//
you're reading...
Nasional

Tim Terpadu Batang Hari Himbau Masyarakat Menerima Keputusan Menhut

WEB2WEB 1Jambi, (BIN).- Penggarapan Hutan Lindung sebagai paru-paru dunia yang dikelola oleh Restorasi PT.Reki, sejak 25 Mei 2010, bersengketa dengan masyarakat yang terjadi pada tanggal 30 Agustus 2013, dan permasalahannya belum terselesaikan sampai sekarang.
Tapi kini penyelesaian sengketa antara warga Tanjung Mandiri dan Alam Sakti bersama Restorasi PT.Reki sudah ada titik terang sesuai dengan perintah dan anjuran Menhut dan Menko Polhukam kepada Tim Terpadu Kabupaten Batang Hari telah berjalan dengan baik.
Tim Terpadu yang dipimpin oleh Wakil Ketua Kapolres Batang Hari AKBP. Robert A Sormin dan Sekretaris Rizal,SH.MH, sebagai anggotanya terdiri dari Kejati Batang Hari, Dinas Kehutanan, DPRD Batang Hari Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Dinas Badan Pertanahan serta Danramil. Hasil rapat sepakat pihak Restorasi PT. Reki akan memberikan lahan yang sudah dikuasai oleh warga Tanjung Mandiri dan Alam Sakti bermitra dan warga diberikan luas lahan Perkebunan 2 Ha dan lahan Perumahan ¼ Ha/KK, hal ini sesuai dengan peraturan Dirjen Kehutanan Pusat di Jakarta.
Sesuai hasil rapat warga dengan Tim Terpadu pengukuran lahan dilakukan oleh Dinas Kehutanan Batang Hari dan sudah dilakukan pada bulan Desember 2013 dengan biaya pengukuran dan upah harian warga yang terlibat dalam pengukuran tersebut semuanya ditanggung oleh PT.Reki. Yang menjadi permasalahan pada saat ini adalah pihak warga Tanjung Mandiri dan Alam Sakti menyatakan tanah garapan yang mereka kuasai agar menjadi hak Milik warga, dalam arti warga tidak mau bermitra dengan PT.Reki.
Untuk menggali informasi masalah ini tim Media BIN menemui Wakil Ketua Tim Terpadu AKBP. Robert A. Sormin S.Ip diruang kerjanya , beliau menganjurkan agar warga mau bermitra dengan PT.Reki. begitu halnya dengan Sekretaris Tim Terpadu Rizal SH.MH saat ditemui diruang kerjanya juga menghimbau agar warga mau menerima kemitraan dengan PT. Reki sesuai dengan pengarahan Dirjen Kehutanan Pusat.
Lebih lanjut Rizal mengemukakan bahwa pada April 2014 ini pihak Terpadu beserta pihak PT. Reki akan kembali menemui Dirjen Kehutanan ke Jakarta guna menyelesaikan Konflik antara warga Tanjung Mandiri dengan PT. Reki. Pada awal Maret 2014 pihak PT. Reki mendatangkan Rektor UGM Jogja bidang Tata Ruang Kehutanan Prof. Sanafi Awang mendatangi warga Tanjung Mandiri dan Alam Sakti, pertemuan dengan warga dimulai pukul 14.00 WIB siang dan berjalan hanya sekitar 2 jam, Prof. Sanafi Awang memaparkan peraturan Pemerintah tentang hutan milik Pemerintah yang diduduki oleh masyarakat, semuanya dilindungi Hukum sesuai Peraturan Menteri Kehutanan RI, nomor: P.39/Menhut-II/2013.
Terkait kemitraan, pemberdayaan masyarakat setempat melalui kemitraan kehutanan. Pada Bab I, dalam rangka mensejahterakan masyarakat setempat. Tentang kemitraan pada pasal: 7 ayat (1) Luas areal kemitraan Kehutanan paling luas 2 Ha. Prof Sanafi Awang juga menjelaskan tentang Tanah yang menjadi Hak milik, warga berhak mempertahankan pendapatnya, namun hal ini prosesnya akan panjang. Masyarakat mengajukan hak kepemilikan kepada Pemerintah, mulai dari Kepala Desa ke Camat diteruskan kepada Bupati/Wali Kota terus ke Gubernur sampai ke Menteri Kehutanan, serta dengan persetujuan dari pihak DPR/RI, “ jadi prosesnya cukup panjang,”ucap Prof. Sanafi Awang.
Dikarenakan para warga tetap ngotot tanah Milik Negara yang sudah digarap warga harus menjadi Hak milik mereka ahirnya acara pertemuan antara warga Tanjung Mandiri dan Alam Sakti dengan Prof. Sanafi Awang dan juga dihadiri oleh Manager PT.Reki Urip SK ditutup.
Kepala Desa Tanjung Lebar Edi Ramsi saat ditemui oleh “Tim Media BIN” di Rumahnya sependapat dengan Camat Sungai Bahar Selatan Ibu Tusiyem SE, bahwa mereka sangat setuju tentang adanya Kemitraan tersebut, sebab tanah yang digarap masyarakat adalah Tanah Pemerintah yang sudah sah Izinnya dari Menteri Kehutanan RI kepada Restorasi PT.Reki Nomor: SK.327/Menhut-II/2010. Menurut narasumber yang diperoleh BIN jumlah KK terakhir yang didata Tim Terpadu dari Kabupaten Batang Hari juga dari Muaro Jambi hanya 643 KK, pada bulan Maret 2014 menjadi 851 KK. (JHP).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,560 hits
%d bloggers like this: