//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Penanganan Permasalahan Sebidang Tanah Milik H. Abdul Majid Terletak di Kp.Cibisoro

pertemuan terpihak tanah cibisoro.jpgBandung, (BIN).– Menindak lanjuti laporan hasil tim Investigasi Surat Kabar Umum (SKU) Berita Investigasi Nasional sehubungan ditemukan permasalahan terkait kasus sebidang tanah atas nama pemilik H. Abdul Majid (90), warga Kp. Cibisoro, Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang terdiri dari tanah sawah dan tanah darat terletak di Kp. Cibisoro –Kebon kelapa dan Blok Tegalsireum tercatat Pada Cohir No.27/188 masing-masing tercatat Persil Nomor: 88, 72, 91, 80, 97, 82, 8, luas tanah terhitung pada persil-persil tersebut kurang lebih seluas 9,5 Ha. Sedangkan tanah darat sebagai aman tercatat di Persil Nomor: 86, 87dan 46 kuarang lebih seluas 1,5 Ha yang terletak di Blok Tegalsireum Desa Bojongsari.
Sebagian besar dari luas tanah tersebut sejak lama berada dalam penguasaan pihak lain, karena itu H. Abdul Majid bertahun-tahun lamanya memperjuangkan hak kepemilikan atas objek-objek tanah yang terletak di Kp. Cibisoro, Desa Bojongsari yang kini sebagiannya dikuasai oleh keluarga Eje (dulu sebelum naik haji) sekarang berganti nama menjadi H. Yusup (sesudah naik haji).

Pandangan Camat Bojongsoang
Menanggapi pengaduan dari pihak keluarga H. Abdul Majid, Camat Bojongsoang Drs. Yiyin Sodikin, M.Si mengharapkan, penyelesaian masalah ini dapat terpecahkan melalui musyawarah secara mufakat, karena bagaimana pun juga pemerintah setempat bakal kabuncal bancel ka reweuhanana (akan turut terbawa urusan). untuk itu Pemerintah Kecamatan Bojongsoang, mengundang kepada para pihak yang terkait untuk menghadiri musyawarah dimaksudkan supaya maslah ini dapat diselesaikan jangan sampai meruncing ke ranah pidana maupun proses acara hukum perdata.
Melalui forum musyawarah ini kami ingin mendorong serta memfasilitasi kedua pihak untuk berfikir jernih, saat ini kesempatan terbaik untuk mencari solusi jalan terbaik untuk penyelesaian bagi kedua belah pihak. sebab urusan pertanahan bukan sekedar soal menang dan kalah tetapi lebih mendasar lagi soal tanggungjawab yang bersifat permanent sampai turun temurun selama permasalahan belum terselesaikan bahkan anak cucu keturunannya boleh jadi nantinya yang harus menanggung konsekwensinya.
Lebih lanjut Drs. Yiyin Sodikin, M.Si, dalam hal ini selaku Pejabat PPAT Wilayah Kecamatan Bojongsoang berpandangan bahwa permasalahan jual beli sebidang tanah milik H. Abdul Majid dengan Eje Alias H. Yusuf, menanggapi adanya permasalahan kontroversi pada proses transaksi pembayaran jual beli tanah terbukti selama 32 tahun sampai sekarang persoalannya belum terselesaikan. hal Ini telah merugikan pihak penjual, bila dalam realitas sebenarnya seperti demikian karena itu jual beli menjadi tidak sah.
Memperhatikan di lembaran Permohonan Untuk Mendapatkan Idzin Pemindahan Hak Menurut Peraturan Menteri Agraria No. 14 Tahun 1961 berbunyi dalam setiap penerbitan AJB bahwa “Pemohon idzin ditolak dan/atau diizinkan dengan syarat bahwa jika ternyata keterangan-keterangan itu tidak benar maka idzin ini menjadi batal dengan sendirinya dengan tidak mengurangi kemungkinan dilaksanakannya tuntutan terhadap pemohon,” paparnya pula.
Potensi kerugian bagi pemilik dapat dihitung secara perdata, coba saja kalau dihitung berapa ton gabah kering hasil dari penguasaan lahan seluas 8 bahu, dengan hasil rata-rata diasumsikan sebanyak 4 ton gabah kering per 1 bahu dalam semuim tanam, kemudian kalikan luas lahan 8 bahu berarti sebanyak 36 ton gabah untuk setiap musim panen, sedangkan penanaman padi bisa 2(dua) kali panen dalam setahun.Penghasilan gabah diperkirakan dapat mencapai sebanyak 72 ton per tahun kemudian kalikan untuk selama 32 tahun, secara kasar diperoleh hasil panen selama 32 tahun itu mencapai sebanyak 2304 ton. Artinya sudah berapa kerugian materil dan imateril yang diderita oleh H. Abdulmajid selaku pemilik sah. “Secara perdata sudah sangat merugikan pihak pemilik tanah, bila kenyataan dilapangan itu benar seperti yang disampaikan, dengan sendirinya akad jual beli batal apa lagi kalau ditemukan adanya indikasi yang lain,” tandasnya. (TIM WRC)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: