//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

TOPAN-RI Pertanyakan Anggaran Pileg … Kinerja Komisioner KPU Daerah Aceh Kecewakan Rakyat

KOMISI KPUPidie (BIN).– Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2007 tentang penyelenggara pemilihan umum di Aceh. Bahwa pemilihan umum yang berlangsung secara umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sebagaimana sarana perwujudan kedaulatan rakyat akan berhasil dengan baik apabila dilaksanan oleh penyelenggara yang mempunyai integritas profesional dan bertanggung jawab
Dalam Qanun ini penyelenggara pemilihan umum di Aceh berbeda dengan provinsi-provinsi yang lain yang mana di provinsi lain pemilu dilakukan oleh KPU sedangkan di aceh adalah KIP (komisi independen pemilihan) sebagai implementasi dari undang-undang no 11 tahun 2006 tentang pemerintah Aceh dan di awasi oleh pengawas pemilihan umum (PANWASLU).
Bahwa pembentukan komisi Independen pemilihan sebagai penyelenggara pemilihan umum di Aceh khususnya sudah di atur sedemikian rupa sesuai dengan Undang-Undang nomor 11 tahun 2006. Mengingat penting dan strategisnya lembaga penyelenggara pemilihan umum di Aceh dalam proses demokrasi untuk mewujudkan kedaulatan rakyat .
Beranjak dari undang –undang tersebut maka sejumlah masyarakat Pidie khususnya kecamatan –kecamatan di kabupaten Pidie merasa khawatir mengingat kecurangan yang merajelela. Walau masyarakat mendambakan pemilu yang jurdil namun semua itu hanya impian belaka yang tak mungkin terpenuhi, bahkan ada oknum warga yang mencoblos puluhan kali, dan ironisnya linmas yang berada di ring pertama malah terkesan menganjurkan bukan sebaliknya melarang hal yang demikian.
Berdasarkan pantauan Media BIN di lapangan, kecurangan di duga oleh KIP dan PANWASLU setempat terkesan membiarkan kecurangan terjadi.
“Setiap ada laporan mereka akan turun ke lokasi,“ Sangkal ketua panwas Pidie saat di hubungi oleh tim pemantau pemilu dari TOPAN-RI dan malah mereka tidak tahu ada kecurangan. Ditempat terpisah sejumlah caleg telah menolak hasil pemilu diantaranya : Caleg Demokrat, Caleg Golkar, Caleg partai Nasional Aceh, Caleg PKS, dan sejumlah saksi yang terlibat. Walau bukti otentik sudah di ambil oleh pihak panwaslu, namun panwaslu mengklaim pemilu telah berjalan dengan aman dan damai sesuai peraturan, menurut ketua panwas saat dihubungi media BIN. Tim TOPAN-RI menambahkan walaupun DIPA untuk pemilu mencapai Rp 40 Miliar lebih, tapi spanduk yang terpasang hanya terlihat di beberapa tempat serta sosialisasi tidak pernah ada bahkan di radio hanya menjelang hari H saja. Melihat hal ini Tim TOPAN-RI meminta KIP segera mempublikasi penggunaan dana pemilu 2014 di Pidie yang tidak jelas penggunaannya kerena semua itu uang rakyat maka rakyat telah dirugikan sebaiknya KIP dan PANWASLU dibubarkan saja karena mereka hanya menghabiskan uang rakyat saja. (hsb bin)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: