//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Empat Kades Garut Masuk Bui Gelapkan Raskin

Garut, (BIN).- Korupsi bak penyakit kanker kronis. Tidak hanya menteri atau pejabat negara yang terjangkit, tetapi hingga ujung tombak pemerintahan, Kepala Desa (Kades). Seperti di Kabupaten Garut, Jawa Barat, 4 Kades menghuni bui karena terseret korupsi beras yang dikhususkan untuk orang miskin. Mereka yaiu Kades Cibiuk Kidul, Agus Suganda (46), Kades Cibiuk Kelar, Asep Gojali (44), Kades Majasari, Tatang Koswara (58), Kades Cipareuan, Ata Sutisna (57).
Kasus bermula saat pemerintah memberikan program beras bagi rakyat miskin kurun Januari-Februari 2012. Dalam program itu, rakyat cukup membeli beras Rp 1.600 per Kg. Harga tersebut jauh di bawah harga pasaran karena pemerintah telah merogoh APBN Rp 5.900 per Kg guna membeli beras dari Bulog.
Nah, dalam penyalurannya ternyata beras tersebut mengalami kebocoran di sana-sini. Para kades menjual kembali beras tersebut kepada warga yang tidak miskin dengan harga pasar. Dari hasil penjualan itu, para kades pun meraup untung. Seperti Kades Agus yang mengantongi sebesar Rp 49 juta, Kades Asep sebesar Rp 30 juta, Kades Tatang sebesar Rp 50 juta dan Kades Ata sebanyak Rp 42 juta.
Atas perbuatannya, Polres Garut pun menyidik mereka dan melimpahkannya ke pengadilan. Pada 6 Januari 2014, Pengadilan Tipikor Bandung memutuskan hukuman kepada keempatnya yaitu: 1. Kades Agus dihukum selama 1 tahun dengan denda Rp 50 juta. Subsidair 1 bulan. 2. Kades Asep dihukum selama 1 tahun dengan denda Rp 50 juta. Subsidair 1 bulan. 3. Kades Tatang dihukum selama 1 tahun dengan denda Rp 50 juta. Subsidair 1 bulan. 4. Kades Ata dihukum selama 1 tahun dengan denda Rp 50 juta. Subsidair 1 bulan.
Atas vonis ini, para terdakwa tidak terima lalu mengajukan banding. Namun bukannya memperingan, Pengadilan Tinggi Bandung melipatgandakan hukuman yang telah dijatuhkan.
“Menjatuhkan hukuman kepada Ata Sutisna dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” putus majelis hakim yang terdiri dari Kornel Sianturi, Syamsul Ali dan Dr Fontian Munzil.
Dalam putusan yang diketok pada 5 Maret 2014 lalu, hukuman 2 kades lainnya juga dinaikkan dengan hukuman yang sama. Tiga hakim tinggi menyatakan perbuatan Terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas kejahatan korupsi dan menghambat program Pemerintah dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan fakir miskin di Garut. “Perbuatan terdakwa telah melanggar hak ekonomi masyarakat,” cetus majelis.
Dalam kasus ini, Kades Agus dihukum paling berat yaitu selama 2,5 tahun penjara. Perbedaan ini karena majelis hakimnya berbeda dibanding 3 terdakwa lainnya. Kades Agus diadili oleh Arifin Rusli Hutagaol, Effendi Gajo dan Hening Tyastanto. (TimWRC )

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: