//
you're reading...
Hukum & Kriminal

Yanero cs Divonis 32 Bulan Penjara

PALANGKA RAYA -KALTENG-BIN,
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palangka Raya kembali menggelar sidang Korupsi pengadaan alat pembelajaran multimedia pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur atas nama Yanero dkk dalam Agenda Pembacaan Putusan pada Rabu (20/08).
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Berita Investigasi Nasional bahwa Hakim Majelis yang diketuai oleh HR Unggul telah membacakan vonis 2 tahun 8 bulan atau 32 bulan penjara kepada empat orang tersangka berinisial YAN, CAL, IBR & DAM setelah selesai Vonis itu dibacakan keempatnya secara sepontan menerima putusan tersebut.
Keluarga tersangka langsung menangis histeris dan memprotes kepada tersangka , karena tersangka langsung menerima putusan hakim secara sepontan tidak ada upaya untuk mengatakan pikir-pikir dulu kepada Majelis Hakim.
Saat menjalani persidangan keempat terdakwa nampaknya kurang bersemangat dan wajahnya kusam disaksikan oleh keluarga dan kerabatnya masing-masing, ekspresi terdakwa YAN yang biasanya masih bisa tersenyum kali ini hanya diam, sementara terdakwa CAL duduk dengan tegang mendengar amar putusan Hakim.
Terdakwa DAM tempak tersandar dengan posisi miring, sementara IBR lebih sering menunduk saat mendengarkan hakim membacakan keputusan itu.
Dalam amar putusannya Hakim menyatakan terdakwa secara syah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 UU No. 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” Menjatuhkan pidana Penjara 2 tahun 8 bulan penjara, plus denda Rp.50 juta atau subsider 1 bulan kurungan,” tegas Hakim.
Dalam putusan tersebut terdakwa tidak diperintahkan hakim untuk mengembalikan kerugian Negara sebesar 419 juta , karena uang tersebut sudah dikembalikan terdakwa kepada Jaksa saat berlangsung penyidikan, hakim cuman memerintahkan kepada jaksa untuk mengembalikan uang tersebut kepada Negara.
Usai sidang ditutup , keluarga terdakwa berhamburan menyerbu terdakwa , peluk cium dan tangisan jelas terdengar dan terlihat , terutama dari keluarga terdakwa CAL , sementara keluarga DAM nampaknya sangat shok dengan putusan hakim tersebut, Hanya keluarga YAN serta IBR yang kelihatan tabah mendengar putusan tersebut.
Keluarga terdakwa sangat menyesalkan sikap terdakwa yang langsung menerima begitu saja keputusan hakim, mereka saling protes hingga sampai terjadi perdebatan, keluarga mereka berharap semestinya terdakwa pikir-pikir dahulu menerima keputusan hakim tersebut.
Pada intinya pihak keluarga sangat khawatir dengan putusan itu, karena berdampak kepada dan mengancam karier mereka sebagai Pegawai Negeri (PNS).
Menurut Jaksa Penuntut Umum JPU TESHA DIRGANTARA putusan tersebut masih bisa dipertimbangkan oleh para terdakwa, meskipun belum diucapkan saat persidangan berlangsung,” Ya masih bisa, tadi sudah kami koordinasikan , karena setelah selesai sidang baru mereka katakan pikir-pikir,” Ucap Tesha.
Sedangkan menurut AAN SYAIFULLAH, “ Berdasarkan aturan vonis diatas 2 tahun penjara memang mengancam pekerjaan mereka sebagai PNS, namun hal tersebut tergantung kebijakan pimpinan, ya menurut aturan vonis diatas 2 tahun tentunya dipecat sebagai PNS , namun hal itu tergantung kebijakan pimpinan,” Jelas AAN. (to)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: