//
you're reading...
Nasional

Menguak Potensi Kebocoran Anggaran Proyek Rehabilitasi Jalan Bandung-Garut

jalanBandung, (BIN). Proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jalan Bandung-Garut yang merupakan jalur pemeliharaan Pemprov. Jawa Barat ini, sangat berpotensi adanya kebocoran anggaran yang dapat merugikan keuangan Negara. Sebab fakta dilapangan menunjukan dalam pelaksanaan proyek tersebut asal – asalan, dengan cara mengurangi kualitas dan kuantitas matrial bahan bangunan tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja yang ada pada satuan proyek itu sendiri.
Keterangan yang diperoleh tabloid Berita Investigasi Nasional dilaksanakan melalui pihak ketiga sebagai pemenang tender proyek yaitu; PT.Seneka selaku pelaksana lapangan, Ikhsan pengawas teknis dinas bina marga pekerjaan umum Dadan.
Sehubungan dengan ini Ikhsan saat diklarifikasi terkait beberapa kegiatan yang ditemukan pada proyek tersebut, yaitu: ukuran besi tibar 11 mm; ukuran dowel 12 mm -32 mm; Jalak rangkai tibar 60 cm; Jarak pemasangan dowe l 5 cm; Tibar pinggir tidak ada pemasangan; Pemasangan tibar dan penyambung tidak diikat dan banyak yang tidak di pasang; Kontraksi sangat jauh dari standaritas volume Jalan (AI) Provinsi; Volume proyek panjang x lebar x tebal ialah 1100 m x 10,8 m x 27cm + perata 5 -10 cm.
Hanya saja Ikhsan sendiri yang ditugaskan selaku pelaksana lapangan dari PT. Saneka, ia mengaku keberatan untuk menunjukan spesifikasi proyek kepada wartawan. Karena tidak ada transparansi mengindikasikan disinyalir adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan proyek peningkatan dan rehabilitasi jalan Bandung-Garut, dimana alokasi tahun anggaran (TA) 2014.
Sehubungan proyek pembangunan infrastruktur sarana jalan tersebut, sejumlah elemen masyarakat mendorong agar pelaksanaan proyek jalan tersebut berkualitas sesuai perencanaan anggaran yang ada.
Sementara ada sejumlah komponen warga menyampaikan aspirasi melalui media Berita Investigasi Nasional dengan ini meminta kepada pihak instansi terkait agar melakukan pengawasan internal, yang dimaksudkan meminimalisir adanya potensi penyimpangan dan penyalahgunaan alokasi anggaran. Pasalnya jika tidak ada pengawasan dilapangan dapat memberi peluang korupsi anggaran biaya melalui pengurangan bahan material, pengurangan volume, manipulasi administrasi dan lain-lain yang jelas dapat mengakibatkan penurunan kualitas hasil pekerjaan.
Pihak ke-3 sebagai pelaksana proyek tidak terbuka pada publik, sebagaimana laporan hasil monitoring Tim Investigasi dilapangan mereka tidak memasang papan proyek tentang penerangan spesifikasi alokasi proyek, besaran anggaran proyek, volume kegiatan, limit waktu pelaksanaan kegiatan, serta keterangan identitas pelaksana satuan proyek. (tim-WRC).-

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: