//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Hj. Sulfiati Binti Siga: Lelang dan Eksekusi Pengosongan Hak Tanggungan Tidak Sesuai Prosedur Hukum

Hj. Sulfiati Binti Siga

Hj. Sulfiati Binti Siga

HAJAH2Sulsel, (BIN).- Proses lelang yang dilaksanakan tanggal 27 Mei 2013 dan eksekusi pengosongan yang berlangsung tanggal 26 November 2013, terhadap objek lelang yang berupa sebidang tanah dan bangunan seluas 90 m2, SHM No. 744 atas nama Hj. Sulfiati Binti Siga yang terletak di jalan lanto Dg. Pasewang No. 8, kampung Solorijang, desa/kelurahan alliritengae, Kecamatan Maros baru, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan penuh fenomena. Pasalnya lelang dan eksekusi pengosongan tersebut terkesan banyak oknum didalamnya yang mempermainkan hak tanggungan tersebut, baik dari Bank Mega, Bank Balai Bang Lelang, maupun Pengadilan Negeri Maros.
Menurut sumber Hj. Sulfiati sebagai debitur/nasabah tersebut menjaminkan sertifikat tanah pada bank Mega sebesar Rp. 300.000.000 ( tiga ratus juta rupiah ) dengan jatuh tempo tanggal 05 Agustus 2011 sampai dengan 05 Agustus 2015. Didalam pembayaran angsuran tersebut dua kali menunggak “ ujarnya”. Dari wanprestasi ( tidak membayar) Sulfiati tersebut diberikan surat peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dari bank Mega, karena tidak bisa memenuhi kewajibanya untuk membayar tunggakan tersebut maka tanggal 20 Mei 2013 PT Bank Mega Tbk., menyurati Sulfiati dengan pemberitahuan lelang yang dimilikinya berupa hak tanggungan yang dilaksanakan tanggal 27 Mei 2013 dengan berharap sebelum tanggal lelang tersebut rumah dan tanah sudah dalam keadaan tidak dihuni (kosong), yang ditanda tangani oleh Hendrik PT. Bank Mega, Tbk KCP Maros sebagai manajer collection didalam surat pemberitahuan lelang tersebut.
Awal dari wanprestasi tersebut timbullah fenomena yang terjadi dari proses lelang hingga eksekusi pengosongan tanah dan bangunan tersebut penuh tanda tanya, dari Bank Mega sebagai kreditur, pemohon lelang sepihak saja dalam menetapkan nilai atau harga eksekusi objek hak tanggungan tersebut, tanpa ada kesepakatan dengan debitur sehingga nilai limit tersebut dididuga menguntungkan sepihak saja, Sulfiati (debitur) menyampaikan kepada mediaBIN, bahwa didalam penentuan harga limit tersebut tidak diikutsertakan, saya kecewa dengan lelang tersebut karena nilainya sangat rendah, rumah dan bangunan yang berlantai 3 (tiga) itu hanya dilelang Rp. 350 juta ( tiga ratus lima puluh juta) rupiah , andaikan dari pihak kreditur menyampaikan nilai limit tersebut kepada saya, objek hak tanggungan tersebut bisa dijual 1 Milyar, karena sudah ada orang yang menawarkan kepada saya dengan harga 1 Milyar, ini dari sisa hasil penjualan lelang sama sekali saya tidak terima “keluhnya”.
Dari paparan sumber tersebut, kalau kita kembali pada dasar hak tanggungan yang diatur dalam pasal 16 dan 17 Undang-Undang No. 4 tahun 1996, didalamnya telah diatur tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang- undangan untuk pelunasan piutang, yaitu pada point 2 ( dua) atas kesepakatan pemberi dan pemegang hak tanggungan, penjualan objek hak tanggungan dapat dilaksanakan dibawah tangan jika demikian itu akan dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan semua pihak.
Selain itu kuasa hukum Hj. Sulfiati, Andi Azis Maskur, S.H ini menyampaikan juga dalam suratnya kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atas keberatan lelang tersebut menyatakan tidak sah dan tidak memenuhi syarat- syarat pelelangan sebagaimana yang disebutkan dalam pengumuman ulang eksekusi hak tanggungan yang berbunyi “bahwa peserta lelang wajib menyetor dana jaminan ke rekening KPKNL yang sudah harus efektif selambat- lambatnya 1 hari sebelum tanggal pelaksanaan lelang. Sahnya peserta sebagai pembeli apabila telah menyetor jaminan terlebih dahulu seperti yang dimaksudkan di atas, akan tetapi didalam risalah lelang No.350/2013 tertanggal 27 Mei 2013 tidak dilampirkan bukti penyetoran dana jaminan peserta lelang yang telah disahkan menjadi pembeli. Oleh karena itu pelaksanaan lelang tersebut haruslah tidak sah, karena diduga ada unsur rekayasa sebelum dan sesudah dilaksanakan pelelangan. Dengan begitu pelelangan objek tersebut tidak memenuhi syarat- syarat dan dinyatakan batal. Itulah kutipan dari isi surat keberatan lelang pengacara Hj. Sulfiati.
Dengan tanggal yang berbeda sulfiati didatangi H. Syamsuddin S tanggal 4 Juni 2013, yang menyampaikan bahwa dirinya adalah “pemenang lelang rumah ibu” sambil menyerahkan risalah lelang. Kemudian didatangi juga oleh Drs. Ramli R. Syam bersama istrinya (pengontrak) tanggal 9 Juni 2013 dengan muka marah berkata dia tidak akan meninggalkan rumah tersebut sebelum habis kontraknya, karena didatangi oleh H. Syamsuddin sebagai pemenang lelang dan menyampaikan bahwa bapak tidak lama lagi harus keluar dari tempat ini ( yang dimaksud adalah objek yang akan dieksekusi).
Tetapi ada apa dengan H. Syamsuddin S dan pengontrak Drs.Ramli R. Syam, Balai Lelang, serta Ketua Pengadilan Negeri Maros Djarasen Purba, SH,MH tiba- tiba dipanggil menghadap ke Ketua Pengadilan dalam surat tanggapan tentang risalah panggilan teguran/anmaning nomor: 07/PDT.G.A.ESK/2013/PN Maros dan saat itu juga Ketua Pengadilan memperlihatkan kepada Sulfiati risalah lelang yang pemenangnya adalah Drs. Ramli R Syam sekaligus didalam pemeriksaan perkara perdata tegoran yang pemohonnya adalah Drs. Ramli R Syam juga.
Sebelum terjadi eksekusi hak tanggungan tersebut, pengacara sulfiati menyurat kepada Pengadilan Tinggi SulSel, tanggal 12 November 2013 perihal perlindungan hukum atas perkara 07/PDT.G.A.EKS/2013/PN Maros untuk dilakukan penundaan eksekusi sampai batas penyelesaian proses-proses hukum yang sementara berlangsung tetapi penundaan eksekusi tersebut diabaikan begitu saja sehingga tanggal 18 November 2013, Ketua Pengadilan Negeri Maros Djarasen Purba, SH,MH menyampaikan surat kepada Hj. Sulfiati dengan perihal eksekusi hak tanggungan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2013 tepatnya jam 09.00 WITA.
Eksekusi pengosonganpun berlangsung tanggal 26 November 2013 yang berupa objek lahan 90m2 dan bangunan yang sangat ramai oleh warga sekitar yang menyaksikan eksekusi tersebut dari Pengadilan Negeri Maros dengan mendatangkan pula aparat kepolisian sebanyak 2 ( dua) truk dari pihaknya yang dieksekusi sama sekali tidak melakukan perlawanan. Saat itu Sulfiati tidak bisa berbuat apa-apa sangat malu dengan adanya eksekusi tersebut, tiba-tiba dari polisi mengangkatnya, digotong dengan dipaksa naik di mobil ambulance yang didatangkan oleh Ramly, Sulfiati tersentak kaget dengan digotongnya dia ke ambulance. Sangat fenomena dalam kejadian eksekusi ini, bukankah didalam praktek Pengadilan tidak dapat langsung melaksanakan eksekusi pengosongan terhadap objek lelang bermasalah yang dilelang oleh balai lelang. Hal tersebut terjadi Pengadilan menganggap bahwa terhadap objek lelang dijual oleh balai lelang tidak terdapat peletakan sita (beslag) oleh badan Pengadilan. Sementara prosedur hukum untuk melakukan eksekusi pengosongan mewajibkan harus adanya penetapan sita terlebih dahulu oleh Pengadilan, kemudian dengan dasar itu dapat dilakukan eksekusi pengosongan. (H.I.R/R.B.G).
Kini dari pihaknya Sulfiati melaporkan ke Polda SulSelBar terkait dugaan rekayasa dalam penerbitan risalah lelang yang terjadi 2 ( dua ) kali dalam penerbitan risalah lelang dimana nama pemenang lelang tersebut berbeda, risalah lelang pertama terbit atas nama pemenang Syamsuddin S, sedangkan risalah lelang kedua terbit atas nama Syamsuddin S, kuasa dari Drs. Ramli R Syam (selaku pemohon eksekusi). Padahal mereka tidak saling kenal saat H.Syamsuddin mendatangi Ramli (pengontrak) untuk mengosongkan rumah yang dia kontrak dengan Hj. Sulfiati (sebelum eksekusi). Tapi mengapa didalam risalah lelang yang ke 2 (dua) diterbitkan oleh pejabat lelang Kelas I, Baso Syamsuddin, S.I.P ada kuasa dari Ramli?
Disinilah tugas penegak hukum terutama dari kepolisian Reskrim untuk mengumpulkan barang bukti dalam mengungkap kasus yang telah terjadi mulai dari awal sampai akhir. Sehingga bisa ditangkap siapa sutradara didalamnya, dalam perkembangan penyidikan sudah ada beberapa orang yang diperiksa terkait laporan Hj. Sulfiati di Polda dugaan pemalsuan risalah lelang tersebut, sekarang mereka sudah saling tunjuk-menunjuk “paparnya Sulfiati” kepada wartawan media ini. (Lukman)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,289 hits
%d bloggers like this: