//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Terdakwa Pidana Korupsi Alkes terisak Saat bacakan Pledoi

Palangka Raya, (BIN).- Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kalimatan Tengah (Kalteng) kembali menggelar Sidang Tipikor dalam kasus dugaan Korupsi pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Dr.Murjani Sampit , kali ini menghadirkan dua orang tersangka yakni Asep Aan Priyadi dan Herlina dalam agenda kedua tersangka masing-masing didampingi oleh Penasihat Hukum saat membacakan tanggapan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau Pledoi untuk pembelaan dirinya dihadapan Hakim Majelis, Rabu 28/05/2014.
Sidang ini dipimpin atau diketuai oleh Hakim Majelis (HM) HR Unggul Warso Mukti, Tersangka Asep yang didampingi oleh Firman Candra Penasihat Hukumnya (PH) mendapat kesempatan pertama untuk membacakan Pledoi pembelaan dirinya untuk menanggapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rabiatul Adawiyah pekan lalu, Asep mengatakan bahwa banyak hal dalam tuntutan JPU yang memberatkan dirinya itu tidak benar dan tidak mendasar, pada intinya Asep meminta kepada Hakim Majelis untuk menyatakan dirinya terbukti tidak bersalah dan membebaskan nya dari dakwaan dan tuntutan JPU dan mengabulkan sejumlah permintaan lainnya.
“ Secara pribadi saya sangat keberatan terhadap tuntutan Tim JPU, tuntutan mereka tidak sesuai dengan perbuatan yang saya lakukan, dan menurut saya terkesan sekali JPU terlalu mengada-ada dalam kasus ini,” ungkap Asep saat membacakan Pledoinya.
Selesai Asep membacakan Pledoinya tersangka Herlina yang didampingi oleh Yohanes Lie Penasihat Hukum nya (PH) pun juga mempunyai kesempatan yang sama untuk membacakan Pledoinya, sungguh sangat mengharukan saat Herlina membacakan Pledoi pembelaan dirinya sempat terdengar Isak tangis tersedu-sedu, dirinya mengaku hanya menjadi korban dari atasannya serta korban dari tuntutan Tim JPU Kejaksaan Negeri Sampit yang sangat memberatkan dirinya, untuk itu dirinya meminta kepada Hakim Majelis untuk meringankan Tuntutan JPU.
“ Saya meminta kepada Hakim Majelis yang mulia untuk mempertimbangkan tuntutan tersebut, saya ucapkan kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada saya selama menjalani proses persidangan,” ungkap Herlina setelah selesai membacakan pledoinya.
Majelis Hakim selanjutnya menunda sidang dan menentukan jadwal sidang berikutnya pekan depan dalam Agenda Reflek (tanggapan terhadap pledoi) terdakwa .
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya terdakwa Asep Aan Priyadi selaku Direktur PT. Sanjiko Abadi dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampit selama 12 tahun Penjara, denda Rp.500 juta subsider 6 bulan kurungan, dan juga dituntut untuk mengembalikan kerugian Negera sebesar 3,9 Miliar atau tambahan kurungan 6 tahun penjara jika tidak bisa mengembalikan uang tersebut, semantara itu Herlina selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dituntut 10 tahun Penjara denda Rp.500 juta dengan Subsider 6 bulan Penjara. (To)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: