//
you're reading...
Hukum & Kriminal

L-KPK Telusuri Kejanggalan Penindakan Kasus 363 Aparat Hukum Harus Berani Ungkap Dalang Pelaku Pencurian di PT QL Agro Food

Diskriminasi dan pemerasan diduga kuat melibatkan oknum-oknum aparat hukum, maka tidak heran bila dalam perkara kasus pencurian di PT QL Agro Food Aparat Hukum kesulitan untuk mengungkap siapa dalang pelaku pencurian tersebut.

kuitansiBandung, (BIN).- Sindikat oknum yang melakukan pungutan terhadap keluarga tersangka serta kepala Desa Haurwangi terkesan berdiam diri dibalik fenomena perkara ini, sementara pernyataan Dede Sofianudin ,SH selaku Humas PT. QL Agro Food yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat menyatakan tidak mungkin tersangka berinisial “Dr” yang baru bekerja 14 hari dituduh melakukan pencurian padahal kasus ini kejadiannya sudah berlangsung sejak 2 tahun yang lalu.
Lebih lanjut DIVISI PENGAWASAN DAN PENINDAKAN LEMBAGA KOORDINASI PEMBERANTASAN KORUPSI (L-KPK) PANRI, menurunkan tim Investigasi untuk melidik dan menginventarisasi permasalahan atas ditemukannya kinerja oknum penegak Hukum yang diduga terlibat melakukan gratifikasi dan pemerasan terhadap keluarga tersangka kasus pencurian di perusahaan tersebut.
Memang benar, saat ini hukum sudah terkontaminasi dengan motif kekuasaan “daya beli” yang terkesan tidak lagi pro justisia dan tidak memandang siapa yang harus menjadi tumbal contoh konkrit kasus terkait pencurian yang dilakukan oleh sekelompok orang terjadi pada tanggal 17 Februari 2014 sekitar jam 2.00 WIB di lokasi gudang pakan PT QL Agro Food di kampung Neglasari Rt 01 Rw 011 Desa Haurwangi kecamatan Haurwangi kabupaten Cianjur Jawa Barat yang juga mengakibatkan kerugian kurang lebih Rp. 158,400,000,-
Dalam hal perkara tersebut bahwa dari kronologisnya ditemukan ada beberapa kerancuan pada proses penanganan hukum dimana penegak hukum semestinya mencari fakta –fakta yang tanpa diskriminasi hal ini dilakukan demi penegakan Hukum dan keadilan yang sebenar –benarnya sehingga tidak sampai terjadi tebang pilih. Dari perkara ini tercatat ada 15 tersangka yang di tetapkan tapi hanya 9 orang yang menjalani proses penahanan di rumah tahanan Cianjur Jawa Barat, sehingga timbul pertanyaan dimanakah ruang lingkup keadilan…?
Sesuai laporan tim Investigasi dilapangan dan narasumber yang berhasil dihimpun Media BIN bahwa kejadian ini banyak ditemukan kejangalan-kejanggalan baik dari sisi sosial mapun hukum. Padahal kejadian ini sudah cukup lama berjalan sekitar 2 tahun lalu, tapi mengapa baru saat ini di ungkap oleh pihak perusahaan tersebut juga Humas PT QL Agro Food.
Selama proses pengusutan kasus pencurian ini bermunculan oknum-oknum yang datang kepada pihak keluarga tersangka menawarkan diri seakan-akan ingin membantu menyelesaikan dalam perkara ini diantaranya adalah Humas PT QL Agro Food, juga di duga kuat Jaksa yang menangani kasus perkara ini turut terlibat melakukan atau menyuruh pihak ketiga mengkondisikan pihak keluarga tersangka dengan meminta sejumlah uang untuk menyelesaikan perkara yang sedang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Cianjur.
Namun sumber mengatakan “Entah dari mana datangnya perintah tersebut yang pasti salah satunya yang datang kepada keluarga tersangka adalah oknum ketua RW 08 Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur yang meminta uang kepada keluarga para tersangka, bahkan orang tua tersangka Akas mengaku telah memberikan sebesar Rp 3.000,000 ,” paparnya pula
Tersangka yang terkait kasus pidana pencurian ini tercatat ada 15 orang dan yang dilimpahkan ke Kejaksaan hanya 9 tersangka saja. Saat ini mereka masih berstatus sebagai tahanan Rutan Lembaga Pemasyarakatan Cianjur, sedangkan 6 orang tersangka lainnya sampai saat ini dibiarkan bebas berkeliaran tanpa alasan yang jelas apakah sudah dinyatakan tidak bersalah atau ada unsur lain sehingga mereka di bebaskan begitu saja, padahal belum terlepas dari jeratan Pasal 363 KUHP yaitu adanya dugaan pencurian dan Penadah atau di sebut 480 KUHP sehingga sempat di tahan meski hanya dalam 2 hari saja, “ Ungkap Narasumber yang Enggan di sebutkan identitasnya.
Disini perlu disinggung pula terkait adanya surat kesepakatan bersama dan bukti pencabutan laporan perkara pada tanggal 02 Maret 2014 yang telah disepakati oleh kedua pihak, dimana pihak pertama dari perusahaan diwakili oleh Cecep M.Wahyudin yang juga bertindak sebagai Pelapor berdasarkan LP No: L /3/88/11/2014/JBR/RES –CJR/SEK Bjb tgl 07 Peb 2014 yang juga diketahui Kepala Desa Haurwangi dan sejumlah tokoh masyarakat menyatakan telah di selesaikan secara kekeluargaan dan permasalahan ini di anggap selesai.
Namun fakta yang ada perkara ini tetap berlanjut sampai di meja Kejaksaan yang hingga kini belum ada penyelesaian, malah yang ada muncul oknum-oknum yang diduga melakukan pemerasan melalui keluarga para tersangka untuk kepentingan pribadi, fenomena ini telah menjadi kontroversi di masyarakat dan kalangan sosial kontrol Ormas serta LSM yang tertarik ingin mencari tahu permasalahan yang sebenarnya melalui sumber-sumber yang dipercaya termasuk juga keterangan yang diperoleh dari sejumlah keluarga para tersangka yang dalam hal ini menjadi korban pemerasan para oknum tersebut. (TIM WRC)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: