//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Ketua Yayasan MA. LATANSA Gebrak Meja….. !!! Saat Dimintai Keterangan Terkait Anggaran RKB

Ketika  di minta keterangan terkait anggaran RKB  Dudung Fahmi tidak bisa memberi  keterangan malah langsung emosi dan berkata   “Ente bukan polisi tidak berhak tanya-tanya ke saya “ sambil memukul meja dengan keras.

Ketua Yayasan Dudung Fahmi.

Ketua Yayasan Dudung Fahmi.

BANDUNG – BIN.  Banyaknya kasus penyelewengan anggaran dan bantuan pembangunan sekolah yang diberikan oleh Pemerintah melalui APBNP hingga kini masih menjadi polemik yang membuat “gatal” beberapa pihak termasuk para awak media baik cetak ataupun elektronik. Salah satu kasus yang terjadi di wilayah Cikancung Kabupaten Bandung, dimana kasus ini telah berjalan lama dan tidak terendus oleh pihak manapun juga.
Sangat disayangkan dengan perilaku ketua yayasan  MA. Latansa yang ingin menguasai anggaran RKB karena tidak melibatkan kepala sekolah dalam pembangunan dan tidak adanya P2S,kalau pembangunannya tidak sesuai dengan BESTEK, mungkin kepala sekolah pun tidak akan komplain tapi ketika ada kejanggalan maka kepala sekolah berkewajiban harus menanyakan ke pada P2S karena dalam hal apapun di sekolah yang akan bertanggung jawab adalah KEPSEK,walaupun beliau tidak tahu dalam hal pembangunan apalagi soal pembelanjaan bahan bangunan, karena semuanya di pegang oleh Ketua Yayasan Pak Dudung Fahmi dan bendahara yayasan Bu Nani selaku istri ketua yayasan.bangunan
Hasil Investigasi di lapangan menemukan beberapa kejanggalan dari mulai papan informasi pembangunan yang tidak terpampang, dan tidak adanya konsultan kontruksi dan P2S, bahan bangunan yang asal-asalan dan target waktu pembangunan yang tidak jelas, itu semua sangat mengherankan dimata publik dan media.  Ketika tim mencoba konfirmasi kepada Ketua Yayasan tidak ada jawaban dan terkesan sembunyi dari awak media. Tim mencoba menggali informasi kepada beberapa guru dan pekerja pembangunan, Sampai akhirnya ketemu dengan Kepala sekoalah MA LATANSA. Ketika dimintai keterangan kepala sekolah menjelaskan “bahwa saya selaku kepala sekolah tidak pernah dilibatkan atau di ajak dalam hal pembelanjaan bahan bangunan untuk membangun sekolah ini, walaupun saya tahu jumlah anggaran yang masuk, tapi untuk pelaksanaannya semua di pegang oleh Ketua Yayasan Dudung Fahmi. Karena jangankan saya kepala sekolah yang tinggalnya jauh, ketua Komitenya saja yang dekat sekaligus pendiri sekolah ini tidak dilibatkan. Seharusnya untuk pembangunan sekolah yang harus berperan itu Komite dan Kepala sekolah melalui pengawasan ketua yayasan, bukan dikuasai oleh Ketua Yayasannya sendiri” Ujarnya.
“Dari bahan bangunan saja sudah terlihat tidak layak untuk di jadikan bahan, karena banyak sisa-sisa kayu  bekas dan bengkok yang digunakan untuk pembangunan, bagian atapnya saja yang di ajukan manggunakan besi baja ringan dalam bestek dan RAB, pada hasilnya hanya menggunakan kayu biasa saja,” Papar Kepala Sekolah, hasil beberapa temuan-temuan di duga mengarah kepada Ketua Yayasan yang sudah menyelewengkan anggaran, karena yang pertama turun bantuan dari pusat adalah dana hibah pada  tahun 2012 senilai Rp. 170 juta yang turunnya di bagi dua tahapan  untuk dua lokal, tapi ketika TIM Investigasi menyelidiki jumlah biaya untuk dua lokal bangunan RKB (Ruang kelas Baru) di duga menghabiskan anggaran Rp.95 juta, itu pun baru hasil dari keterangan beberapa  Narasumber yang mengetahui pembangunan tersebut, karena di nilai dari pekerjaan  dan bahan yang di gunakan itu tidak sesuai dengan pengajuan yang tertera dari PROPOSAL dan BESTEK, yang jadi pertanyaan dikemanakan sisanya…?
Bahkan pada tahun 2013 MA LATANSA mendapatkan lagi bantuan  dana dari APBNP untuk pembangunan RKB yang jumlahnya sama dengan tahun 2012 sebesar  Rp.170 juta dan di kucurkan 2 (dua) tahapan. Tahap pertama sebesar Rp. 85 juta yang di cairkan oleh kepala sekolah dan langsung di berikan ke pada Ketua yayasan (DUDUNG FAHMI)  untuk anggaran RKB yang dipegang oleh Bendahara Yayasan (Ibu Nani) yang juga adalah istri Dudung Fahmi sendiri. Tapi anggaran yang digunakan untuk pembangunan tahap pertama hanya sebesar Rp. 50 juta menurut kepala sekolah  dan hanya menghasilkan bangunan setengah jadi dan masih berupa rangkanya saja, Sesudah itu pembangunan dihentikan selama 5 bulan dan baru dikerjakan lagi pada pertengahan Januari 2014.
TIM INVESTIGASI di minta datang untuk bertemu dengan pak DUDUNG FAHMI melalui salah seorang guru untuk KLARIFIKASI (Senin 3 /3/2014) di sekolah MA LATANSA terkait dengan berita yang beredar ….. . Tetapi ketika  di minta keterangan terkait anggaran RKB  DUDUNG FAHMI tidak bisa memberi  keterangan malah langsung emosi dan berkata   “Ente bukan polisi tidak berhak tanya tanya ke saya “ sambil memukul meja dengan keras. Kejadian tersebut di saksi kan oleh empat orang diantaranya  Dede Sopian selaku kepala sekolah , Adang soleh selaku guru sejarah serta pak Otim dan pak gunawan. Kejadian itu tentu saja sangat tidak sewajarnya dilakukan oleh seorang ketua Yayasan Pendidikan dan TIM Investigasi menindaklanjuti hal itu dengan membuat laporan kepihak kepolisian yang berada diwilayah Polsek Cikancung.
Dari pihak Yayasan MA Latansa sendiri setelah mengetahui bahwa kejadian itu dilaporkan ke pihak Polsek DUDUNG FAHMI  langsung membentuk P2S (Pelaksana Pembangunan sekolah) yang seharusnya menurut aturan pembentukan P2S dibentuk sejak awal pembangunan sekolah tersebut. Hal ini dilakukan untuk menutupi kesalahannya , karena tidak di bentuk dari awal Ketua Komite (Uwa) yang di tunjuk jadi ketua panita dadakan dengan tegas menolak, begitu juga dengan pak Adang Soleh yang di tunjuk untuk jadi wakil ketua panitia juga menolak sambil berkata  “ Ketua yayasan yang makan nangkanya, saya yang kebagian getahnya, seandanyai P2S di bentuk dari awal saya siap untuk bertanggung jawab kalau itu memang perbuatan saya,tapi kalau di bentuknya sesudah ada (timbul-red) permasalahan dengan media saya tidak mau,Kalau gitu saya hanya akan di jadikan tameng (korban-red) oleh pak DUDUNG FAHMI, saya ga mau dong…!,” demikian penuturan Adang Soleh kepada tim Investigasi.
Penuturan diatas diatas sudah cukup untuk mendapatkan kesimpulan bahwa memang ada kerancuan dalam penggunaan anggaran RKB ditubuh Yayasan MA Latansa yang terkesan tertutup dan dimonopoli oleh ketua Yayasannya sendiri. Sampai berita ini diturunkan, Tim Investigasi terus menggali data dan informasi serta terus menyelidiki kasus ini. (Ka. Investigasi / TIM)

Discussion

One thought on “Ketua Yayasan MA. LATANSA Gebrak Meja….. !!! Saat Dimintai Keterangan Terkait Anggaran RKB

  1. kepala yayasan MA LA TANSA tidak sejelek apa yang ada di pemberitaan oleh wartawan yang tidak bertanggung jawab. lihatlah kebaikan beliau pada murid2 nya dahulu!
    kalau gak tahu apa2 jangan slalu bikin gosip
    .by ryan

    Posted by Anonymous | April 19, 2014, 11:20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: