//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

Bupati Muaro Jambi “tutup Mata” Jalan Kabupaten untuk Kecamatan Sungai Bahar Rusak Parah

IMG_0818Muaro Jambi, (BIN).- Sungai Bahar terbagi 32 desa dan 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Bahar Tengah terdiri dari 11 Desa, Kecamatan Sungai Bahar Utara terdapat 11 Desa dan Kecamatan Sungai Bahar Selatan terbagi 10 Desa. Honor Kepala Desa ( Kades ) untuk Kabupaten Muaaro Jaambi,Kabupaten Batang Hari Honor Kadesnya satu bulan ( ADD) Rp.2.juta ditambah uang tamu Rp.500.000. sedangkan di Kabupaten Muaro Jambi hanya Rp.1.800.000. uang tamu tidak ada.
Berdasarkan giorafis, Kabupaten Muaro Jambi lebih luas dari Kabaupaten Batang Hari.Baik dibidang Perusahaan Perkebunan, juga Perkebunan BUMN. Apakah jalan untuk Sungai Bahar, ada perhatian dari Bupati yang baru pada tahun 2016, masih untung pihak PT. Nusantara VI, selalu memperhatikan/memperbaiki jalan selama ini, yang pihak PTPN VI harus mengeluarkan uang ratusan juta untuk memperbaiki jalan mulai dari Jalan Panerokan sampai jalan Desa Tanjung Lebar.
Warga Sungai Bahar 80% adalah Warga tansmigasi PIRSUS dan PIRTRANS, yang mana Kebun Plasmanya adalah disediaakan oleh PT.Perkebunan Nusantara Gunung Pamela Medan { Persero }, 2 Ha, Kebon Kelapa Sawit sedangkan Lahan perumahan 0,5 Ha disediakan pihak Depertemen Transmigasi.
Penempatan PIRUS yang pertama dimulai sejak tahun 1984/1985. Program PIRUS dan PIRTRANS dirintis selaku bapak Pembangunan yaitu; Almarhum Harto dimasa Orde Baru. Program ini dinilai berhasil berhasil, hal ini cukup dirasakan oleh warga khususnya yang yang tinggal di Sungai Bahar.
Penghasilan yang diperoleh rata-rata mencapai Rp.15 juta hingga 20 juta rupiah per bulan, karena itu jelas warga Sungai Bahar pembayaran Pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah merupakan penyumbang pendapatan terbesar untuk daerah Pemkab Muaro Jambi.
Bupati Burhanuddin Mahir disetiap kunjungan kerjanya ke wilayaah Saungai Bahar,senantiasa memuji warga tentang kesadaran pembayaran PBB dan mengaku dari Sungai Bahar pembayaran Pajak terbesaar untuk Kabupaten Muaro Jambi.
Selain itu bukan saja hanya pembayaran PBB yang sangat dibanggakan namun pendukung pencalonan Bupati Burhanuddin Mahir sampai 2 ( dua ) priode menjadi Bupati Muaaro Jambi. Namun sangat disayangkan kendatipun salah satu daerah yang berkontribusi cukup besar terhadap peningkatan pendapatan daerah tetapi belum pernah tersentuh program pembangunan fasilitas jalan.
Kondisi infrastruktur jalan Poros Kabupaten Muaro Jambi ke Sungai Bahar sangat memprihatinkan, mulai dari simpang Pete Tempiuno, Desa Pelempang, Desa Yogan sampai jalan unit 10 Sungai Bahar, Jalan mulai unit 4 sampai unit 3 ,jalan ke Desa Tanjung Lebar hamper 15 tahun terakhir ruas jalan itu tidak tersetuh program pengaspalan atau pembangunan belum pernah ada.
Padahal Desa Tanjung Lebar adalah Desa Suku Anak Dalam, sudah sewajarnya sangat ada perhatian Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi,terlebih-lebih sekitar bulan Oktobeer/Nopember 2014 ini,Desa Tanjung Lebar menjadi Tauan Rumah MTQ Tingkat Kecamatan. Selain itu jalan yang sangat rusak mulai dari jalan simpang tiga Desa Marga menuju unit 17 sampai ke unit 22,disebabkan Pemkab Muaro Jambi yang selalu tutup mata.
Kini warga terpaksa memperbaiki jalan tersebut dengan swadaya masyarakat.Jalan untuk unit 7, untuk kelancaran transportasi pengangkutan hasil bumi seperti buah Kelapa Sawit dapat terangkut ke Pabrik Kelapa Sawit { PKS ). Sementara itu kerusakan sarana jalan juga dialami warga Kecamatan Sungai Bahar Utara, antara lain, jalan poros untuk ke unit 16/19; Jalan poros dari unit 16 meneuju unit 13, unit 14 sampai ke Desa Sedayo ( Trans Sos ).
Nampaknya masyarakat Sungai Bahar bukan saja hanaya jalan yang menjadi masalah, namun juga dibidang Pendidikan yang mana guru-guru ditugaskan oleh Bupati Burhanuddin Mahir menjadi pegawai di Kecamatan, baik dari Kecamatan Sungai Bahar Tengah, juga di Kantor Camat S. Bahar Utara dan Selatan. Pantas saja ada sejumlah PNS yang sebelumnya ditugaskan menjadi guru Pendidik yang kemudian memilih pindah jabatan ke pemerintahan.
Dari pantauan penyebabnya adalah masalah transportasi yang tidak ditunjang oleh pelayanan pembangunan sarana fasilitas jalan rusak berat, hal ini amat sangat menyulitkan bagi para guru pendidik melaksanakan tugas di plosok desa terpencil. Akibatnya sangat dirasakan oleh semua komponen khususnya orangtua murid, pasalnya pihak sekolah terpaksa mengangkat guru-guru Honor. Dari situ berdampak pada pembengkakan biaya pendidikan mulai dari tingkat SDN sampai ke SMPN dan SMAN harus membayar uang insentif bulanan untuk guru-guru honorer tersebut dibebankan kepada pihak orangtua siswa melalui Komite sekolah. (JHP).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: