//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional, Politik & Korupsi

Pembangunan Drainase Primer Jambi Diduga jadi sarang Korupsi

Jambi, BIN-Sekalipun milyaran rupiah yang digelontorkan untuk sebuah pembangunan,ternyata tidak serta merta membuat masyarakat puas dengan realisasi pekerjaannya dilapangan. Terbukti dengan Proyek Pembangunan Drainase Primer Jambi yang satu ini, Dengan nama” PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN JAMBI”,yang dilakukan dibeberapa lokasi yang ada di kota jambi,dengan paket pekerjaan pembangunan drainase primer kawasan atau kecamatan yang ada di kota jambi maupun di Kabupaten di Provinsi jambi.

Terhitung dari tahun 2012 s/d 2014 ini Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum,Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menggelontorkan anggaran APBN- TA 2012 s/d APBN 2014 sebesar Rp.47.134.537.000,untuk proyek pembangunan drainase primer kawasan yang berkelanjutan.
Sebelumnya Pembangunan dranase ini telah dimulai tahun 2009 silam,namun yang sangat menarik perhatian publik,ialah paket pekerjaaan yang dilakukan pada tahun 2012 silam sampai tahun 2014 ini,yang menurut banyak pihak telah melenceng dari bestek .
Tahun 2012 silam 16 milyar rupiah lebih Anggaran yang dialokasikan dari APBN untuk lima paket pekerjaan drainase primer yang dilakukan di lima kawasan yaitu, kawasan Telanai Pura yang dikerjakan PT,Megasari Sejati dengan nilai Rp.3,212.884.000. Kawasan jambi Timur oleh PT.Adhi Putra Jaya dengan nilai Rp.3.155.500.000. Kawasan Kota Baru oleh PT.Pribadi Bangun Perkasa dengan nilai Rp.3,278.353.000. Kawasan Jelutung oleh PT.Pilar Persada dengan nilai Rp.3,339,672,000,dan yang terahir kota Muara Bulian Kabupaten Batang Hari yang dikerjakan PT.Wijaya Kesuma Mandiri dengan nilai kontrak Rp.3,069,525,000.
Namun pembangunan drainase primer ini tidak sampai hanya disitu, pada tahun 2013 lalu Pemerintah masih melanjutkan pembangunan Drainase Primer ini,dan mengalokasikan kembali Dana yang cukup besar dari APBN TA 2013,yakni Rp.25,059,932,000 lebih besar dari tahun 2012 silam untuk enam paket pekerjaan ”Lanjutan pembangunan drainase primer” seperti drainase primer kawasan Telanai Pura dengan nilai Rp.5,698,989,000 yang dikerjakan PT.Pribadi Bangun Perkasa. Kawasan Jelutung dengan nilai Rp.5,966,672,000 yang dikerjakan oleh PT.Pribadi Bangun Perkasa. Kawasan Kota Baru dengan nilai Rp.5,042,149,000 dikerjakan oleh PILI AND TRIS SUNAS. Kawasan Jambi Selatan dengan nilai Rp.3,240,650,000 proyek ini dikerjakan oleh CV.Anggun Dharma Pratama. Kawasan Jambi Timur dikerjakan PT.Megasari Sejati dengan nilai Rp.3,716,011,000,dan Kota Muara Bulian dikerjakan oleh CV.Karya Putra Torpana dengan nilai Rp.1,395,461,000 lebih kecil disbanding paket pekerjaan yang lainnya.
Melihat cukup besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan drainase primer ini seharusnya tidak dikerjakan asal jadi oleh Perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi yang nota bene memiliki tenaga professional yang mumpuni dibidang kontruksi,atau sebaliknya kurangnya pengawasan dari pihak Pekerjaan Umum (PU) Jambi,dalam hal ini Satuan kerja (satker) yang mengawasi pembangunan drainase Primer kota jambi ini.
Hasil Investigasi media Berita Investigasi Nasional dibeberapa lokasi pembangunan proyek drainase primer jambi ini diduga telah melenceng dari Spesifikasi Teknis dan RAB,salah satu contoh seperti pembangunan drainase primer kawasan Jelutung dan kawasan Telanai Pura, proyek yang dilaksanakan tahun 2013 silam telah melenceng dari bestek dan bermasalah. Di kawasan Jelutung,salah satu contoh,drainase primer ini tidak dilakukannya pengurukan tanah kembali disisi kiri dan kanan tembok drainase. Kedua,terlihat tiang-tiang penyanggah dinding drainase banyak terlihat sudah retak dan pecah-pecah,yang diduga banyak pihak beberapa titik lokasi akan ambruk dalam satu dua tahun kedepan,padahal pembangunan drainase primer ini baru selesai dikerjakan tahun 2013 silam.
Untuk tahun yang sama pula,kawasan Telanai Pura juga proyek ini terlihat bermasalah. Proyek pembangunan drainase primer yang dikerjakan April tahun 2013 silam oleh PT. Pribadi Bangun Perkasa dengan nilai Rp.5,698,989,000 dengan panjang drainase 305 meter dan lebar rata-rata 9 meter,diduga tidak rampung dan bermasalah. Menurut Kepala Satuan Kerja (satker),Indra Gunawan SE,MT yang juga duduk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengerjaan proyek ini telah dibayarkan hanya 40% dari nilai kontrak yang ada akibat proyek itu bermasalah dan tidak sesuai dengan spesifikasi.
Pada tahun 2014 ini dilokasi yang sama,pembangunan drainase primer jambi kawasan Telanai Pura ini dikerjakan kembali oleh perusahaan kontruksi PT.Megasari Sejati yang sebelumnya mengerjakan paket pekerjaan drainase primer kawasan Telanai Pura pada tahun 2012 silam dengan nilai kontak Rp.3,697,891,000,yang menurut konsultan proyek tersebut ketika dikonfirmasi mengatakan”jujur mas,pembangunan drainase ini tidak akan sesuai seperti spesifikasinya, akibat pekerjaan yang bermasalah tahun 2013 silam,kita juga pusing mengerjakannya,inikan lanjutan yang kemarin,kalau kita yang mengerjakannya dari awal gak pusing seperti ini”ujar bpk Senen pada media BIN baru-baru ini di barak para pekerja.
Senada dengan konsultan dan pengawas proyek tersebut,warga sekitar lokasi pembangunan drainase primer kawasan Telanai ini,sebut saja Purba yang sejak tahun 2012 s/d 2104 ini melihat dengan kasat mata mengatakan bahwa proyek yang dikerjakan tahun 2013 silam itu banyak bermasalah,menurutnya lagi sepertinya kontraktor yang mengerjakan paket tahun 2013 silam itu tidak professional”kita melihat pemasangannya banyak yang miring dan tidak rapi,dan juga alat berat yang dipakai sewaktu bekerja sering macet,belum lagi banyak subcon-subcon yang tidak jelas,dan para pekerja yang tidak dibayarkan gajinya”ujar Purba pada media BIN saat berada dilokasi pekerjaan. Hasil pantauan ada puluhan tiang-tiang yang panjangnya 5-6 meter terbuat dari beton yang konon sisa dari pekerjaan yang dilakukan oleh PT.Pribadi Bangun Perkasa teronggok disekitar lokasi dan tidak terpakai.
Untuk tahun 2014 ini Pemerintah Pusat masih megalokasikan angaran sebesar Rp,6,068,591untuk dua paket pekerjaan yaitu, pembangunan drainase primer kawasan Sungai Asam yang baru dimulai tahun ini proyek yang dimenangkan perusahaan cd.Mutiara Darma dengan nilai Rp.2,370,700,000,dan kawasan Telanai Pura oleh PT.Megasari Sejati dengan nilai Rp.3,697,891,000,dilokasi yang membentang dikelurahan kenali besar. Khusus kawasan Telanai Pura tiga tahun terkhir ini Pemerintah masih melaksanakan proyek pembangunan drainase primer dengan Total Dana yang dialokasikan dari tahun 2012 s/d 2014 dikawasan Telanai Pura ini sebesar Rp.12,609,764,000 dengan dikerjakan oleh dua kontraktor yaitu PT.Megasari Sejati yang memulai pekerjaan dikawasan ini tahun 2012 silam dan tahun 2014 ini. Sementara tahun 2013 silam kawasan Telanai Pura ini pengerjaan drainase nya dilakukan oleh PT.Pribadi Bangun Perkasa, pada tahun yang sama juga melakukan pengerjaan di kawasan Jelutung yang nota bene melenceng dari Spek.
Awal April tahun 2014 ini lanjutan pembangunan drainase primer Jambi, kawasan Telanai Pura masih terlihat dalam tahap pengerjaan yang dilakukan oleh PT.Megasari Sejati melanjutkan pekerjaan yang dilakukan PT.Pribadi Bangun Perkasa pada tahun 2013 silam yang dinilai banyak pihak amburadul dan bermasalah.pekerjaan drainase ini sejatinya telah melenceng dari Spek.
Konsultan Proyek pembangunan drainase primer ini,mengatakan hasil yang akan dicapai kedepan tidak akan bisa sesuai seperti gambar yang ada,sebab kita melanjutkan pekerjaan tahun lalu yang dinilai bermasalah itu”ujar konsultan tersebut pada media ini saat Investigasi beberapa waktu lalu.
Terkait pengerjaan Proyek Pembangunan Drainase Primer jambi yang dinilai banyak pihak yang telah melenceng dari Spek dan RAB,yang muaranya adalah”korupsi kolusi,dan nepotisme”,kepala satuan kerja (satker) Indra Gunawan SE, MT yang sekaligus merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen(PPK),ketika ingin dikonfirmasi perihal amburadulnya pembangunan drainase primer ini tidak pernah mendapatkan jawaban yang lebih konprehensif dan terkesan buang badan ,dan konfirmasi tertulis wartawan media BIN sesuai UU Pokok Pers No.40 tahun 1999,dan UU Informasi Publik No.14 tahun 2008 belum bisa dijawab sampai berita ini diturunkan.
Kencangnya aroma persekongkolan dan ”korupsi” didalam proyek pembangunan drainase primer jambi ini perlunya lembaga Negara seperti Kepolisian, Kejagung,dan KPK untuk menyelidiki serta menyidik Dugaan korupsi dalam proyek milyaran rupiah uang rakyat ini,dan perlunya Lembaga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit penggunaan anggaran dalam proyek pembangunan drainase primer jambi ini, sebab tidak menutup kemungkinan anggaran proyek ini masuk ke kantong oknum pejabat yang berkompeten dalam proyek ini. Sementara dilain sisi Ketua Umum LSM Pukat jambi Yusuf Hak mencermati Dugaan korupsi dalam proyek drainase primer jambi yang berkelanjutan ini, perlunya pihak aparat penegak Hukum berani bertindak tegas membongkar borok-borok pelaksanaan proyek ini dari tingkat daerah sampai ketingkat pusat,guna menyelamatkan anggaran milyaran rupiah uang rakyat ini.(ranto)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: