//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Kejati Tetapkan Rektor Sebagai Tersangka Korupsi Alkes RS Pendidikan Unja

20alkesJambi-BIN, Rektor Universitas Jambi, Aulia Tasman ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Pendidikan Universitas Jambi 2013, dengan kerugian negara Rp 19 milyar lebih. Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (sprindik) Nomor 451/n.5/Fd.1/07/2014, atas nama Prof Dr Aulia Tasman, M.Sc sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pada tanggal 21 Juli 2014 silam. Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Syaifudin Kasim, Selasa (22/7) memaparkan, Universitas jambi memperoleh Daftar Isian penggunaan Anggaran (DIPA) Rp 35 milyar untuk pembangunan Rumah sakit Pendidikan Universitas Jambi (RSP Unja). Selain itu, Universitas juga mendapat Dana dari APBN senilai Rp 40 milyar yang kemudian dibagi dua, untuk pengadaan laboratorium dan pengadaan Alkes.
Kajati Memaparkan, untuk pengadaan Alkes ada kaitannya dengan pembangunan gedung RSP Unja. Bangunan tersebut seharusnya digunakan untuk tempat alat-alat kesehatan yang nilainya Rp 20 milyar, namun ternyata dua kali gagal lelang, yaitu bulan April dan Mei 2014.”Alkes tersebut untuk RSP Unja, dan Rektor sebagai KPA tahu bahwa tidak ada pembangunan RSP Unja. Tapi pada bulan Oktober, Alkes ternyata dilelang dan tetap dipaksakan pada tanggal 17 Oktober untuk dilaksanakan. Padahal sebelumnya pada 16 Oktober Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengundurkan diri, karena tidak yakin lelang akan berhasil, dan Alkes yang akan dilelang ini dari luar negeri”lanjut kasim.
Setelah PPK lama mengundurkan diri, Rektor Aulia Tasman yang posisinya adalah KPA mengangkat dirinya sebagai PPK. Menurut ketentuan, kata Kasim, pengangkatan seperti itu tidak diperbolehkan, dan seharusnya Rektor bisa mengangkat bawahan lain. Baru dua bulan kemudian diangkatlah PPK yang baru, ”Gak tahu apa kepentingannya saat itu, ”papar Kajati.
Terkait Dugaan Korupsi Alkes RSP Unja Pihak Penyidik Kejati Jambi sudah meminta keterangan dari ahli Keuangan, Kementerian Kesehatan, LKPP, dan Para Ahli itu setuju kalau Kasus ini perlu ditingkatkan ke penyidikan.
Ditanya, apakah ada tersangka lain dalam kasus ini, Kasim mengatakan akan melihat pengembangan penyidikan, karena akan melihat rekanan pengadaan.”Rektor dijadikan tersangka karena dianggap memperkaya orang lain, ”ujarnya.
Lambat namun pasti dugaan korupsi Alkes RSP Unja ini, Kejati Jambi telah menetapkan Rektor Aulia Tasman sebagai tersangka dengan dua pasal tindak pidana korupsi yaitu Pasal 2 dan pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke (1).
Sebelumnya dugaan korupsi alkes RSP Unja ini mencuat ketika hasil lelang menetapkan PT.Panca Mitra Lestari (PML) yang beralamat di Jln.Jati I No.4 Padang Sumatera Barat ditunjuk sebagai pemenang sesuai surat penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) Nomor 11/UN21.9.3.3.4/PPK/2013 dengan nilai Rp 19.685.220.500. Ada beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh PPK, yang diduga kuat bermaksud untuk menganjal PT.PML kala itu. Hal ini disampaikan Direktur PT.PML melalui Surat No.10/XI/PML/-LKPP/2013 pada 4 Desember 2013 silam, surat ini dengan tegas menyatakan pihak PPK jelas-jelas telah melanggar Perpres N0 70 Tahun 2012, dan RKS, yaitu memaksa rekanan tetap melakukan jaminan pelaksanaan dari Bank pemerintah yang ditunjuk, namun demikian PT.PML tetap mengikuti keinginan PPK tersebut, walau akhirnya rekanan tersebut mundur juga.
Sedari awal aroma korupsi alkes RSP Unja ini telah tercium, yang mana Rektor Unja Prof Drs Aulia Tasman ketika dikonfirmasi media BIN awal bulan Januari silam selalu berkelit, megatakan bahwa proses lelang sudah benar dan sebagainya. Namun ketika dikonfirmasi perihal alat kesehatan untuk mahasiswa kedokteran itu ditempatkan, Aulia Tasman menantang wartawan BIN untuk mencari tahunya sendiri. Kejanggalan semakin terlihat jelas. Hasil Investigasi media BIN ke Fakultas Kedokteran ternyata nihil, dan menurut staf di Fakultas tersebut belum pernah menerima alat-alat kesehatan untuk Pendidikan”Kami tidak tahu mengenai alkes ini, dan alat itu tidak ada disini, coba Tanya PPK nya sambil memberi nama PPK dan nomor ponselnya”ujar sumber di Fak Kedoteran tersebut.
Terkait ditetapkannya Rektor Universitas Jambi ini sebagai Tersangka dugaaan korupsi Alat kesehatan RSP Unja, banyak pihak yang mendorong Kejati untuk lebih berani dan mencari okonum-oknum pejabat Daerah dan Pusat yang bermain dalam proyek pengadaan alkes ini. Jelas tergambar alat kesehatan yang dinilai bermasalah tersebut berbunyi “Alat Kesehatan Rumah sakit Pendidikan Unja” yang nota bene alat tersebut seharusnya dipakai di Fakultas Kedokteran, dan ditempatkan dirumah sakit Pendidikan tersebut. Padahal berbagai lapisan masyarakat tahu, rumah sekit pendidikan Unja tersebut masih terbengkalai pembangunannya hingga kini. Pertama kenapa alat kesehatan tersebut diadakan? Kedua, dimana ditaruh alat kesehatan tersebut? Padahal awal bulan Januaris 2014 silam Aulia Tasman selalu menghindar ketika ditanya perihal alat kesehatan tersebut. Dan kuat dugaan alat tersebut diadakan mendadak setelah hasil Audit BPK, dan sebulan kemudian tepatnya tanggal 4 Maret 2014 silam pihak Kejati memanggil okonum pejabat terkait Alkes tersebut. (ranto)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: