//
you're reading...
Berita daerah

MPLIK Aceh Jadi Konflik

IMG_7729Aceh (BIN) – Kalau boleh kita meminjam kata-kata bijak dari Kemkominfo “Jangan biarkan yang terkucil kian terpencil” Itulah salah satu kata-kata yang tertulis dengan rapi di setiap body mobil MPLIK . Mobil tersebut yang sudah setahun lebih di tangan para operator tanpa ada gaji maupun uang parkir. Pupus sudah harapan gubernur Aceh pada masa itu yang menginginkan MPLIK dapat membantu masyarakat aceh supaya tidak GAPTEK lagi harapan itu pernah di sampaikan setahun yang lalu saat penerimaan Mobil MPLIK di kantor gubernur aceh pada masa itu oleh sekda aceh Setia Budi.

Seiring waktu yang kian hari kian berlalu seiring itu pula mobil pusat layanan internet kecamatan (MPLIK) hilang bagai hantu, entah kenapa dan entah ke mana ? dan siapa pelakunya?

Sampai hari ini genap setahun lebih MPLIK di tangan operator namun para operator tidak tahu harus mengadu kemana ? yang mereka tahu hanya CV.TAZKI sebagai pengelola Dan RADNET sebagai penyedia jasa internet, bahkan ketika menghubungi korwil hp pun gak di angkat lagi,,,entah kenapa cetus edi dengan nada kesal dan penuh tanda tanya

 Inilah sapaan lembut dari salah satu nomor dari sekian nomor yang di hubungi media BIN yang bernama yang berinisial feri menjelaskan dengan bunyi SMS “Salam pak terlalu panjang /kompleks untuk di jelaskan via telpon/SMS projet yang terhambat di aceh maupun seluruh indonesia Bila media BIN ada kantor perwakilan di jakarta silakan appointmen/wawancara /diskusi di jam kerja dan hari kerja dengan kami agar lebih komprehensif dan berimbang dalam penyajian beritanya demikian atas kepedulian bapak dan media BIN terhadap proyek ini mudah-mudahan ada pencerahan untuk masyarakat dan juga ada kebaikan untuk RADNET agar juga di segerakan di bayar oleh pemerintah Tks

 Disisi lain Pihak CV.TAZKI sebagai pengelola di aceh yang di hubungi media BIN dari puluhan nomor yang di dapat tak satu pun mau berkomentar Baik direkturnya Mursalin Ahmad maupun kru CV tersebut, di sini sungguh bingung dan heran mengapa bisa demikian ,,ada apa di balik semua ini? Ataukah karena proyek ini merupakan proyek kekeluargaan di seluruh kabupaten di Aceh atau memang CV.TAZKI kehabisan kata-kata untuk berkomentar//

 Selang sejam kemudian pihak TAZKI yang bisa di hubungi mengatakan mereka menjalankan sesuai prosedur yang ada mereka juga sudah sering menanyakan izin operasional ke pihak RADNET mereka selalu beralsan mohon tunggu dan sabar kata Pak rusli salah satu pengurus di Tazki dengan nada sedih mengutip kata-kata orang di RADNET

 Perjalanan MPLIK (Mobil pusat layanan Internet Kecamatan)
 Tanggal 25 Mobil MPLIK sampai di gedung Gubernur Aceh
 Tanggal 26 operator berangkat ke Banda Aceh guna mengikuti pelatihan
 Tanggal 27 operator di latih kemantapan dalam menjalankan MPLIK
 Tanggal 29 mobil di bawa pulang ole operator ke wilayah kerja yg telah di tentukan
 Tanggal .operator menerima uang parkir sebesar Rp 500,000,00/per mobil yang di kirem ke masing –masing rekening operator yang telah di sepakati dan kejadian ini berjalan dengan lancar selama empat bulan penuh sedangkan gaji belum jelas sama sekali sedangkan parkir untuk bulan ke lima dan seterusnya sampai hari ini tidak jelas asal mu asal lagi.

Sementara itu beberapa LSM yang berbasis kerakyatan yang ada di aceh mempertanyakan kejelasan mobil tersebut dan pogram dari mobil tersebut yang sudah menguras miliaran rupiah uang negara namun proyek tersebut di nilai gagal total baik di Aceh maupun di luar Aceh.

Armia Karim selaku direktur eksekutif TOPAN-RI (Team operasional Penyelamatan Asset Negara ). meminta ke pada Pihak berwajib dalam hal ini POLDA ACEH untuk mengusut Proyek tersebut sampai ke akar-akarnya.
Selain itu ketua Topan-RI menambahkan, “Kinerja para operator patut dipertanyakan serta kemampuan dalam menjalankan pogram karena kebayakan para operator masih buta teknologi//Kalau bigini kemampuan operator bagai mana memberi layanan kepada masyarakat,” kata Armia karim saat ngopi bareng di salah satu warung kopi di Aceh, Pidie senin lalu.

Tak hanya di situ ketua Topan–Ri menambahkan CV.TAZKI sebagai pengelola dan RADNET sebagai penyedia Jasa internet perlu di audit, agar kedepan pemerintah mempercayai proyeknya kepada yang punya kemampuan Bukan yang pailid,pungkas Armia karim dengan nada marah dan kesal karena impian rakyat Aceh untuk menikmati internet gratis gagal (HASBI ACEH/BIN)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

lowker

Edisi 101

101_Page_01

Pendiri / Pimpinan Umum

pimred

” Siap Tangkap & Penjarakan KORUPTOR …! “

LOGO W CORRUPTION web
16Y

STOP PRESS !

stopress web joko purnomoedi tengku h martono marshandi

Arsip Berita

Kategori Berita

Kumpulan Berita

Fan’s page BIN

Blog Stats

  • 211,113 hits
%d bloggers like this: