//
you're reading...
Hukum & Kriminal, Politik & Korupsi

Melihat Enaknya Jadi Gubernur Sumatera Selatan

Alex Noerdin

Alex Noerdin

Alex Noerdin Diduga Pernah ditangkap CIA di Amerika Serikat, Banyak dugaan dan laporan melakukan Korupsi Dana APBD Namun hingga sekarang Tak Tersentuh Hukum.

Sumsel ( BIN )- Menjadi Gubernur, selain mendapat jabatan terhormat, bergengsi dan tercatat dalam sejarah, juga sangat bergelimang kesenangan dan kemewahan. Semua hidupnya difasilitasi uang rakyat yang melimpah. Ia juga bisa mengeruk uang lalu mengumpulkannya untuk membangun dinasty baru, ujar KH. Amin Dimyati salah satu tokoh Agama di Sumatera Selatan.

Sambas Ketua BPAN Wil. Sumatera selatan

Sambas Ketua BPAN Wil. Sumatera selatan

KH. Amin mengambarkan, Seorang Gubernur memang memperoleh segala kenikmatan yang luar biasa. Ia juga memiliki bawahan yang tinggal menunggu perintah. Ia bisa melakukan apa saja dan bebas pergi kemana saja.
’’ Sang Gubernur tinggal di rumah dinas yang sama dengan istana. Segala fasilitas dibayar oleh uang negara. Mulai dari air minum, makan, beras, sayur, sandal sepatu, baju, tempat tidur, obat nyamuk, semua dibayar dengan uang negara. Tukang cuci, pembantu, tukang kebun, keamanan, tukang listrik, hingga tukang pijat dan tukang sihirnyapun dibayari dengan uang negara. Beli rokok, beli bensin, beli korek kuping pun memakai uang rakyat. Semua dibiayai dengan uang rakyat dan itu semua diluar gaji dan tunjangan-tunjangan resmi lainnya. Ini baru menggunakan dana dari mata anggaran biaya rumah tangga saja,” Ucap KH Amin.
Ketika berangkat kerja iapun mulai berhadapan dengan berbagai kenikmatan. Pakaian gagah dengan Cupu disaku kiri. Mobil dinas mewah mengkilap dikawal polisi Foredjer serta rombongan mobil LLAJ, Pol-PP dan pejabat lainnya. Ia juga akan mendapat perlakuan istimewa dari ajudan yang gagah berani dengan pistol di pinggang, uangkap KH. Amin.
Di kantor ia akan menikmati nyamannya suasana ruangan kelas super VVIF. AC dingin, TV layar lebar, hingga pelayanan cepat dari para staf yang jalan agak membungguk di hadapannya. Sementara  ruangan telah antri para tamu, pengusaha, kontraktor, para anggota DPRD, wartawan hingga LSM di ruang tunggu. Mereka datang diduga dengan dua tujuan, yaitu yang mau kasih uang atau yang mau minta uang. Semuanya sangat mudah mengatasinya.
Orang yang biasa ngasih uang adalah para pengusaha, kontraktor dan rekanan lainnya. Mereka umumnya mengajak berbagai jenis KKN dengan imbalan yang menggiurkan buat sang pejabat. Sedangkan orang yang datang minta uang adalah diduga oknum para anggota dewan, wartawan, LSM, mahasiswa dan orang-orang yang rajin membuat proposal minta bantuan.
Untuk kelompok yang minta duit ini tak perlu repot mengatasinya karena telah ada dana taktis yang sengaja disiapkan untuk bagi-bagi rejeki dengan mereka.
Dana taktis jumlahnya banyak dan itu sudah masuk dalam anggaran APBD. Namun tak jarang seorang kepala daerah juga telah menyiapkan dana non budgeter yang disisihkan dari dana suap atau uang fee proyek yang diterima dari kontraktor.
Kerja Gubernur di kantor selain menerima tamu adalah menandatangani surat-surat, menyetujui pengucuran dana yang diajukan bawahannya, memanggil dan memarahi para Kepala Dinas, menggelar rapat, membuka suatu acara, dan sedikit ngobrol.
Jika ada acara keluar biasanya berangkat ke luar negeri untuk cari investor, ke Jakarta karena panggilan presiden atau meloby Menteri, Dirjen atau DPR. Dana yang disiapkan untuk sekali berangkat tidaklah kecil. Tiket pesawat termasuk tiket untuk isteri, ajudan dan beberapa pejabat lain yang ikut mendampingi. Belum dana untuk akomodasi hotel mewah, dana transpor disana hingga anggaran untuk oleh-oleh pulang. Semua ada anggarannya.
Ketika ada acara kunjungan di daerah pun seorang Gubernur selalu saja menikmati fasilitas menyenangkan. Dana transpor disiapkan. Dana untuk bantuan yang akan diserahkan sudah disiapkan dari pos bantuan APBD. Untuk mengantisipasi jika warga minta ini itu, ia mengajak serta semua kepala dinas terkait. Jika warga minta perbaikan jalan maka ia tinggal menunjuk kepala dinas PU saja. Jika warga bertanya tentang pertanian, tinggal perintahkan kepala dinas pertanian. Demikian juga yang lainnya.
Dari anggaran APBD atau APBN yang masuk, biasanya Gubernur diduga mendapatkan banyak keuntungan. Tiap proyek, sudah menjadi rahasia umum di lingkungan kontraktor, sedikitnya jatah yang harus disetor untuk pejabat itu adalah 10 persen dari nilai proyek. Bahkan jika proyek empuk dan besar, mintanya bisa lebih dari itu.
Jika saja seluruh rakyat, baik pegawai, pengusaha, dan yang lainnya tahu betul apa enaknya jadi kepala daerah, maka dipastikan pada setiap pilkada mereka semua akan ikut bersaing. Bukan seperti saat ini, yang bersaing cuma mantan pejabat dan orang-orang politik saja, tegas KH. Amin.
Berbagai elemen masyarakat Sumatera selatan tentu tidak asing lagi dengan Sosok Alex Nurdin, untuk saat ini adalah Gubernur Sumsel yang dua kali terpilih melalui proses Pilkada secara langsung . Kariernya bermula sebagai staf  Bappeda Sumsel. Dia alumnus Univ Trisakti, sebelum jadi Gubernur Sumsel Alex menjadi Bupati Musi Banyuasin dua periode.
Namun baru satu  tahun menjabat periode kedua, dia sudah mencalonkan diri menjadi Gubernur  Sumsel, hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Eksekutif Penelitian Asset Negara Perwakilan Wilayah Sumatera Selatan, Sambas Hari Bhisma M.BA.
Sambas memaparkan, Musi Banyuasin adalah salah satu kabupaten terkaya di Indonesia. Pengasil migas dengan APBD 1.7 triliun/tahun, dulu penduduk hanya 550.000, Alex berhasil memenangkan Pilgub Sumsel 2008 diduga juga  disebabkan Gubernur Incumbent Sjahrial Oesman berhasil dijebloskan ke penjara KPK karena ada dugaan peran petinggi KPK saat itu, AA dan HU yang “berjasa” jebloskan Sjahrial Oesman ke penjara terkait kasus pembebasan tanah.
Kasus proyek penunjukan langsung di Muba periode 2003 sampai 2005 yang diduga merugikan negara 240 milyar rupiah, adanya kesalahan perencanaan dan penanda tangan kontrak Bupati Musi Banyuasin) tak mampu di tindak lanjuti aparat hukum.
Lebih jauh Sambas menuturkan, Alex Nurdin awalnya tidak mau maju sebagai Gubernur Sumsel, tapi karena diduga dia banyak kasus korupsi di Muba dan bujukan temannya Edy Yusuf, Alex maju juga Tapi apa lacur, setelah jadi Gubernur Sumsel dan berhasil mengamankan kasus- kasus korupsinya di Muba, Edy Yusuf malah ditinggalkan.
“ Edy Yusuf, eks Bupati OKU dijadikan Wagub tanpa kekuasaan. Semua dikuasai Alex sang  Gubernur . Padahal Edy Yusuf dan timses yg lain tahu persis bahwa kemenangan Alex dalam pilgub Sumsel diduga karena adanya penggelembungan suara di kabupaten Muba serta kabupaten OKU. Selama jabat Wagub, Edy Yusuf diduga tahu persis korupsi-korupsi Alex Nurdin tetapi tidak berani bersuara. Nasib Edy pun berakhir dengan sangat tragis selesai jabatan sebagai wakil Gubernur dirinya dijebloskan ke penjara karena kasus korupsi,”ujar Sambas.
Kuat dugaan kondisi tersebut terjadi karena ada dorongan kuat dari sang Gubernur yang diduga sakit hati dikarenakan saat Sjahrial Oesman mantan sang lawan keluar dari lembaga permasyarakatan , Edy menjemputnya dibandara Sultan Mahmud Badarudin Palembang, padahal ketika itu sedang hangat-hangatnya prosses Pilkada Gubernur Sumsel 2013-2018.
Masih menurut Sambas, Alex Nurdin sebagai Bupati Muba sebenarnya tak punya prestasi apa-apa. APBD Sumsel dan Muba yang triliunan diduga hanya habis dikorupsi dan jadi bancaan saja. Sebagi kompensasi kepada warga Muba, Alex membuat macam-macam proyek populer untuk mengambil hati warga, seperti meluncurkan program sekolah dan berobat gratis, santunan kematian.
Program- program untuk rakyat itu hanya menghabiskan dana puluhan hingga ratusan milyar saja. Jauh dibandingkan APBD Sumsel yang 7 triliun / tahun. Sisanya diduga Dikorupsi.
Untuk mengamankan dugaan korupsi APBD di Muba maupun di pemerintah propinsi Sumatera Selatan, Alex Nurdin royal bagi – bagi upeti ke oknum- oknum aparat, memberi dana hibah kepada Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama hingga Perkumpulan pengajian Ibu-ibu yang berjumlah ratusan Milyar.
Selain itu Sambas juga menjelaskan diduga Alex lebih sering ke Jakarta dan luar negeri kabar yang paling santer tahun ini yang tidak dipublikasikan ke public adalah dugaan tertangkapnya sang Gubernur oleh Petugas CIA di Amerika Serikat karena kedapatan membawa uang untuk berjudi dengan jumlah sangat banyak ketika memasuki lokasi perjudian yang sangat terkenal, namun kasus tersebut ditutup karena menurut informasi pihak sang Gubernur menelpon salah seorang petinggi di Jakarta hingga dirinya dapat bebas, jelas Sambas.
Kasus dugaan korupsi Alex Nurdin pun sempat meledak saat Rosa dan Nazar buka suara. Juga pada rekaman BBM Rosa dan Nazar. Alex minta fee 2.5 persen  dari proyek. Proyek yang dimaksud adalah Wisma Atlet Sea Games senilai Rp. 191.5 milyar. Alex minta jatah 2.5 persen atau Rp. 4.8 milyar.
Selain itu juga diduga untuk persetujuan PT DGI menjadi pemenang lelang Wisma Atlit Gubernur memiliki peranan penting dan dibuktikan Kadis PU Cipta Karya Prov Sumsel menerima 700 juta rupiah. Hal ini jelas melanggar Undang – undang tentang  larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Saat memenangkan Pilkada Gubernur 2009 – 2014, terucap janji akan menjadikan Sumatera Selatan provinsi terdepan di pulau Sumatera dan pusat bisnis yang menjanjikan. Masyarakat Sumatera Selatan sangat berharap dan mengidolakan beliau sebagi pembaharu sekaligus bapak pembangunan Sumatera Selatan dengan program pembangunan periode sebelumnya seperti Islamic Centre Jaka Baring, Program perencanaan dan Pembangunan PLTU 6800 MW dimulut tambang Bukit Asam dan Pelabuhan laut TAA namun semua terabaikan.
Tahun pertama menjabat  Gubernur Sumatera Selatan,  Kadis – PU Bina Marga, Ir H A disinyalir merekayasa tender untuk tim pemenangan dan  contoh yang paling konkrit yaitu Dugaan rekayasa tender di Dinas PU Bina Marga. 524 milyar rupiah. Dimana proses lelang 99 persen dapat dinyatakan berupa kesepakatan dimana HPS dan penawaran   hanya berselisih antara 0,5 / 2 persen  atau dengan kata lain pengaturan proses tender.
Yang paling miris berapa asset budaya dan kenangan masyarakat Sumatera Selatan sepeti  Taman Budaya dan  stadion bumi sriwijaya, gedung BP 7, Kolam retensi GOR Sriwijaya dan pondasi Islam di era modern diduga di jual ke fihak ketiga.
Namun bukan itu saja,  penjualan asset – asset negara seperti lapangan parkir stadion bumi sriwijaya kepada Siloam International Hospital. Sangat  tidak jelas berapa dan seperti apa MOU Pemprov dengan Yayasan Kristen Siloam.
Konvensasi Financial yang katanya berasal dari penjualan asset Pemprov Sumsel  tidak ada kejelasan. Pembangunan venus panjat tebing menurut staff ahli Dispora Sumsel,  dicoret dari alokasi anggaran Dispora Sumsel karena di biaya konvensasi Undermall. Namun ternyata di gelontorkan melalui PU Cipta Karya Sumsel. Konvensasi  penjualan asset pemprov tidak di ketahui berapa nilainya dan siapa penerima dananya.
Pembangunan kantor pusat Bank Sumsel Babel Jaka Baring dilaksanakan PT DGI. Sementara komisaris utama dan pemilik saham adalah Pemprov Sumsel. Kontrak kerja Bank Sumsel Babel – PT DGI  Rp. 165.000.000.000,  pada pembangunan kantor pusat Bank Sumsel Babel diduga jauh lebih mahal bila di bandingkan pembangunan rencana kantor DPR-RI dilihat dari luas bangunan gedung.
Dan yang terakhir,  Islamic Centre yang berlokasi persis di kantor pusat Bank Sumsel Babel saat ini di pindahkan ke tempat yang tidak diketahui dimana posisinya. Rp. 25 milyar rupiah anggaran penimbunan dan tiang pancang pembangunan awal Islamic Centre menjadi mubazir. Tegas Sambas.
Hingga berita ini diturunkan sang Gubernur Alex Noerdin belum bisa ditemui dikarenakan sibuk(mas)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,290 hits
%d bloggers like this: