//
you're reading...
Politik & Korupsi

SKPT warga Desa Lalampau Terindikasi Korupsi Oleh Aparat Desa

Morowali, BIN- Kepala Desa Lalampu, Rusdin, dan dua oknum angota BPD Arwan dan Masri, diduga merampok Hak SKPT masyarakat sebanyak 301 SKPT warga Lalampu yang ditangani oleh aparat Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Masyarakat menuntut hak atas fee Rp 10 ribu/ton yang sudah dijanjikan oleh pihak perusahan tambang untuk diberi dana fee senilai Rp 3,5 milyar untuk melakukan pengaspalan disetiap Desa. Hak masyarakat yang sudah memiliki SKPT sudah masuk 7 bulan berjalan sampai bulan Januari Rp 500 juta terhitung sampai bulan Juli 2O14, dana tersebut sebesar Rp 3,5 milyar belum dibayarkan oleh oknum aparat desa.
Aparat desa mengumpulkan SKPT warga sebanyak 301 SKPT yang diterbitkan menimbulkan kecurigaan warga. Desa Lalampu terhadap oknum Kepala Desa setiap pembayaran fee SKPT itu sejumlah 2 hektar dengan nilai Rp 70 juta per/orang satu SKPT. Oleh pihak perusahan ada 3 tambang, PT. ANGFANG, PT. FADLUN, PT. INDO.
Menurut Albar, yang merupakan aparat Desa serta anggota BPD, harus bertanggung jawab atas hak masyarakat Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, dan aparat desa. Oknum sudah memiliki rumah pribadi yang mewah senilai Rp 260 juta di kota Palu. Masyarakat meminta pihak kepolisian Kabupaten Morowali cepat menanggapi kasus ini,” ungkap Albar saat dikonfirmasi pada, Jumat (1/7/14).
Ada 50 KK yang belum menerima dana fee yang diperkirakan Rp 27 juta/KK. Dengan nilai anggaran sebesar Rp 1,3 miliyar, hak masyarakat yang sampai hari ini belum direalisasikan oleh Kepala Desa termasuk sebagian masyarakat meminta hak lahan lokasi tambang untuk dijadikan tanaman kelapa sawit. Sampai hari ini tidak jelas yang dikerjakan oleh pemerintah Desa.
Lahan tersebut ada sekitar 4 hektar lokasi tambang untuk dijadikan tanaman kelapa sawit yang diperkirakan sekitar 480 pohon. Hanya kepentinggan pemerintah Desa di atas lokasi lahan SKPT masyarakat di Desa Lalampu. Lanjut oknum Kepala Desa yang memiliki rumah BTN Mewah senilai Rp 260 juta di kota Palu, rumah ini ditempati atas nama Iin.
Zaenal, Camat Bahodopi sampai hari ini belum menerima laporan oknum Kades dan anggota BPD masuk ke Kecamatan terkait laporan dari Desa. Camat menduga kalau ini saling melempar tanggungjawab Desa dan anggota BPD. (Tim)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,133 hits
%d bloggers like this: