//
you're reading...
Politik & Korupsi

Milyaran Rupiah Menguap Terkait dugaan Penyimpangan Proyek Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Besarnya biaya yang dikucurkan untuk masing-masing rehab ruang kelas,dan pembangunan gedung baru tersebut tidak sesuai dengan realisasi di lapangan, terbukti banyaknya pengerjaan yang di lakukan asal jadi.

tatakotaJambi- BIN (22/01), Milyaran Rupiah Uang Negara yang di rogoh dari kantong APBN dan  APBD TA  2013 untuk Proyek Pengadaan alat-alat Praktik Sekolah SD,SMP,SMA,Rehab ruang Kelas,Alat Laboratorium sains,serta Pengadaan Buku Referensi sarat penyimpangan dan dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Hasil Investigasi, untuk rehab ruang kelas SD, SMP, SMA, mengucurkan Anggaran Rp 14,7 milyar untuk pengerjaan rehab ringan, sedang dan rehabilitasi berat. Masing-masing sekolah mendapat anggaran bervariasi mulai dari lima puluh sampai lima ratus juta Rupiah tergantung kerusakannya masing-masing. Sementara untuk pembangunan ruang kelas dan gedung Laboratorium Sains baru dialokasikan biaya Rp 2 milyar lebih.
Besarnya biaya yang dikucurkan untuk masing-masing rehab ruang kelas, dan pembangunan gedung baru tersebut tidak sesuai dengan realisasi di lapangan, terbukti ba­nyaknya pengerjaan yang di lakukan asal jadi, bahkan diduga tidak dilaksanakan alias fiktif. Ironisnya lagi bahkan ada yang terbengkalai belum selesai pengerjaannya sampai saat ini.
Hasil pantauan BIN, bahkan di akhir bulan Desember beberapa sekolah menunda pengerjaanya, dan ada juga yang berhenti pengerjaanya dengan alasan beberapa sekolah mengatakan biayanya baru sebagian yang diturunkan, dan sebagian lagi sekolah hanya melaporkan kepada Disdik hasil pengerjaan rehab tersebut, artinya seluruh proyek rehab ruang kelas di Kota Jambi di tangani langsung oleh Dinas dalam hal ini PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).
Saleh, S.Pd PPK (pejabat pembuat komitmen), ketika dikonfirmasi diruang kerjanya Desember silam mengakui proyek itu pasti tidak sesuai dengan realisasinya, namun Saleh mengatakan itu sudah sesuai dengan juknisnya,” Saya pusing, banyak wartawan dan LSM yang bertanya, mana lagi saya menggesa buat laporan tutup tahun” sambil mengurut dahi­nya.
Carut-marutnya rehab dan pembagunan gedung baru Untuk penambahan kelas, dan Ruang Laboratorium dibeberapa sekolah yang pengerjaannya dilakukan pada bulan September 2013 silam mengindikasikan kuatnya aroma Korupsi, terlihat ada beberapa sekolah, didalam RAB dianggarkan biaya pembangunan gedung baru laboratorium namun fisik bangunan tersebut sampai saat ini tidak ada realisasinya, seperti terlihat di SMA Ne­geri  wilayah Telanai Pura Kota jambi. Ketika hal ini di konfirmasi kepihak sekolah Akhir Desember 2013 silam mengatakan tidak ada pemba­ngunan gedung Laboratorium yang baru,”yang ada hanya rehab berat sembilan kelas” ujar  beberapa staf di SMA tersebut. Lain lagi di SMP Negeri 17 Kota Jambi, untuk penambahan gedung berlantai dua, dan penambahan dua ruangan kelas baru tersebut tidak jelas berapa biaya yang dialokasikan pada Fisik bangunan tersebut, hasil Investigasi BIN dilapangan awal Desember 2013 silam proyek ini sudah terhenti, terlihat bangunan bertingkat tersebut disemua sisi belum di plester, jendela pun masih kosong, lantainya pun belum jelas apakah di pasang keramik atau plester biasa, sebab tidak ada plang proyek di areal bangunan tersebut. ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak sekolah mengatakan ini semua tanggung jawab Dinas,”saya hanya melaporkan saja, ketika bangunan ini sudah sampai dimana pengerjaannya, atau ibarat bahannya sudah habis”. saya juga perlu segera bangunan itu selesai biar bisa saya pergunakan untuk siswa,tapi semua kebijakan ada di Disdik” ujar Gusliandi.
Hasil pantauan BIN dibeberapa sekolah ada indikasi tidak profesionalnya Dinas untuk mengalokasikan biaya kepada setiap sekolah tersebut,ada sekolah yang Fisik bangunannya masih bagus namun dialokasikan biaya besar disana, ada sekolah yang harus dan segera di benahi tapi tidak mendapat biaya yang pantas untuk merealisasikan pembangunan dan renovasi tersebut,kuat duagaan di indikasikan demikian untuk mengkorup Proyek ini,sebab paket-paket ini pun di pecah-pecah. Menurut saleh Proyek ini tidak semua terealisasi dananya karna paket ini dipecah-pecah berdasarkan Juknisnya”jadi tidak terealisasi semuanya karna berbenturan dengan Juknisnya”ujar saleh.menjelaskan diruang kerjanya. Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai pihak dan hasil Investigasi,carut-marut Proyek Disdik kota jambi diduga di mark Up,oleh oknum pejabat yang berwenang untuk biaya politik saat itu,sebab diakhir kepemimpinan walikota yang lama Proyek Disdik Kota ini direalisasikan,halla wuallam.
Terkait Dugaan penyimpangan dan Korupsi di Dinas Pendidikan Kota jambi tersebut LSM Peduli Bangsa melalui Ketua umum nya H,MR Adi Subroto telah melaporkan ke Kajati dan Penegak hukum lainya untuk memeriksa Dinas Pendidikan kota jambi.(Ranto/JHP)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: