//
you're reading...
Politik & Korupsi

Komite MTS Cikancung Pangkas BSM

CIMG1003

Ketua Komite MTs Cikancung

Ketua Komite MTs Cikancung

Bandung, (BIN).- Bantuan dana BSM Semestinya, diberikan kepada masing-masing siswa dengan Pengelolaan dan pemanfaatan telah diatur sebagaimana panduan Direktorat Jenderal Bidang Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Bantuan tersebut merupakan program Pemerintah dengan tujuan membantu pembiayaan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu.

Komite MTs Negeri Cikancung, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, diduga menyalah gunakan bantuan Siswa Miskin (BSM) @Rp.350.000,- /siswa penerima BSM dari jumlah siswa kelas 3 sebanyak 293 siswa. Sedangkan bagi siswa yang menerima BSM sebanyak 111 orang. peyimpangan dan penyalahgunaan tersebut berawal dari modus pungutan liar untuk biaya tambahan pelaksanaan Ujian Negara (UN) yang diminta dari siswa masing-masing sebesar @Rp.300.000 dan biaya perpisahan @Rp.50.000,- /siswa penerima BSM. Sedangkan bagi siswa yang tidak memperoleh BSM, diminta Rp.200.000,-/siswa untuk membayar biaya UN dan acara resepsi Perpisahan.

Realisasi pengelolaan BSM MTsN Cikancung, tidak relevan dengan petunjuk dan teknis yang dicanangkan oleh pemerintah, karena itu sejumlah orang tua siswa yang merasa dirampas hak bantuan untuk siswa, mengeluhkan masalah tersebut melalui Kantor Redaksi Berita Investigasi Nasional terkait penyimpangan dan penyalahgunaan pengelolaan dana BSM MTsN Cikancung I yang dilakukan oleh Komite Sekolah tanpa adanya persetujuan Kepala Sekolah yang bersangkutan.

Sewaktu pertemuan untuk klarifikasi dengan Ketua Komete MTsN Cikancung I, Adang Saepudin, yang saat didampingi pula dari pihak sekolah yang diwakili oleh Ketua Bidang Kesiswaan, Adi, Humas Nandang M, S.Ag, Bendahara dan Tata Usaha MTsN Cikancung I, serta perwakilan dari orangtua siswa Ustdz. Dudung Abdulah mereka berdalih dengan alasan inisiatip pihak komite sekolah untuk pengumpulan dana swadaya masyarakat dalam hal ini para orangtua siswa untuk membantu pembiayaan, sehubungan akan diadakan kegiatan akhir tahun ajaran 2013-2014.

Komite Madrasah Tsanawiyah Negeri Cikancung I, Adang Saepudin, ketika itu kepada BIN, menjelaskan alasan melakukian pemotongan dana BSM tersebut berdasarkan hasil rapat Komite dengan sejumlah perwakilan komite yang kemudian di tuangkan pada berita acara, tanggal 7 Januari 2014, tentang penyampaian program kegiatan MTsN Cikancung, akhir tahun ajaran 2013/1014. Kendatipun pada berita acara tersebut tidak menyinggung persetujuan bantuan biaya untuk UN dan acara resepsi perpisahan, memotong dana BSM. Sementara itu Adang menyampaikan pula hasil kesepakatan tersebut adalah sebagai berikut:“Pihak orangtua siswa mendukung program kegiatan yang akaan dilaksanakan oleh sekolah, perpisahanuntuk kelas IX akan dilaksanakan didalam lingkungan sekolah dan untuk kelancaran, kemeriahan dan kesuksesan acara kegiatan acara perpisahan siswa kelas IX pihak orang tua siswa siap berperan serta untuk membantu pembiayaan,” papar Adang Saepudin pula kepada BIN.

Berdasarkan catatan yang disampaikan oleh bendahara dan Tata Usaha MTsN Cikancung, bahwa jumlah siswa kelas 3 (tiga) tercatat sebanyak 293 siswa, sedangkan yang memperoleh BSM tercatat sebanyak 111 orang.
Mencermati Panduan pelaksanaan pengelolaan BSM tahun 2013, Bab I huruf (g) tentang pemanfaatan dana BSM, Direktorat Jenderal Bidang Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas RI), mengatur hal-hal sebagai berikut, yaitu:
Penggunaan dan pemanfaatan dana BSM di MTsN seharusnya dipergunakan untuk membantu pembiayaan pendidikan bagi siswa miskin, yakni untuk pembelian buku dan alat tulis, pembelian pakaian dan perlengkapan sekolah, seperti sepatu, tas, pakaian dan lain-lain, biaya transportasi ke sekolah. Uang saku siswa ke sekolah. Dan Biaya kursus/les biaya tambahan diluar lingkungan sekolah.

Lebih lanjut pada Bab V, huruf (d) tentang sekolah, berbunyi bahwa tata tertib pengelolaan dana BSM, berbunyi: kepala Madrasah mengetahui dan melaksanakan pengelolaan BSM sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bidang Pendidikan Dasar, Kemendeknas RI. Tidak melakukan manipulasi jumlah siswa penerima BSM, dengan maksud untuk memperoleh bantuan lebih besar. Tidak melakukan pungutan dan pemotongan dalam betuk apapun dan alasan apapun juga. Dan selanjutnya pihak madrasah/sekolah mengumumkan daftar penerima BSM. (Tim Investigasi)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: