//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Warga Kutuk Oknum “Pengemplang” Jatah Raskin

Sulteng, (BIN).- Penyaluran Raskin Desa Landonan Bebeau, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan terindikasi adanya penyimpangan. Dari informasi yang didapat langsung dari masyarakat, selama kurang lebih 3 tahun khususnya warga masyarakat Desa Ladonan Bebeau, Kecamatan Buko Selatan sama sekali tidak mendapatkan jatah Raskin yang seharusnya mereka peroleh setiap bulan.
Hambatan penyaluran beras miskin ini diduga ada oknum yang menyelewengkan Raskin untuk memperkaya diri sendiri dan segelintir orang, karena ternyata ada beras raskin yang dijual di warung, ungkap narasumber. Pihaknya menemukan bukti adanya beras raskin di sebuah warung yang dijual dengan harga Rp 3.000/kg-nya. Kata salah satu Warga Desa “Beras yang peruntukannya untuk rumah tangga miskin (RTM) itu, diduga disalurkan secara tidak tepat sasaran dan tidak sesuai harga eceran,” Ungkapnya
Kalau tidak salah, beras itu seharusnya disalurkan untuk keluarga miskin dengan harga Rp 1.600 per kilogramnya. Tapi ini kenapa bisa sampai dijual di warung? ungkapnya ketika itu dihadapan beberapa warga lainnya. Ditempat terpisah Sekretaris Desa Landonan Bebeau saat mau diklarifikasi melalui telepon selulernya sulit dihubungi.
Sedangkan menurut Sekdes Langonsari, E. Wiharta, mengatakan, kalau beras yang beredar diwarung itu sumbernya berasal dari oknum perangkat desa atau RT/RW tentu saja akan kami tindak sesuai aturan, “Kami akan menelusuri dulu dari mana beras tersebut berasal, kalau ternyata diperoleh dari oknum aparat desa atau RT dan RW kami tidak akan segan-segan menindak sesuai aturan yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, beras raskin jatah desanya sudah langsung disalurkan ke RTM yang berhak menerimanya. Jumlah beras raskin yang diterimanya 11 ton yang disalurkan untuk 600 RTM lebih. Beras tersebut kami terima Jumat (6/6) dan Sabtu (7/6), semuanya sudah disalurkan ke masyarakat yang berhak, jelasnya.
Beras raskin di desanya dijual dengan harga Rp 1.600/kg, namun sampai ke masyarakat bisa mencapai Rp 3.000/kg. Soalnya ada penyusutan dan ongkos pengangkutan. Saat itu, kewenanganya menjual raskin dengan harga Rp 3000 per kilogram. Masyarakat setempat hanya tahu membeli saja karena alasan yang disampaikan Timisela bahwa harga tersebut sudah merupakan biaya transportasi dan biaya buruh.
Tak sampai di situ, Sekretaris Desa yang diduga ingin mencari keuntungan pribadi dari penjualan raskin tahun 2014 kembali menerapkan kebijakan “ilegalnya”. Harga yang ia patok adalah Rp 3.000 per kilogram. Masyarakat juga masih dalam kondisi yang sama dengan membeli beras tersebut. Mereka terus dibohongi sang sekdes dengan mengaku itu sudah termasuk biaya transport dan biaya buruh.
Yang seharusnya Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) untuk target penyaluran Raskin mendapatkan jatah 15 Kg/bulan beras per RTS-PM/RTM, akan tetapi kenyataan yang terjadi dan entah dimana lagi sudah terjadi, ternyata jatah raskin untuk warga miskin yang diberikan langsung dari pihak Sekretaris Desa yang tidak sesuai berat timbangan beras ke masyarakat. Dan sudah tentu hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan/aturan yang sudah ditetapkan oleh Kemensos-RI tentang program raskin, yaitu per/RTS-PM yang seharusnya mendapatkan jatah setiap bulannya 15 Kg beras raskin malah parah sm skli masyarakat didesa Ladonan Bebeau Kecmtan Buko Selatan didapatnya per 2 bulan Sekali.
Hasil Survei Lapangan langsung untuk mengawasi/menelusuri penyaluran raskin dibeberapa Desa Landonan Bebeau Kecamatan Buko Selatan dari bulan Maret hingga Mei kemarin, kedapatan seluruh warga yang terdaftar dalam data Rumah Tangga Sasaran Peneri­ma Manfaat (RTS-PM) atau Rumah Tangga Miskin (RTM) di kecamatan Buko Selatan, mereka betul-betul mendapatkan jatah raskinnya yang tidak merata, antara 10 kg sampai 15 kg dalam per 3 bulan… Dari berat timbangan raskin yang diterima warga miskin tersebut, sudah jelas selama ini acuan/ketentuan penyaluran raskin 15 Kg/Pebulannya dri RTS-PM dari Pemerintah Pusat tidak diterapkan oleh Pihak Kabupaten Banggai Kepulauan.
Bahkan 2 masyarakat yang bernama dan yang tidak di berikan haknya 1. Kinalinggon patune 2. Sabaena tobunggu dri Desa Landonan Bebeau Kecamatan Buko Selatan tidak pernah sm skali mendapatkan jatah raskin selama 3 tahun lantaran disebabkan dirinya tidak diberitahukan sm skli ,apakah sudah ada atau belum beras raskinnya atau juga dirampas hak masyarakat .??
Camat Kecamatan Buko Selatan membenarkan adanya perbedaan berat timbangan raskin yang diterima warga, mulai dari 10 Kg hingga 15 Kg dalam Per 3 bulan beras raskin, lantaran menjelaskan, “semua pembagian yang tidak merata atas jatah raskin ke setiap RTS-PM, berdasarkan data yang diterima dari pihak Badan Pusat Stastistik (BPS) dan juga dikarenakan adanya lonjakan kenaikan jumlah warga miskin/RTM”, katanya.
Data yang didapat dari Kantor Kecamatan Buko Selatan Kabptn Banggai Laut dan Kantor Gudang Bulog Kabupaten Luwuk-Banggai mencatat bahwa jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) atau Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) Desa Landonan Bebeau ada 107 Masyarakat dengan jumlah pasokan 1.605 Kg beras yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan Dan jatah beras raskin yang diterima setiap RTM/RTS-PM, tetap mendapatkan 15 Kg beras setiap bulannya, dan hanya membayar Rp.1.600/Kg. (ags)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: