//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Penyerobotan Tanah Di Lahan Perhutani

Garut, BIN. Penyerobotan tanah di kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Garut masih terjadi di daerah kawasan Desa Giri­mukti Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut yang dilakukan seorang pengusaha bernama Asep Milah penduduk Desa Girimukti yang diduga kuat mendapat dukungan dari Kepala Desa Girimukti dan beberapa orang tokoh masyarakat di desa tersebut.
Asep memiliki tanah di kawasan hutan tersebut (tanah inklap) seluas 40 ha dan sekarang ditanami kayu jenis Alba dan Albasia berusia tanaman kayu itu 7 tahun yang sekarang sudah cukup diproduksi.
Dari hasil investigasi wartawan media Berita Investigasi Nasional di lapangan (11/6), penyerobotan tanah Perhutani itu dikerjakan memakai kendaraan alat berat jenis Beko dan Loder. Kejadian tersebut dibenarkan oleh beberapa tokoh masyarakat di Desa Sukamulya yang berseberangan dengan lokasi tersebut.
Menurut keterangan dari Masyarakat Desa Girimukti dan Desa Sukamulya, yang bertanggung jawab mendatangkan dua alat berat itu Sdr. Asep Milah dari desa Girimukti bekerjasama dengan tokoh masyarakat Cigalontang Bapak Elon dan Kepala Desa Girimukti Dudi, SH.
Untuk lebih meyakinkan hal tersebut, kemudian tim Wartawan mendatangi kantor Adm Perhutani di Garut yang diterima langsung oleh Kabag Hukum dan Agraria Jaenal, SH. membeberkan segala hal ihwal kejadian tersebut secara rinci, Bahwa Pada tanggal 28 Mei 2014 menerima laporan dari petugas lapangan ada 2 buah kendaraan berat yaitu beko dan loder masuk ke daerah Cigalontang, Karena kendaraan berat jenis beko tidak dapat masuk lewat Desa Sukamulya, maka kembali lewat Jalan Cikelet, loder masuk jalan Desa Neglasari dinaikan mobil dan diturunkan di Desa Neglasari. Pada tanggal 6 Juni 2014 Kades dan Pak Elon diantar Camat Cikelet datang memberikan laporan ke Polsek Cikelet, Kades Girimukti sangat bingung rupanya setelah melapor di Polsek Cikelet hari itu juga mengirim surat ke Adm Perhutani Garut menyatakan berhenti dari kegiatan pembuatan jalan di kawasan Perum Perhutani dari Blok Cigalontang yang menuju ke Blok Cipicung.
Sedangkan kendaraan beko mulai dioperasikan dari tanggal 1 Juni 2014, sebenarnya Kades Girimukti mengirim surat menyatakan berhenti dari kegiatan tapi kenapa operasional alat berat masih tetap berjalan ?
Pada tangggal 10 Juni 2014 Kabag Hukum dan Agraria dari Adm Garut diturunkan ke lapangan untuk penataan di lokasi. Ketika Kabag Hukum dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan sebenarnya permasalahan ini sudah diatur oleh Undang-undang P.12 dan P.14. P13 menerangkan bisa kecil apabila pelaku bisa menempuh aturan sedangkan P.14 mengatur apabila ada pengerusakan di luar/ penggunaan kawasan hutan lindung akan dilimpahkan wewenangnya kepada Gubernur untuk mempercepat proses. (HR.238)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,369 hits
%d bloggers like this: