//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Sidang Pembunuhan Hamlin Akan digelar

Pangkalan Bun, (BIN). Pengadilan Negeri Pangkalan Bun (Kobar) Senin depan rencananya akan menggelar Sidang Pembunuhan M.Hamlin (44) putra asli daerah Kobar yang sempat menghebohkan warga khususnya Pangkalan Bun dan sekitarnya karena pelakunya adalah M.Israil Als Rail (34) warga pendatang, berkat kesikapan Aparat Kepolisian bekerjasama dengan TNI dan Tokoh masyarakat peristiwa tragis tersebut tidak sempat ditunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bisa memperkeruh suasana Konplik sehingga kasus ini dianggap sebagai tindak Pidana Murni.
Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Berita Investigasi Nasional saat berkunjung di Kantor Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun (Kab.Kobar) Senin( 26/05/2014) bahwa Sidang Kasus Pembunuhan M. Hamlin akan digelar Senin depan dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi ,Menurut WAGIMAN Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun ,” Senin depan sidang Pembunuhan akan digelar kembali dengan menghadirkan saksi-saksi,” Jelas nya.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya peristiwa ini terjadi di kafe kawasan Bundaran Pancasila Pangkalan Bun pada hari Kamis 27 maret 2014 dini hari dengan melibatkan M.Israil (Warga Pendatang ) yang beralamat di jalan Iskanda Gg Salak-2 Kelurahan Madurejo Kec.Arut Selatan Kab.Kobar sebagai pelaku Pembunuhan M.Hamlin (Warga Pribumi) yang beralamat di Rt 10 Kelurahan Mendawai Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kobar dengan luka sayatan dileher hingga tewas gara-gara Hasutan dan provokasi dari pemilik kafe remang-remang istri Fahri bernamal Erdawati yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari Pemberitaan Koran Lokal dan media Online yang beredar sebelumnya bahwa Kasus ini harus ditangani dengan serius baik secara Hukum Positif maupun secara adat (Adat Dayak Red) pasalnya kasus perkelahian hingga menimbulkan korban nyawa di kawasan Bundaran Pancasila Pangkalan Bun (Kab.Kobar) ini tidak bisa dianggap enteng dan terbukti mengundang perhatian masyarakat Dayak, apalagi kedua pihak yang bertikai itu berbeda etnis antara Dayak dan Madura pernah bertikai dan kali ini Pihak yang menjadi Korban adalah Suku Dayak.

Damaikan Secara Adat
Kutipan Seruan dari Gerakan Pemuda Dayak (GARDAYAK) Kalteng ,” Kami menghargai dan memberi Aspirasi yang tinggi kepada aparat Penegak hukum,TNI,Polri dan Pemda Kotim khususnya Bupati Kotim yang memberi respon yang cepat terhadap permasalahan ini,tetapi kami juga ingin memberikan ketegasan bahwa sanya ini masalah nyawa suku Dayak, kami berharap kasus ini diproses secara hokum Positif dan secara Adat Dayak, tegas Ketua Umum Gerdayak Kalteng YANSEN BINTI saat Jumpa Pers dikediamannya di jalan Batu Suli V Kota Palangka Raya, Jum’at ( 29 Maret 2014)
Dengan didampingi Pengurus dan Penatua Adat Gerdayak Kalimantan Tengah Yansen menjabarkan masalah pentingnya penyelesaian sesuai dengan kearipan Lokal Suku Dayak, dikatakannya , “ Dayak merupakan suatu Entitas masyarakat yang sangat dekat dengan Alam pencipta , dan nenek moyangnya, perlunya penyelesain secara adat Dayak supaya berujung dengan damai,” jelasnya.
Informasi yang sempat beliau terima bahwa pelaku pembunuhan tidak semua tertangkap, “Kami berikan oltimatum kepada para pelaku agar segera menyerahkan diri agar diproses secara hukum, karena kami tidak ingin kasus ini berkepanjangan,” tegasnya.
Lebih dalam Yansen menjelaskan, dalam sejarah budaya nenek moyang suku Dayak setiap nyawa orang suku Dayak sangat berharga, dicontohkannya,” Jika nyawa orang Dayak mati tenggelam di air, itu harus ada upacara pembalasan terhadap air, orang dayak mati tertimpa pohon kayu, ada upacara pembalasan terhadap kayu tersebut sehingga harus ada keseimbangan antara yang melakukan mengakibatkan kematian orang Dayak itu,” pungkasnya.
“Apapun yang menjadi motif yang melatar belakangi kejadian itu, ranahnya pihak yang berwajib untuk mengungkap, tetapi dengan meninggalnya seorang Suku Dayak dengan cara dibunuh itu mesti ada pembalasan, tapi dalam hal ini Pembalasan dalam tanda kutip Secara Ritual, bukan secara pisik supaya hal serupa dikemudian hari tidak menimpa suku Dayak lainnya,menurut kami ini ada tanda-tanda alam, ada apa dengan terjadinya pembunuhan ini, yang melibatkan dua suku yang pernah bertikai sebelumnya,” kata Yansen.
Atas Nama Gerdayak menghimbau kepada masyarakat etnis tertentu dimanapun ia berada, jangan selalu membawa senjata tajam dengan alasan untuk membela diri,jangan juga cuman alasan sepele lalu menggunakan senjata tajam, sebab kejadian Kerusuhan / perang antar etnis tahun 2001 itu awalnya bermula dari hal-hal yang sepele, kita tidak ingin hal itu terulang kembali, kita ingin hidup damai dan rukun, saling berdampingan,” ungkapnya.
“Gerdayak berharap kepada Pemda Kobar agar mempasilitasi untuk dilaksanakannya hukum adat Dayak, kepada DAD jangan ragu-ragu untuk menerapkan hukum adat, kumpulkan para Damang, untuk menentukan Denda JIPEN yang harus dibayar oleh keluarga Pelaku, ingat harus ada hewan sebagai pengganti harus dikorbankan untuk mensucikan kembali wilayah Pangkalan Bun agar ada keseimbangan lagi,” cetusnya.
“ Bagi Warga Dayak dimanapun anda berada, diminta untuk bisa menahan diri, kita tunggu hasil aparat kepolisian untuk melakukan proses secara hukum positif dan hukum adat yang akan dilaksanakan,” tambahnya. (to)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,290 hits
%d bloggers like this: