//
you're reading...
Nasional

Serah Terima Kartu Sementara Program Keluarga Harapan

kel harapanPati (BIN) Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto, SH.MM.M.Si menyerahkan kartu sementara Peserta Program Keluarga Harapan tahun 2013. Sebanyak 20.447 Keluarga Sangat Miskin yang tersebar di 402 desa / Kelurahan di 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pati masuk menjadi Peserta Program Keluarga Harapan 2013 dengan total bantuan sebesar Rp.12.063.475.000,-
Data awal sebelum validasi yang dikutkan menjadi peserta program keluarga harapan 2013 adalah 25.034 Keluarga Sangat Miskin berasal dari 404 desa/Kelurahan yang tersebar di 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pati. Setelah di validasi oleh 77 pendamping maka yang berhak menjadi peserta PKH tersebar di 402 desa/Kelurahan. Sedangkan dua desa lainya masih ada kendala yang dihadapi sehingga masih menunggu validasi. Kedua desa tersebut adalah Desa Geritan, Kecamatan Pati, Jawa Tengah dan Desa Sonorejo kecamatan jakenan tidak divalidasi dikarenakan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2011 tidak ada daftar keluarga sangat miskin.
Sedangkan di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo sebanyak 194 KK dan Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo sebanyak 256 KK serta Desa Plosokerep tidak mau divalidasi, karena meminta penundaan validasi disebabkan jumlah keluarga Sangat Miskin hasil data BPS 2011 tidak sesuai dengan jumlah yang ada di desa sehingga di takutkan terjadi polemik dikemudian hari.
Menurut Bupati pati Haryanto, Program keluarga Harapan memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat. Karena selain bisa menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan, juga bisa mendorong partisipasi sekolah. Sehingga nanti kedepanya tidak ada lagi anak putus sekolah di Wilayah Kabupaten Pati. Karena selain PKH, ada program BOS dan Beasiswa Siswa dan siswi miskin berprestasi serta Program Gerakan Orang Tua Asuh yang saling mendukung untuk meringankan biaya pendidikan terutama bagi keluarga miskin di Wilayah Kabupaten Pati.
“Dengan program-program yang ada diharapkan tidak ada warga Pati yang tidak lulus SMA dan sederajat”. Lanjut Bupati.
Apalagi, katanya, disadari bahwa tingkat pendidikan juga berpengaruh pada pola pikir yang dampaknya akan meningkatkan pola pandang, kemampuan sumber daya manusia, ketakwaan, dan peningkatan ekonomi.
Terkait dengan berbagai upaya yang dilakukan melalui PKH, lanjut Haryanto, Pemerintah Kabupaten Pati dalam beberapa tahun terakhir terus meningkatkan angka partisipasi sekolah dan menurunkan angka kemiskinan melalui beberapa terobosan maupun langkah strategis.
Langkah itu di antaranya melakukan sejumlah program pro rakyat, khususnya program-program pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti melaksanakan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) bagi masyarakat tidak mampu.
Pemerintah Daerah juga memberikan pelayanan kesejahteraan sosial keluarga miskin melalui Kelompok Usaha Bersama, termasuk pelayanan kesejahteraan sosial keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni. .(Indro)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: