//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Ketua PNPM Kecamatan Telawang Dijebloskan ke Penjara

SAMPIT-KALTENG-BIN,
Kejaksaan Negeri Sampit kembali berhasil menahan Zarkani (41), tersangka Korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP). Sebagai Ketua PNPM-MP di Kecamatan Telawang Kabupaten Kotim Kalimantan Tengah, langsung dijebloskan ke Lapas kelas II B Sampit, karena diduga keras melakukan Korupsi ratusan juta Rupiah pada hari Rabu (18/6).
Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Sampit Nanang Ibrahim Saleh, melalui Kasi Intel HM Karyadie, tersangka ini terkenal sangat licin, keberadaannya susah untuk dilacak, awalnya dia bermukim disebuah Desa di Kecamatan Telawang, kemudian dia selalu berpindah-pindah alamat tempat tinggal. Selama tiga bulan Pihak Kejaksaan Negeri Sampit berhasil memburu serta menemukan tempat persembunyianya disebuah Barak sekitar Perumahan Wengga Metropolitan Sampit. Karena ketakutan, Zarkani akhirnya menyerahkan diri datang ke Kantor Kejari Sampit.
“Kurang lebih tiga bulan yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami lakukan pencarian, mungkin karena merasa ketakutan akhirnya dia menyerahkan diri,” Ucap Karyadie.
Dijelaskan oleh Karyadie, tersangka terlibat menyelewengkan aliran dana PNPM-MP yang disalurkan tersangka kepada sejumlah kelompok Koperasi Simpan Pinjam Perempuan (SPP) sejumlah 30 kelompok SPP dengan masing-masing memiliki lima orang anggota.
Sebagaimana diketahui bahwa jabatan tersangka adalah sebagai Ketua PNPM-MP Kecamatan Telawang, telah mendapatkan suntikan aliran dana dari APBN dan dana sharing APBD Kotim tahun anggaran 2009-2013 sebesar Rp 1,4 milyar dengan adanya dana suntikan tersebut tersangka lalu meminta kepada sejumlah ibu-ibu untuk membentuk kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) kemudian diajukan kepada tersangka.
Dana tersebut merupakan program Pemerintah Pusat sebagai program bantuan dana bergulir untuk disalurkan kepada 30 kelompok SPP, dimana mereka semua diwajibkan untuk mengembalikannya dengan batas waktu selama 12 bulan.
Didalam perjalanannya tersangka ternyata mengelola sendiri dana pengembalian dari SPP tersebut, yang semestinya berhak untuk mengumpulkan uang pengembalian plus bunga itu adalah tugas Bendahara PNPM-MP, malah uang angsuran tersebut dikantongi oleh tersangka sendiri, sebenarnya uang tersebut wajib disetorkan melalui Rekening PNPM-MP di Bank Kalteng Cabang Telawang.
Tersangka terlena dan merasa aksinya ini berjalan dengan mulus, maka dana itu terus digunakannya hingga membengkak mencapai Rp 795,2 juta, uang tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkannya, sehingga menyebabkan kerugian Negara, dari pengakuan tersangka uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadinya.
Kerugian tersebut belum final, karena masih belum di audit BPKP Kalteng, kasus ini masih terus kami kembangkan karena tersangka mengaku ada orang lain yang turut menikmati uang korupsi tersebut.
Dirincikan Karyadie , ”Total keseluruhan Anggaran yang diselewengkan tersangka berjumlah Rp 867,9 juta dari tiga program PNPM-MP yakni masing-masing BLM-PNPM-MP sebesar Rp 58,7 juta DOK PNPM-MP sebesar Rp 13,5 juta dan SPP-PNPM-MP sebesar Rp 795,2 juta yang mana hanya Rp 72,6 juta yang disetor tersangka ke Kas PNPM-MP. Selain itu sisanya diselewengkan tersangka untuk kepentingan pribadinya,” beber Karyadie.
Selama berjalan tersangka berusaha dengan sengaja mengelabui dan membuat Laporan Pertanggung Jawaban Fiktif, seakan-akan dana yang dikembalikan itu seolah-olah masih digulirkan kepada Anggota, ternyata setelah diadakan pengecekan di Rekening Bank Kalteng Cabang Telawang selama ini tidak ada dana yang masuk, Beberapa barang bukti sudah kami sita untuk kepentingan dipersidangan nanti.
Ketika disinggung masalah penggunaan uang tersebut, apakah tersangka juga menggunakan dana itu untuk kepentingan biaya pencalegan pada 9 April 2014 yang lalu, Karyadie mengaku penyidikannya belum mengarah kesana, beliau membenarkan bahwa yang bersangkutan memang ikut mencaleg dengan menggunakan salah satu partai besar. April kemarin tersangka memang ikut mencaleg dengan menggunakan salah satu partai besar, apakah dana itu dipergunakan tersangka untuk kepentingan pencalegkan , penyidik kami belum mengarah kesana.
Sampai berita ini diturunkan, tersangka telah ditahanan di Lapas kelas II B Sampit, dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman penjara 20 tahun untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (to)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,591 hits
%d bloggers like this: