//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Jemy Warga Tionghoa Akan di ”Polisi” kan

Bukti Pohon Kelapa Sawit Milik Anang yang dimatikan

Bukti Pohon Kelapa Sawit Milik Anang yang dimatikan

Kepala Desa pakai Kaca mata disaksikan Anang Baju putih dan Anggota Brimob menunjukan patok batas kebun milik Jemy diluar kebun milik Anang

-Kepala Desa pakai Kaca mata disaksikan Anang Baju putih dan Anggota Brimob menunjukan patok batas kebun milik Jemy diluar kebun milik Anang

Ketua Rt baju putih lengan panjang bersama Anang Celana panjang hitam sama-sama menunjuk pohon Kelapa sawit milik Anang yang mati dan pohon kelapa Sawit yang baru ditanam

Ketua Rt baju putih lengan panjang bersama Anang Celana panjang hitam sama-sama menunjuk pohon Kelapa sawit milik Anang yang mati dan pohon kelapa Sawit yang baru ditanam

SAMPIT-KALTENG-BIN,
Anang (49) Warga Desa Bukit Raya Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, dalam waktu dekat akan melaporkan Jemy warga Tionghoa Ke Polres Kotim, Pasalnya kebun Kelapa Sawit miliknya yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 75 Desa Bukit Raya dirusak/ dimatikan oleh Jemy kemudian baru ditanam ulang dengan bibit kelapa Sawit yang baru.
“Sungguh biadab dan kurang ajar apa yang dilakukan Jemy,” Ujar Anang dengan nada tinggi.
Kemarahannya memuncak setelah melihat hampir keseluruhan kebunnya diblok dengan parit yang dalam serta ratusan pohon Kelapa Sawit miliknya rusak akibat galian parit dan yang paling parah ratusan pohon kelapa Sawit yang sudah tumbuh dengan subur mati tidak wajar , kemudian tidak jauh dari pohon Kelapa sawit yang mati tersebut ada tanaman baru , diduga kuat tanaman tersebut ditanam ulang oleh Jemy, dengan niat untuk menguasai kebun tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun Tim Media Berita Investigasi Nasional, Kegiatan Jemy dilokasi kebun warga sungguh sangat meresahkan terutama bagi Anang dkk , alat berat (Exavator) dikerahkan untuk membuat parit batas kebun dan menggusur kebun masyarakat dengan paksa, ironisnya dua orang oknum Anggota Brimob sengaja mengawal alat berat tersebut agar kegiatan tersebut berjalan aman, dan disamping itu pula menurut beberapa orang warga kehadiran dua orang oknum anggota brimob tersebut selalu menakut-nakuti warga.
” Jika berani menghalang-halangi kegiatan mereka, maka akan ditangkap,” ucap ketua Rt yang tanah dan kebunnya pun juga ikut tergusur menirukan ucapan oknum brimob tersebut.
Tim Investigasi media BIN ketika turun kelapangan sempat menemui dua oknum anggota Brimob tersebut di Base Camp milik Jemy (24/3), menurut oknum berinisial SA dan RAH kehadiran mereka di Base Camp tersebut hanya menjalankan tugas dari atasan untuk menjaga keamanan, keduanya menyanggah kalau mereka menakut-nakuti warga.
“Kami ngepam (pengamanan-red) disini karena menjalankan perintah atasan berdasarkan Surat Perintah, jika tidak percaya silahkan tanyakan langsung ke atasan kami di Mako Brimob, dan menurut Bos Jemy tanah ini adalah miliknya dan ada Sertifikatnya, ” ucap SA & RAH.
Sampai berita ini diturunkan , kegiatan Jemy dilokasi kebun warga terpaksa dihentikan dengan paksa, hampir saja terjadi insiden ketika Anang dan warga lainnya datang ke lokasi kebun mereka ternyata alat berat (Exavator) milik Jemy masih beroperasi melakukan penggusuran tanah dan kebun warga, karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan operator Exavator segera mematikan mesin kendaraan berat tersebut dan menyerahkan konci kontak alat berat tersebut kepada Warga yang memintanya, kemudian oleh Anang dkk konci kontak tersebut diserahkan ke Polsek Cempaga Hulu untuk diamankan.
Mendapat laporan dari Operator Exavator tentang kejadian tersebut, Kedua oknum anggota brimob terpaksa meminta bantuan Kepala Desa dan prangkat desa Bukit Raya, dan mereka mendatangi kediaman Anang untuk musyawarah dan mufakat, kedua oknum brimob tersebut minta maaf jika apa yang mereka lakukan selama ini dalam menangani masalah secara sepihak, karena intinya mereka hanya menjalankan tugas dari atasan. Sebenarnya mereka tidak tahu, apakah tanah tersebut benar-benar milik Jemy atau milik masyarakat, lebih lanjut mereka sama-sama turun kelapangan memeriksa lokasi disaksikan Oleh Kepala Desa dan Perangkatnya, masyarakat menunjukan batas kebun yang sebenarnya milik Jemy.
Masyarakat meminta Jemy menghentikan kegiatannya sampai ada point kesepakatan kedua belah pihak. Di lain pihak kedua oknum anggota Brimob akan melaporkan kejadian ini keatasan mereka dan meminta penjelasan penugasan mereka .(Tim)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: