingan/aspirasi rakyat telah diperjuangkan oleh para Wakil Rakyat  Bapak/ Ibu  anggota Dewan  yang  terhormat ? Tetapi mengapa  pada kenyataannya aspirasi   tersebut  hanya dijadikan order proyek yang  selanjutnya malah menjadi kepentinganpribadi untuk  memperkaya diri sendiri bukan untuk kepentingan rakyat, tidakkah terpikirkan oleh mereka ?  sebelum terpilih menjadi  Anggota Dewan yang terhormat,  mereka    merengek kepada rakyat minta  dipilih menjadi utusannya  di parlemen. Dengan segala janji palsu dilontarkan hingga membius Rakyat agar  memilih dirinya. Bahkan berani  membeli suara, yang penting  terpilih menjadi wakil rakyat walau berapapun uang yang harus dikeluarkan  untuk membeli suara tersebut . Hal demikian  sudah berlangsung lama dan yang lebih parahnya kini sudah menjadi  tradisi  untuk menjadi  anggota dewan  harus mengeluarkan   banyak uang .

Dengan demikian setelah duduk di parlemen bukanya  Rakyat yang mereka pikirkan melainkan bagaimana caranya agar uang yang telah dikeluarkan bisa kembali  berikut kelebihannya. Berbagai upaya dilakukan,  Semata-mata untuk memperkaya diri,   seolah – olah situasi dan kondisi sudah serba memungkinkan hingga mereka lupa dan lalai dengan segala Janji yang pernah di ucapkannya. Ketika Rakyat resah  akibat  terus menerus dijadikan alat tumbal politik guna kepentingan para penguasa secara pribadi  membuat rakyat marah  dan melakukan demo besar-besaran   menuntut hak dan   aspirasinya yang tidak kunjung direalisasikan,  hal tersebut justru  menjadi  proyek besar  bagi mereka.   Melalui skenario  menjadi perwakilan Rakyat yang sesungguhnya mereka melakukan  berbagai argumentasi  bagaikan pahlawan agar yang menjadi  kebutuhan rakyatnya  segera dipenuhi , Namun  setelah semuanya terpenuhi  mereka sibuk merekayasa laporan Berita Acara Fiktip guna menutupi segala kesalahannya karena anggaran yang didapat lebih besar ketimbang rakyat yang mengajukannya , kemudian mereka mengundang beberapa Wartawan Untuk  dapat menyampaikan segala aspirasi busuk yang  telah  direkayasa  melalui kata pantun pemanis kata disampaikannya ke hadapan publik  guna menutupi segala macam kebokbrokannya.

Sementara Rakyat yang hanya Mempunyai  kewenangan terbatas  di ombang-ambing dalam arus kebimbangan Lalu  mereka bersama  oknum-oknum penggerak demo menghabiskan waktunya di tempat-tempat  hiburan malam ditemani wanita-wanita penghibur dengan menghambur-hamburkan uang yang seharusnya untuk kesejahteraan Rakyat.  Tak ubahnya mereka bagaikan predator  yang bergentayangan di muka bumi,   kenyataan ini bukan saja merupakan opini publik namun benar-benar terjadi dan masih dalam penyelidikan pihak-pihak terkait dalam rangka pengumpulan data akurat yang selanjutnya menggiring para idiot ini ke ranah Hukum (RED)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: