//
you're reading...
Nasional

Kursi Termahal PILEG 2014

Bandung – BIN. Pelaksanaan pemilu legislatif yang dilaksanakan pada tanggal 9 april 2014 untuk menentukan siapa wakil rakyat yang pantas duduk dikursi parlemen dan juga partai pemenang pemilu sebagai barometer dalam mengusung capres dan cawapres telah berlalu.
Berbagai upaya yang dilakukan para calon legislatif dan tim sukses pun telah berakhir, dimana mereka telah berupaya mensosialisasikan berbagai visi dan misi kepada masyarakat untuk menarik simpati guna kemenangan para calon serta partai pengusungnya. Sekalipun KPU telah menetapkan partai pemenang pemilu ,
namun merebaknya permasalahan dalam penghitungan suara dibeberapa daerah masih saja terus terjadi. Bisa dikatakan bahwa pemilu legislatif tahun 2014 adalah pemilu yang paling berat karena banyak dari mereka para incumbent dan juga politisi kawakan dari berbagai partai besar tidak berhasil untuk mendapatkan kursi di legislatif. Bahkan untuk calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari 61 anggota DPRD yang kembali mencalonkan diri hanya 21 orang yang kembali terpilih. Sisanya adalah adalah wajah-wajah baru. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mereka para dewan sudah mulai berkurang? ataukah kinerja dari para dewan yang dinilai masyarakat dianggap gagal dan setiap kebijakan selalu tidak berpihak terhadap rakyat atau memang masyarakat sendiri menghendaki perubahan.
Namun asumsi diatas ternyata tidak sepenuhnya benar, karena berdasarkan pengamatan penulis ada para dewan yang selama ini tetap bersosialisasi dengan masyarakat bahkan dana aspirasi mereka sampaikan sesuai dengan prosedur yang berlaku, bahkan silaturahmi tetap tidak pernah terputus. Namun banyak dari mereka ternyata tidak lolos. Lantas siapa yang patut disalahkan? tim sukses ataukah adanya peraturan baru mengenai aturan penghitungan kursi….!
Sampai saat ini KPU belum mengumumkan secara resmi siapa saja yang bakal duduk dikursi DPDR Kab./Kota, DPRD Provinsi dan DPR Pusat. Namun para pengurus beberapa partai diduga telah memiliki gambaran yang lolos untuk duduk menjadi dewan mewakili partai (namun bukan berarti mewakili aspirasi rakyat).

Peraturan PKPU dinilai merugikan
Salah seorang tim sukses yang juga sekretaris pengurus desa dari salah satu partai diwilayah desa Panenjoan Lilis Komalawati mengungkapkan kekecewaannya terhadap aturan yang dipakai oleh PKPU yang dinilai sangat merugikan partainya dan menganggap PKPU terlambat dalam menerapkan peraturan tersebut.
“Peraihan suara partai kami didaerah pemilihan Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat mengalami peningkatan secara signifikan terutama di wilayah Kab. Bandung tercatat hampir 24 persen, semua itu atas kerja sama semua elemen baik itu jaringan/tim sukses yang dibentuk oleh para calon. Namun peraihan suara yang begitu besar ternyata hanya bisa mendapatkan 2 kursi saja, padahal suara partai kami di dua wilayah pemilihan Kabupaten itu berjumlah 419.359 suara . Namun aturan yang diberlakukan PKPU adalah aturan UU No.28/2013 maka jumlah kursi yang harus didapat berjumlah 217.988 suara sedang partai lain mengikuti berdasarkan rangking sekalipun suara partai dan calon disatukan jumlahnya dibawah standar aturan yang diberlakukan PKPU, ini sangat mengecewakan dan sangat tidak adil, sepertinya peningkatan suara partai kami tidak bisa membawa perubahan apalagi menambah jumlah kursi untuk DPRD Provinsi Jawa Barat. Bisa dikatakan bahwa suara kursi partai pemenang Pemilu urutan pertama dan Kedua pada pemilu ini adalah kursi termahal. “ Ungkapnya .
Menang kalah dalam percaturan dunia politik mungkin biasa namun seyogyanya kemenangan hanya milik rakyat karena siapapun dari mereka yang terpilih harus kembali kerakyat berjuang bersama rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat.
Terpilih menjadi anggota dewan bukan hanya untuk mengisi absen dan mendengarkan pidato pimpinan namun ada tanggungjawab lebih besar yang harus mereka emban demi memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk digodog oleh anggota dewan dan selanjutnya disampaikan kepada pemerintah. Dan yang terpenting adalah mereka dipilih oleh rakyat untuk mengemban amanah sesuai janji saat berkampanye. (Asep Gusmala)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: