//
you're reading...
Politik & Korupsi

Penyimpangan Pagu Anggaran Rp. 4 Miliar Proyek Dermaga Empaik Dibangun selama 3 Tahun, Kini Fisiknya Lenyap Terjungkir

dermagaKapuas Hulu, (BIN).– Baru saja terlihat berdiri tiba-tiba dermaga di Dusun Empaik Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu suatu pagi menghilang. Setelah didekati ternyata Dermaga tersebut nungging jatuh ke dalam danau. Disimpulkan kejadian itu karena timbunan tanah bagian depan tempat dermaga itu didirikan longsor, sehingga bangunan dermaga tersebut terbalik hanyut kedasar danau rupanya disebabkan tembok penahan tanah bagian depan tidak stabil  “Belum juga naik satu karung pupuk ke dermaga itu, sudah roboh,” komentar salah seorang penduduk asal Pulau Majang yang terbiasa melintas lewat Dusun Empaik jika hendak ke Badau.
Sewaktu dimulai Pekerjaan Pembangunan Dermaga tersebut masyarakat Dusun Empaik dan sekitarnya sudah bertanya-tanya mengapa dermaga itu lokasinya di bagian danau yang dangkal mudah kering jika air surut? Tentu nantinya beberapa hari saja tidak turun hujan dermaga tersebut dipastikan sudah tak bisa digunakan lantaran kapal tradisional/perahu tak bisa merapat. “Bukankah tidak jauh dari tempat dermaga diba­ngun ada tempat yang lebih cocok yaitu tempat dimana biasanya masyarakat sekitar selalu naik turun?” Tambah masyarakat yang enggan disebutkan nama.
Semua pertanyaan tersebut tak pernah terjawab selain karena merasa sungkan untuk menanyakan, papan proyek tentang spesifikasi kegiatan seperti jumlah pagu anggaran, pengguna dan penyedia barang dan jasa termasuk pelaksana proyek pembangunan pun tidak ada, ditambah lagi soal pekerja bangunan semuanya menggunakan tenaga tukang  dari luar yang sama sekali tidak melibatkan penduduk setempat.
Sewaktu Tim Investigasi turun langsung ke Dusun Empaik pada Maret 2014 dengan menghabiskan waktu diperjalanan menuju lokasi sekitar 6 jam dari Kota Putussibau dan setelah mengamati lokasi yang dibangun dermaga, tapi yang terlihat rata akibat bagian bawah terbalik ke atas. Karena ingin memperoleh penjelasan dari saksi mata atau warga setempat yang mengetahui keberadaan sebelumnya, kemudian bertanya kepada masyarakat yang kebetulan berada disekitar lokasi  sehubungan ihwal dermaga tersebut. Diketahui bahwa pembangunan Dermaga itu terlihat dilaksanakan dalam waktu sekitar  3 (tiga) tahun kebelakang dan ketika sudah rampung pada akhir tahun 2013 lalu, sekarang  dermaga itu sudah lenyap dari pandangan mata ditelan dasar danau hal itu disebabkan ambruk terjungkal  oleh landasan penahan tanah yang tidak stabil. Kejadian tepatnya sekitar  tanggal 16-17 Februari 2011.
Karena tidak ada petunjuk yang bisa menerangkan lebih jauh tentang pembangunan dermaga itu, Tim Investigasi setelah beberapa kali salah sasaran akhirnya menge­tahui bahwa pembangunan dermaga itu merupakan proyek bantuan dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat. De­ngan mendatangi langsung Dinas Perhubungan Provinsi tersebut dengan maksud menemui Kepala Dinas ternyata pada hari yang sama beliau sedang cuti, dan akhir­nya diterima oleh Kepala Bidang Pelabuhan yang (mengaku) baru menjabat pada posisi tersebut sejak tahun 2012 lalu.
Dengan didampingi Kasinya, Kabid menerangkan sepengetahuannya bahwa proyek itu mulai masuk tahap perencanaan yaitu Tahun 2007/2008, mulai pertama kali dilaksanakan Tahun 2009, dan dengan yakin Kabid mengatakan Tahun 2010 tidak ada luncuran, dan baru dilanjutkan pada Tahap II pada Tahun 2011, Tahap III pada Tahun 2012, dan Tahap IV pada Tahun 2013. Kabid kurang mengetahui nama pelaksana kegiatan tersebut serta berapa jumlah pasti pagu dananya. Tetapi menurut Kasi beliau tidak lebih dari 3 – 4 Milyar total keseluruhan. Dan sewaktu Tim Investigasi ingin melihat Kontrak Pekerjaan Kabid meminta waktu untuk mencari keberadaan kontrak itu, dan Jumlah Pagu Dananya pun tertulis di APBD yang kebetulan pemegang kunci kamar berkas tersebut sudah pulang. Perlu dijelaskan bahwa Kabid hanya menerima tamu di Pukul 14.00 – 16.00 WIB.
Akhirnya Kabid menjelaskan bahwa bagaimana pun Pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Empaik tersebut masih dalam masa 6 bulan pemeliharaan. Dan Pelaksana kegiatan masih bertanggung jawab sepenuhnya terhadap proyek tersebut. Untung saja kejadian tersebut masih di dalam 6 bulan masa pemeliharaan, jika tidak mungkin selamanya tidak pernah lagi ada (over lapping) pembangunan dermaga untuk masyarakat sekitar yang kehidupannya berada pada daerah danau. Semoga walau pun jauh di Pedalaman tetapi 2.000 – 3.000 masyarakat sekitar tetap bisa hidup lebih baik. (Fadli)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,560 hits
%d bloggers like this: