//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Kisruh sengketa lahan di Agro Bukit telan korban jiwa

agro”Terjangan Peluru Petugas merobek perut Ajak hingga mendapat beberapa jaitan dan meregang nyawa setelah beberapa hari sempat dirawat di RSUD Dr.Murjani Sampit “

SAMPIT-KALTENG-BIN, Keberadaan PT. Agro Bukit banyak meresahkan dan menyengsarakan masyarakat, lahan dan kebun masyarakat banyak digusur dan dikuasai secara paksa tanpa ganti rugi yang sesuai, sehingga masyarakat banyak yang menuntut haknya dengan berbagai cara termasuk melakukan aksi pemortalan dan Panen masal dilokasi kebun tersebut.

Polemik Sengketa lahan yang berkepanjangan di Kotim antara PT. Agro Bukit dengan masyarakat tidak bisa dianggap enteng, Pasalnya Investor yang satu ini semestinya harus memperhatikan dan mensejahterakan masyarakat disekitarnya bukan malah sebaliknya. Sengketa ini memakan korban jiwa
Upaya tindakan hukum diwilayah ini banyak berpihak kepada para Investor yang dianggap punya legalitas lengkap dibanding masyarakat kecil, tidak sedikit masyarakat yang menjadi janda akibat para suaminya di jebloskan ke Penjara, gara-gara dituding menjarah kebun sawit dan bahkan baru-baru ini memakan korban nyawa, Akibat diterjang peluru petugas Kepolisian yang dimanfaatkan Pihak Investor untuk menjaga keamanan semua Asetnya.
Ajak Sarminto, warga Desa Mojang Kecamatan Tumbang Manjul Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, akhirnya meregang nyawa setelah mendapat perawatan secara Intensif beberapa hari diruang ICU RSUD Dr.Murjani Sampit pada senin 16 Juni 2014 sekitar pukul 03.30 WIB akibat luka tembak yang menembes dan merobek perutnya.
Menurut keluarga korban, Samosir, Ajak dilarikan ke RSUD Dr.Murjani Sampit pada tanggal 12 Juni 2014 yang lalu dia dirawat lantaran mengalami luka serius dibagian perutnya, selama dirawat hingga hari sabtu ini korban sudah menggunakan delapan kantong darah.
Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Berita Investigasi Nasional, Ajak Sarminto yang merupakan Staf Desa Mojang Kecamatan Tumbang Manjul Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kapolres Kotim AKBP Himawan Bayu Aji,SIK MH membenarkan Ajak telah meningal dunia. Dari awal kejadian Himawan enggan memberikan penegasan penyebab terjadinya insiden ini, beliau selalu mengatakan menunggu hasil Visum dari dokter, sampai Ajak meninggal dunia pun hasil Visum tersebut masih belum keluar sehingga sampai berita ini diturunkan penegasan secara resmi dari Kapolres Kotim belum ada.
Namun Pernyataan dan penegasan secara Resmi justru diungkap dari pihak Polda Kalteng melalui Kabid Humas Polda Kalteng AKBP H. Pambudi Rahayu SIK, yang dilansir oleh beberapa media lokal bahwa Korban (Ajak) merupakan pelaku kriminal dan terluka akibat pantulan serpihan peluru polisi, “Saya pertegas bahwa Ajak Sarminto itu merupakan pelaku Kriminal pencurian sawit yang tertangkap oleh anggota kita (Polres Kotim-Red) luka yang diderita korban itu dari tembakan yang tidak ditembakan secara langsung, tapi dari akibat pantulan serpihan peluru aparat kita,” Ujar Pambudi
Dijelaskan Oleh Pambudi Hingga saat ini belum ada laporan Visum dari Polres Kotim, “ Untuk hasil Visumnya kita tunggu dan kita lihat nanti dipersidangan, karena korban juga merupakan salah satu komplotan dari pelaku tindak pencurian,” jelasnya.
Kutipan pernyataan dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalimantan Tengah bahwa, Mereka mengutuk keras dengan adanya dugaan Insiden Penembakan tersebut mereka menilai Peristiwa tersebut semakin membuktikan Fasisme yang telah menjadi watak Negara
“Penggunaan cara kekerasan semacam Penembakan, Pemukulan, Pembubaran secara paksa,dan Kriminalisasi merupakan pilihan cara Pemerintah untuk menjawab tuntutan atas hak-hak demokratis warganya yang telah dirampas oleh para pemilik modal besar dan para tuan tanah diberbagai tempat” kata Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Arie Rompas, pada Jum’at (13/6).
Dituturkannya bahwa, ”Dugaan Penembakan warga ini merupakan buntut dari berlarutnya kasus sengketa tanah antar warga disekitar perkebunan Dengan PT.AGRO BUKIT ( Agro Indomas Group ) sejak tahun 2003, Kuatnya keberpihakan Pemerintah kepada kepada Investasi Asing yang diwujudkan dengan tetap membiarkan perkebunan beroperasi diatas lahan seluas sekitar 13.930 hektar , meskipun banyak menyisakan persoalan dengan warga sekitar , telah melahirkan berbagai upaya perjuangan warga yang menginginkan tanahnya kembali,” tuturnya.
Ditambahkannya, Pengerahan atau penambahan aparat keamanan merupakan jawaban yang diberikan pemilik kebun untuk menjaga asetnya dari ancaman perlawanan warga, disinilah Pemicu semakin bertambahnya jumlah kekerasan dan jatuhnya korban jiwa, Ajak Sarminto merupakan salah satu korban dari sekian banyaknya warga yang merasakan tajamnya peluru aparat Kepolisian yang ditempatkan demi keamanan investasi itu. (to)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,560 hits
%d bloggers like this: