//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

Humas PT. Kadila Akui Tanah Negara Eks Perkebunan Bersertifikat Milik Perusahaan

Tanah tersebut sekarang  sebagian besar dimonopoli menjadi hak milik perusahaan PT. Kadila  yang  dijual belikan melalui oknum-oknum dan  sekarang ini telah bersertifikat hak milik pribadi.

PT. KADILAsapi kadilaBandung, (BIN).- Sejak lama perjuangan masyarakat mengusulkan tanah garapan eks Perkebunan yang dulunya telah menjadi tanah garapan warga Desa Ciluluk Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, yang sekarang tenah Negara eks perkebunan sitiarja ini diklim menjadi tanah milik PT. Kadila (Perusahaan Peternakan Sapi) Cijapati.
Berdasarkan catatan yang diperoleh Media BIN, berlangsung sejak tahun 1984 sampai 2001 permohonan warga selalu kandas di tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, meski surat dari Gubernur Jawa Barat dan Rekomendasi dari Komisi A, DPRD Provinsi Jawa Barat, dilayangkan kepada Bupati Bandung, untuk menyelesaikan permasalahan sehubungan aspirasi warga untuk atas tanah garapan bekas perkebunan Sitiarja kendatipun tidak pernah ada titik temu penyelesaian.
Alih-alih objek tanah tersebut sekarang sebagian besar dimonopoli menjadi hak milik perusahaan PT. Kadila yang dijual belikan melalui oknum-oknum dan sekarang ini telah bersertifikat hak milik pribadi. Masyarakat kemudian mengadukan permasalahan ini kepada Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat, melalui Surat No. 593/3193/Pem Um tanggal 26 Oktober 2001 dan surat Tanggal 19 Pebruari 2001 ditujukan kepada Bupati Bandung, yang intinya agar permasalahan ini segera ditindak lanjuti untuk diselesaikan sesuai dengan kewenangannya namun tidak ada tanggapan.
Sehubungan tidak mendapat tanggapan dari Pemda Kabupaten Bandung, karena itu masyarakat ketika itu kembali meminta Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat, menindak lanjuti menyelesaikan permasalahan tersebut. Atas dasar asfirasi dari masyarakat Desa Ciluluk lebih lanjut Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat mengadakan rapat dengan Bupati Bandung serta instansi terkait saat itu. Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat melayangkan Surat yang ditujukan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, Nomor: 148/NT/KA/XI/2001, Tanggal 17 Oktober 2001 berbunyi, bahwa Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat sangat menghargai upaya-upaya masyarakat dalam rangka penyelesaian masalah.
Berdasarkan UU. No.22 tahun 2000 dan Surat Edaran Gubernur Nomor. 593/1547/Pem-Um/2000 bahwa penyelesaian masalah pertanahan merupakan kewenangan Kabupaten/Kota. Sehubungan dengan hal tersebut agar masalah ini ditangani oleh Pemda dan DPRD Kabupaten Bandung. Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat menyarankan agar Pimpinan DPRD Kabupaten Bandung untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut.
Namun disini terlihat ada kontroversi antara informasi yang diperoleh dari masyarakat yang disampaikan berdasarkan dokumen yang dikeluarkan Komisi A DPRD Provinsi Jawa Barat dengan konfirmasi dari manajer perusahaan PT. Kadila melalui Humas yang seacara tegas mengklim tanah Negara Eks Perkebunan telah bersertifikat milik perusahaan peternakan sapi PT Kadila.
Mantan Kepala Desa Sri Rahayu H. Yayat periode tahun 2003-2009, yang juga sekarang ditunjuk menjadi Humas PT. Kadila belum lama ini berkunjung ke kantor Media Berita Investigasi Nasional, menghadiri undangan untuk klarifikasi beberapa persoalan yang dipertanyakan yaitu kepemilikan tanah PT Kadila yang tersangkut tanah eks perkebunan yang terletak di Jl. Cijapati Desa Sri Rahayu, Kecamatan Cikancung, diakui H. Yayat ada sekitar 80 hektar.
Sekitar tahun 1976 menurut H. Yayat, Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan SK pelimpahan hak kepemilikan tanah yang diberikan kepada para penggarap tanah Eks Perkebunan Sitiarja, atas dasar permohonan para penggarap. Namun setelah SK Gubernur Jawa Barat diterima oleh masyarakat, yang pada waktu itu di Jabat oleh Aang Kunaefi, yang selanjutnya direkomendasikan ke Kantor Pertanahan Nasional (BPN) untuk diterbitkan sertifikat kepemilikan tanah atas nama masing-masing penggarap dengan diterbitkan secara bertahap mulai tahun 1977-1978 dan tahun 1979.
Setelah ditangan masing-masing penggarap, kemudian sertifikat tanah tersebut selanjutnya dijual belikan oleh masyarakat hingga ke beberapa tangan dan sekarang sebagiannya tanah yang dulu bekas perkebunan sitiarja tersebut jatuh kepemilikannya ketangan PT. Kadila. Demikian disampaikan Manajer Perusahaan PT. Kadila melalui Kabag Humas H. Yayat
“asal-usul kepemilikan sebidang tanah yang terletak di Blok Kincir dan Legok Bagong Desa Sri Rahayu sekarang dipergunakan menjadi lahan perusahaan peternakan sapi Cijapati diperoleh dengan dasar hasil jual beli dari sejumlah orang, salah satunya dibeli dari Purnawirawan Jenderal Leo seluas 4 hektar, Hengki di Jakarta seluas kurang lebih 32 hektar dan seterusnya sampai PT. Kadila sekarang memiliki tana disitu seluas 80 hektar.
Pembelian tanah tersebut terjadi secara bertahap, jual – beli pertama dengan purnawirawan Leo dan pak Hengki terjadi sekitar tahun 1997, selanjutnya untuk pengembangan perusahaan pembebasan lahan dengan warga terjadi sekitar 2002-2013 sampai tahun 2009 dan setrusnya. Pada intinya bahwa asal usul kepemilikan tanah PT. Kadila itu diperoleh hasil jual beli.
Menjawab soal perizinan perusahaan peternakan sapi, H. Yayat juga menyatakan bahwa segala administrasi terkait kewajiban normatif pengurusan legalitas perizinan sudah lengkap. “sudah ada, Legalitas perizinan sudah lengkap,” tandasnya.
H. Yayat membantah pihak perusahaan memanfaatkan sumber air dibawah tanah dan mengambil beberapa sumber mata air, menurutnya perusahaan hanya membuat pengeboran satu titik dan itupun tidak dipergunakan karena kering airnya tidak keluar. Selebihnya H. Yayat menjamin PT Kadila tidak melakukan pencemaran dan kerusakan lingkungan. “Pencemaran lingkungan itu tidak ada” kata H. Yayat, pasalnya untuk penanganan limbah kotoran sapi pengelolaannya telah diserahkan kepada warga yang hasilnya untuk pendapatan masyarakat setempat. (JM/TIM WRC)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: