//
you're reading...
Nasional

Memperingati Hari Kartini, Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

child-abusePati, (BIN).- Sering terjadinya kasus kekerasan perempuan dan anak, salah satunya dikarenakan perbedaan status antara laki-laki dan perempuan yang masih berlaku di masyarakat di beberapa wilayah.
Mengenang usaha kartini dalam memperjuangkan hak persamaan gender agar setara dengan pria kini sudah terwujud. Namun ditengah-tengah kemerdekaan itu, masih ditemukan beberapa kasus kekerasan yang pada perempuan dan anak.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Pati melalui Kasubbid Pemberdayaan Perempuan, Sri Rejeki. Menurutnya perempuan di Kabupaten Pati sudah tergolong merdeka, namun pihaknya melalui Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-KKBGA) masih menemukan kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.
“dikatakan sudah merdeka, namun kekerasan anak dan perempuan terjadi tidak hanya di Kabupaten Pati saja, namun masih banyak dilingkup Jawa Tengah, seperti pemberitaan di televisi, kami melihatnya” ujar Sri.
Sri menambahkan, perbedaan status antara pria dan wanita yang masih terjadi di beberapa daerah dikarenakan beberapa faktor, namun pendidikan dan ekonomi yang menjadi faktor utama, karena kedua faktor tersebut merupakan status sosial yang tampak di masyarakat.
Mengingat tingginya angka kekerasan perempuan dan anak khususnya di Jawa Tengah, lanjut Sri, melalui instruksi Gubernur, angka kasus tersebut bisa berangsur ditekan. “melalui insturksi Gubernur, untuk Kabupaten Pati angka kasus tersebut mulai menurun, meski sempat pernah meninggi di tahun 2010” terang Kasubbid Pemberdayaan Perempuan.
Sebagai gambaran, data dari tahun 2009 hingga 2013 kasus kekerasan yang pernah terjadi di Kabupaten Pati sebagai berikut, di tahun 2009 ditemukan angka kekerasan sebanyak 81. Berlanjut di tahun 2010 meningkat tajam dengan jumlah 141 kasus, di tahun 2001 kasus bertambah namun tidak naik secara tajam, yakni 181 kasus. Tahun 2012, kasus menurun kembali di angka 81 perkara, dan ditahun 2013 kasus semakin menurun, yakni 43 kasus.
Meski angka kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Pati berangsur menurun, Pihaknya tetap memberikan sosialisasi melalui Tim-nya ke masyarakat, terutama dikalangan desa, guna menyamakan status antara laki-laki dan perempuan yang berdampak minimalisasinya angka kasus kekerasan.(Indro Bin)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: