//
you're reading...
Nasional

Korporasi Buang limbah Sembarangan Bapedal Batam Tak Serius Tangani Pencemaran dan Kerusakan lingkungan

beko di tahan bapeda kota batamlimbahBatam, (BIN).- Sebelumnya Media BIN telah menyampaikan surat klarifikasi terkait pengaduan masyarakat atas kasus tindak pidana pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup di wilayah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Pemerintah Kota Batan dalam hal ini sebagai pihak yang berwenang untuk menjalankan regulasi pelaksanaan Undang-undang No. 32 Tahun 2009 untuk melakukan penertiban, pengawasan dan penindakan atas pelanggaran lingkungan hidup di Kota Batam.
Sehubungan kasus ini sayangnya belum melihat keseriusan pihak pemerintah melaksanakan sesuai kewenangan penyelidikan dan penyidikan terkait pencemaran Lingkungan Hidup dan Limbah sisa produksi yang bersumber dari kegiatan Perusahaan-perusahaan yang beroprasi didiwilayah Kota Batam.
Dari keterangan dan data yang diperoleh Media BIN mengindikasikan adanya pembangkangan pada UU Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009 Pasal 78 dan Tindak Pidana Pasal 112 terkait kerusakan Lingkungan. Seperti ditemuka kasus pembuangan limbah pasar di tempat lahan Kosong yang terletak di Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji,Kota Batam yang kini dipasang pita PPNS Bapedal Kota Batam, dimana lokasi lahan kosong tersebut sekarang dijadikan tempat pembuangan limbah Pasar yang dimusnahkan dengan cara melakukan pembakaran.
Sedangkan indikasi pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh sejumlah korporasi yang dimaksud adalah: PT. ASIA FOUNDRY, Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji. Menghasilkan Limbah Cair/Chemical sejanis oli dan Solar. PT. Laba Mas Makmur. Ruko Tiban Sekupang. Menampung Limbah Coper Slang yang diduga tidak mempunyai izin dan Bapedal Kota Batam sendiri memberikan rekomendasi untuk dikeluarkan ke-penampung Limbah sementara di Kecamatan Nongsa. PT.Buana di Kecamatan Sekupang menghasilkan Limbah Sisa Produksi Redimix yang di buang mentah ke Laut telah mengakibatkan tertutup terumbu karang. Kemudian pencemaran di Kawasan lndustri Walakaka, Kecamatan Batam Kota disana dipergunakan untuk menampung limbah Coper Slag yang diduga tanpa mengantongi legalitas perizinan.
Limbah besi yang terletak di lahan kosong belakang gudang tanpa ada papan nama yang berada di kecamatan Sekupang. Menurut keterangan masyarakat sekitar kegiatan pembuangan limbah tersebut sudah lama berjalan dilakukan pihak perusahan , dengan cara diam-diam ketika membuang dilahan kosong tersebut karena di belakang perusahan itu terdapat parit yang cukup sepi dari penduduk.
Sekarang ini kabarnya bahwa Ir. Dendi Purnomo tengah di periksa Pihak Polri dan akan di Periksa pula oleh Kejati Kepri terkait adanya sejumlah laporan masyarakat baik LSM maupun awak media sebagai control social meski sampai sekarang Kepala Bapedal Kota Batam Ir. Dendi Purnomo belum dapat dihubungi untuk klarifikasi atas kasus andal ini. Sehubungan dengan ini kepada para pihak terkait diminta keseriusan menangani permasalahan tersebut sesuai fungsi dan kewenangannya. (A.rianto)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: