//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Nasional

Jimmi Kordinator Viar Pasifik :” Uang Casnya di Bagi Fifti-fifti… !!

viar

Mengungkap fakta Realita tentang kehidupan  wanita Viar di tempat hiburan malam kota Batam

Batam.BIN. Glamournya kehidupan malam di pulau Batam saat ini ,semua tidak terlepas dari peran-peran pengusaha pebisnis entertainer, semuanya ada, tergantung apa keinginan anda,Semua sudah tersaji,yang penting syaratnya  jangan lupa bawa dompet yang isinya tebal…. !!

Lengkapnya fasilitas yang disediakan tentunya menambah minat wisatawan manca negara untuk datang berkunjung ke Batam ,selain itu katanya juga dapat menambah devisa negara khususnya Pulau Batam itu sendiri.

Tetapi yang menjadi pertanyaan,apakah benar kalau aktivitas dunia entertainer di malam hari itu telah menambah devisa negara? tentunya hanya Dinas Pariwisata kota Batam yang dapat mengetahuinya.

Selain pengusahanya yang jelas mendapat keuntungan,apakah mereka pernah memikirkan bagaimana nasib  kehidupan para pelakon Hiburan malam tersebut ? dan apakah wanita Viar itu juga mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja di perusahaan itu ?

Demi akuratnya berita ini,media ini mencoba berbaur dengan beberapa wanita yang sering mangkal di Holl Diskotik Pasifik beberapa waktu yang lalu,ternyata dari salah satu wanita yang berdiri di keremangan lampu Diskotik ada salah satu mantan Viar di tempat tersebut.

Kepada media,salah satu mantan Viar di Pasifik yang enggan menyebut namanya menuturkan dengan lugas tentang apa yang ketahui selama ia bekerja ditempat itu (Pasifik-red). Katanya potongannya terlalu besar.

Mendengar pernyataan wanita berparas cantik itu,beberapa wartawan merasa penasaran,dan ingin mempertanyatakan kebenara hal itu,terkesan seperti penindasan bagi kaum hawa.

Senin malam (7/7),beberapa media mencoba menemui kordinator Viar tersebut,kepada wartawan Koordinator yang bernama Jimmi itu mengatakan kalau hasil uang dari para tamu  akan di bagi dua yaitu sama-sama mendapatkan 50 % ,namun pengakuan mantan Viar yang belum lama keluar dari perusahaan itu,katanya  hanya mendapatkan Rp. 184 ribu dari Rp. 500 ribu setiap percasnya.jelas pernyataan Jimmi dengan mantan Viar itu sangat berbeda.

” Hasilnya bagi dua ,Uang Casnya  Fifti-Fifti, ” Jelas Jimmi kepada Wartawan.

Ketika wartawan memasuki ruangan Viar itu,wanita-wanita yang bekerja di malam hari itu,tampak ramai,mereka dipajang seperti ikan hias didalam ruangan berleter “L”,sesekali mereka menunjukkan wajah expresi cantiknya ,mereka mengira kalau para wartawan datang saat itu hendak mencas mereka, selain ada yang menunjukkan expresinya,ada juga yang telah mengantuk duduk di kursi plastik berwarna putih,dan beberapa lainnya juga sedang asyik memainkan telpon selulernya nya.

Jimmi yang tengah duduk diruangan berbeda,kepada wartawan mengaku kalau wanita-wanita Viar itu bukan rekrutan,melainkan datang melamar sendiri serta menandatangani kontrak kerja tentunya dengan sesuai aturan perusahaan sebelum bekerja.

Setelah ditanya kembali tentang legalitas perusahaan yang di pakainya untuk menjajakan wanita viar itu,Jimmi mengaku kalau  Ia bernaung diperusahaan bersama dengan Fasifik Hotel.

” Saya Koordinator saja,ini satu perusahaan,kalau ingin lebih mengetahui hal itu,mending besok langsung saja sama HRD nya,” Ucap Jimmi seperti menganjurkan.

Namun ketika ditanya kembali tentang Standar operasi prosedur (SOP) atau sistem perintah kerja perusahaannya terhadap para Viar tersebut,Ia seperti tampak bingung untuk menjelaskannya.

Ketika ditanyakan lagi tentang hak-hak yang didapat viar dari perusahaan,apakah Viar itu memiliki kartu BPJS,kartu kesehatan atau yang lainnya,Jawabnya tidak ada.

” Tidak ada,tapi saya punya.”Katanya kepada wartawan seperti mengundang kelucuan, sehingga semakin membuat bingung para wartawan.

Menurut narasumber,ternyata mereka para wanita Viar harus memenuhi target bulanan yaitu minimal harus mendapat 8x di cas,sebab kalau tidak dapat di penuhi,Viar tersebut akan di pecat sebagai Viar.

Menanggapi hal itu ,Jimmi Mengaku tidak benar kalau pihaknya telah memberlakukan sistem target.

” Tidak ada targetnya” Jawab Jimmi pada wartawan malam itu.

Selain Jimmi sebagai kordinator Viar,ada juga mami Viar bernama Luna,para Viar sering memanggilnya bunda Luna.

Menurut Narasumber,bunda Luna dikenal sebagai sosok wanita yang prontal terhadap Viarnya.Katanya sering bentak-bentak para viarnya.

Untuk memperjelas akan hal itu, para wartawan mencoba ingin megkonfirmasi tentang keprontalan Bunda Luna terhadap viarnya,yang kesannya yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran Hak Azasi Manusia(Ham) karena telah berani sesuka hati memperlakukan orang lain seperti di bawah kendalinya.

Namun malam itu Bunda Luna tidak dapat di temui ,sebab sebelumnya diduga yang bersangkutan telah mengetahui kalau akan  ada wartawan yang hendak mewawancarainya,sebab malam sebelumnya (6/7) para wartawan sudah menyambangi tempat itu.

Sampai berita ini dirlis secara online, tim Wartawan Media Berfita Investigasi Nasional masih terus akan menggali informasi dan mengklarifikasikannya dengan pihak-pihak berwenang.(ARIANTO/TIM)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,560 hits
%d bloggers like this: